Tradisi Idulfitri Unik di Berbagai Belahan Dunia

Sholat Ied

Tradisi Idulfitri unik di berbagai belahan dunia. Ada pepatah mengatakan ‘Lain Ladang Lain Pula Lubuknya’. Masing-masing negara mempunyai budaya dan tradisi yang unik juga berbeda-beda, termasuk dalam cara merayakan Idulfitri. Di Indonesia, seperti yang kita tahu, Idulfitri disambut dengan suka cita.Tradisi umumnya yang dilakukan antara lain mudik, anjangsana ke rumah : saudara, tetangga, teman. Ada lagi cukup kumpul-kumpul saja bersama keluarga terdekat sembari menikmati kue lebaran. Dan yang paling ditunggu adalah menikmati sajian lontong dan ketupat sebagai makanan khas Lebaran. Tentu saja dilengkapi dengan masakan lain seperti rendang, kare ayam, sambal petis dan sambal goreng ati turut meramaikann acara santap makan bersama keluarga tercinta pada hari tersebut.

Halalbihalal masyarakat Indonesia

Itu adalah tradisi Lebaran yang ada di Indonesia, lantas bagaimana, ya tradisi merayakan Idulfitri di negara lain? Simak, ya berikut ini beberapa tradisi unik yang meriahkan Idulfitri di berbagai negara lain.

1. Thailand

Selepas salat Idulfitri di masjid, warga muslim di Thailand Selatan, hanya bersalam-salaman dan tradisi santap bersama di masjid. Namun setelah hari ke-6 setelah puasa Syawal enam hari muncul kemeriahan Idulfitri, kemeriahan Idulfitri yang sesungguhnya. Warga berpesta ketupat dan gulai ayam, bersama anggota keluarga mereka menyantap sajian istimewa ini. O, iya, ketupat di Thailand, berbentuk segi tiga ini dibuat dari ketan.

Tak lupa mereka berziarah kubur sambil membawa ketupat, salat tasbih, santap besar, dan lanjut kemudian bersilaturahmi bersama keluarga di kampung.

2. Arab Saudi

Orang di Arab Saudi biasanya merayakan Idulfitri dengan mengadakan pertunjukkan seni seperti pagelaran tari, pembacaan puisi, teater, parade musik dan berbagai pertunjukkan seni lainnya. Semua ini bertujuan guna kemeriahan hari yang sudah ditunggu-tunggu warga selama setahun. Selain itu, mereka biasanya menghiasi rumah mereka dengan hiasan khas kemeriahan Idulfitri.

Perayaan Lebaran di Arab Saudi dimulai dengan Shalat Ied, lanjut acara makan bersama keluarga. Sehabis itu mereka pergi mengunjungi dan bersilaturahmi pada sanak saudara, serta tetangga. Hidangan khas Lebaran yang tak boleh dilewatkan adalah masakan dengan nama mugalgal, yakni daging domba yang dicampur dengan nasi, ditambah dengan sayuran tradisional. Mau mencoba makanannya?

3. Turki

Di Turki, perayaan Idulfitri disebut juga “Bayram”. Pada perayaan tersebut, masyarakat akan mengenakan busana khas yang dinamakan Bayramlik. Pada waktu itu mereka memberikan salam dengan satu sama lain sebagai ucapan khas Lebaran seperti, “Bayraminiz Kutlu Olsun”, “Bayraminiz Mubarek Olsun” atau “Mutlu Bayramlar”. Ada pun ketiga salam itu maknanya sama, yaitu selamat merayakan Hari Raya Bayram.

Tidak bedanya dengan Indonesia, dimana yang lebih muda akan memberikan hormat kepada yang lebih tua dengan cara mencium tangan atau bersujud di hadapan mereka. Lalu mereka juga akan berkeliling dari rumah ke rumah memberikan salam Bayram dan doa. Sebagai timbal-baliknya, mereka akan diberikan bingkisan berupa permen, coklat, uang koin, atau makanan tradisional Turki seperti Lokum dan Baklava. Saat melakukan shalat Ied di masjid, uniknya hanya kaum pria saja yang akan pergi ke Masjid sedangkan para wanita hanya berdiam di rumah.

baklava
Coklat dan permen selalu ada di perayaan Idulfitri di Turki

4. China

Di China, semarak perayaan Idulfitri yang paling terasa ada di daerah Xinjiang dan Yunnan. Hal itu dikarenakan kedua wilayah ini mayoritasnya beragama Islam. Tradisinya, sehabis shalat Ied, umat muslim di China akan bersilaturahmi lalu disambung acara makan bersama keluarga dan tetangga terdekat.

Seusai acar bersilaturahmi, mereka akan nyekar makam leluhur atau makam tokoh muslim setempat guna berziarah serta membersihkan, sembari membacakan doa kepada leluhur.

Pada perayaan Idulfitri ini, mereka mengenakan baju khas Lebaran, yakni bagi kaum pria mengenakan jas dan kopiah berwarna putih, sedangkan kaum perempuan menggunakan busana hangat dan kerudung. Tambahan, baju koko yang biasa dikenakan kaum pria di Indonesia adalah pakaian muslim berasal dari China.

5. Nigeria

Mayoritas masyarakat di Nigeria beragama Islam dan Kristen. Walaupun berbeda, keduanya saling menghormati akan perbedaan itu dan hidup berdampingan dengan damai. Semua itu dikarenakan sikap toleransi yang tinggi dari masyarakat setempat.

Oleh karena itu, saat perayaan Idulfitri, banyak umat Kristen yang berpartisipasi  membantu dalam acara hari raya Lebaran. Idul Fitri di Nigeria dikenal dengan sebutan “Sallah Kecil”, lantaran hari itu mereka satu sama lain mengucapkan salam, “Barka Da Sallah”. Artinya adalah Salam Sejahtera di Hari Raya.

6. Suriname

Negara ini memiliki ikatan persaudaraan tersendiri dengan Indonesia karena sebagian penduduk asli Suriname adalah orang yang berasal dari suku Jawa, karena zaman penjajahan Belanda dahulu banyak orang suku Jawa yang dikirim ke Suriname untuk menjadi tenaga kasar yang akhirnya menetap di sana.

Ada hal yang unik mengenai Lebaran di Suriname, yakni penanggalan Idul Fitri di negara ini yang dilakukan dengan cara perhitungan sendiri bedasarkan perhitungan ala primbon. Peninggalan sejak ratusan tahun lalu darinenek moyang dari Jawa.

7. India

Saat Idulfitri tiba, masyarakat muslim di India melakukan shalat Ied bersama-sama di masjid yang menjadi pusat berkumpul pada Idulfitri di New Delhi, setelah itu barulah mereka mengobrol seraya menikmati hidangan khas Lebaran daerah tersebut.

Kalau Indonesia makanan khasnya saat perayaan Idulfitri terdiri dari ketupat, opor dan pelengkap lainnya, sedangkan di India memiliki makanan khas yang bernama Siwaiyaan. Siwaiyaan adalah hidangan berbahan utama bihun namun berasa manis yang disajikan dengan susu dan buah-buahan kering. Siwaiyaan merupakan makanan yang wajib ada pada waktu Lebaran.

8. Mesir

Rakyat Mesir saat Idulfitri merayakannya dengan bersilaturahmi. Namun ada bedanya, mereka hanya melakukan silaturahmi dengan keluarga saja, tidak dengan tetangga di sekitar. Mereka akan berkumpul bersama keluarganya di taman sembari menikmati hidangan Lebaran khas Mesir, yaitu Fattah, potongan daging kambing, dioven, semua ditutupi dengan tomat atau saus berbasis cuka.

9. Australia

Masyarakat yang beragama Islam di Australia tergolong minoritas, namun mereka bebas melakukan perayaan Idulfitri tersebut. Banyak perusahaan yang mengizinkan libur kepada karyawannya yang menganut agama Islam guna merayakan hari raya Islam dengan beribadah dan berkumpul dengan keluarganya.

Bahagianya, Lebaran di Australia dimeriahkan dengan festival multi kultur. Festival itu tidak hanya melibatkan umat Muslim, tapi juga umat beragama lain untuk ikut serta memeriahkan acara tersebut. Acara ini terbuka untuk umum, bahkan pejabat sekalipun mau datang ke festival tersebut. Itulah indahnya perbedaan.

10. Jepang

Saat Idulfitri di Jepang, umat muslim di sana merayakan Lebaran setelah shalat Ied. Bagi yang berada di wilayah Tokyo dan sekitarnya, mereka akan beramai-ramai pergi ke Masjid Camii untuk shalat berjamaah. Seusai sholat,  mereka bersilaturahmi dan menikmati makanan lezat yang disediakan panitia masjid. 

11. Rusia

Kemeriahan Idul Fitri di Rusia bagi umat muslim cukup dirayakan di rumah masing-masing selama tiga hari berturut-turut. Setelah shalat Ied, mereka menikmati hidangan makanan khas dengan bahan utama daging kambing ditemani salad dan sup yang akan menambah kenikmatannya. 

12. Amerika Serikat

Di Amerika Serikat meskipun mayoritas penduduknya beragama non-Muslim namun perayaan Idulfitri tetap meriah. Mereka merayakannya penuh kekhusukan dan saling memberi kabar satu sama lain tentang datangnya hari bahagia tersebut melalui internet serta telepon.

Untuk umat Islam di Amerika Serikat, Shalat Ied adalah yang paling penting dalam Idulfitri. Mereka akan berdoa memohon ampun dan mendapatkan nasehat untuk saling memaafkan dan hidup berdamai dengan dengan sesama.

Setelah shalat usai dijalankan, mereka biasanya saling berpelukan dan menyampaikan selamat Idulfitri. Pakaian yang mereka gunakan sangat bervariatif, dan kebanyakan umat muslim yang ada di Amerika Serikat ini adalah warga imigran, jadi mereka mengenakan pakaian khas daerahnya masing-masing.

Mempererat Ikatan Silahturahmi

Tiap negara memiliki tradisi masing-masing untuk merayakan Lebaran. Akan tetapi bila disimak ada kesamaan menyolok dari semua tradisi di atas, yaitu tradisi bersilaturahmi dengan keluarga. Jadi bisa dikatakan bahwa kehangatan bersama anak, saudara yang paling ditekankan pada hari raya Lebaran, di samping beragam makanan khas Lebaran untuk disantap bersama. 

(sumber:cermati.com)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *