Wanita Ini Nyaris Kehilangan Nyawanya Lantaran Melakukan Implan Payudara

Wanita ini nyaris kehilangan nyawanya lantaran melakukan Implan Payudara. Banyak perempuan menajalani implan payudara untuk tujuan membesarkan payudara. Akan tetapi, tanpa disadari prosedur tersebut bisa berbahaya jika penggunaannya sembarangan dan tak dilakukan oleh ahli yang tersertifikasi. 

Hal inilah yang dialami oleh seorang perempuan bernama Gabrielle Case asal Wilmington, North Carolina, Amerika Serikat (AS). Perempuan yang berprofesi sebagai binaragawan ini mengaku bila implan payudaranya nyaris membunuhnya.

Case menyeritakan bahwa dirinya mengalami sakit kepala kronis, kehilangan nafsu makan, kaki mati rasa, kejang dan rambut rontok setelah memperbesar payudaranya dari ukuran cup A ke cup D. Dirinya memutuskan untuk memasang implan saline pada Mei 2015 karena payudaranya mulai kendur setelah menyusui kedua anaknya. Seusai pemasangan, Case mulai sering lupa atau kehilangan memori dan mengalami jerawat kistik. Awalnya dia mengira, bahwa ini disebabkan karena stres. Namun, Case mulai kuatir ketika gejala yang lebih serius mulai nampak selama satu setengah tahun berikutnya.

Meskipun dia tinggal di kota dimana dia dibesarkan, dia mengatakan otaknya tidak bekerja, membuatnya tersesat di jalan dan menangis. Dampak buruk berikutnya Case mulai kesulitan bernafas sepenuhnya dan memiliki intoleransi gluten, yang tiba-tiba yang membuat tubuhnya kembung dan menyebabkan sakit perut yang ekstrem. 

“Sepertinya saya berada di penjara hidup, yakni tubuh saya sendiri, jadi saya benar-benar tidak bisa melepaskan diri dari gejalanya,” ungkap Gabrielle seperti Dilansir Suara.com dari Metro.

“Ada banyak malam yang saya pikir saya sedang sekarat. Dan jika saya tidak mati, saya bertanya-tanya apakah saya ingin mati karena gejala itu semakin buruk dan saya tidak ingin hidup,” tambah dia lagi.

Awalnya ibu dua anak ini merasa kebingungan mengenai yang terjadi dengan dirinya. Bahkan Case menghabiskan lebih dari 50.000 dolar AS saat ke dokter untuk mendapatkan diagnosis. Beruntung, temannya mengingatkan, bahwa penyakitnya mungkin berhubungan dengan implannya.

Dia pun didiagnosis mengalami breast implant illness (BII) atau penyakit implan payudara yang menyebabkan tubuhnya menolak implan, karena dianggap sebagai benda asing dan menyerang dirinya sendiri. 

Karena itu, Case akhirnya membuang implan payudara tersebut dan dalam 24 jam setelah implan tersebut dikeluarkan dia kembali sehat secara penuh.

Dia mengatakan masalah dengan implan payudara jauh lebih umum daripada yang disadari orang, tetapi ketika ada begitu banyak gejala, sulit untuk menentukan penyebabnya. 

“Jika seseorang mengatakan kepada saya bahwa hal seperti ini bisa terjadi, saya tidak akan melakukan ini. Saya bodoh karena terobsesi dengan payudara. Saya punya anak dan tubuh saya melakukan tugasnya,” ujar dia. 

Meskipun Case sempat mengaku menanam implan payudara dilakukannya karena dirinya merasa tidak percaya diri saat bertemu pasangan baru, karena payudaranya yang memgendur setelah menyusui. 

“Sangat mudah untuk membujuk seorang perempuan agar tidak mengubah tubuh mereka sendiri. Anda cukup memberi tahu bahwa mereka kondisinya 100 persen aman dan baik-baik saja,” tambahnya.

 (sumber: Suara.com)

Baca juga…The Angry Birds Movie 2

Baca juga… Mengapa Awan Berwarna Putih?

Baca juga…Jangan Berjemur di Siang Hari Bolong

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *