Tanda-tanda Jagoan Keluh

Tanda-tanda jagoan keluh .Slamet heran sama Rudi, teman sekantornya yang sering mengeluh. Baru dua bulan Slamet mengenalnya tapi tidak pernah dia bercerita tentang hal-hal yang menggembirakan, sebaliknya yang sering Slamet dengar hanyalah keluhan dan keluhan saja.Dari urusan sekecil biji cabe sampai urusan sebesar buah semangka jumbo. Agaknya mengeluh bagi Rudi sama halnya seperti bernyanyi.

Mengeluhkan hasil potongan rambutnya yang kurang mantap. Padahal menurut Slamet potongan rambutnya tidak kalah saing sama model catwalk. Sungguh. Lantas Rudi mengeluhkan cuaca, bos Amir yang marah-marah terus. Setahu Slamet atasannya itu jarang marah, jarang mengomel. Barangkali Rudi saja yang kurang memahami sikap bosnya. Karena Slamet satu ruangan dengan Rudi lama-lama Slamet ‘brebegen’, alias kupingnya terasa bising.

Slamet pernah menasehati tapi tidak berubah. Akhirnya Slamet fokus pada urusannya, mengesampingkan semua celoteh keluhan Rudi. Bisa-bisa menular tabiatnya. Slamet hanya merespon datar segala keluhan Rudi. “Ya…Ya…Ya.” Hanya itu yang bisa dilakukan Slamet.

Kita tidak sadar kalau sehari-hari kita sering mengeluh. Mengeluhkan kekasih, ekonomi, pelanggan. Sesekali tentu tidak apa-apa untuk mengeluarkan beban. Lha kalau setiap hari? Aaiii, bisa-bisa hidup jadi semakin terasa negatif karena sepertinya tidak ada kerjaan lagi selain mengeluh…mengeluh dan mengeluh.

Sebenarnya mengeluh hak seseorang. Asal tetap tahu batasannya. Jangan sampai menghabiskan waktu untuk mengeluhkan hal yang tidak penting. Sebab itu hanya akan membuat hidup terasa semakin berat.

Suka Mengeluh Biasanya Dekat Dengan Orang-Orang Berpikiran Negatif

Biasanya kalau terlalu sering mengeluh itu disebabkan oleh lingkungan sekitar. Berada di zona yang negatif lama-lama akan membuat jadi negatif pula. Rasanya tidak ada yang baik di dunia ini. Coba cari sisi terangnya, apa pun hal buruk yang dialami hari itu. Jauhi lingkungan negatif, yang selalu membuat kita melihat kehidupan dari sisi yang buruk, dan mengakibatkan kita jauh dari pikiran-pikiran positif.

Fokus Pada Hal Buruk

Sering mengeluh biasanya dikarenakan ia terlalu fokus pada hal-hal yang buruk saja. Hujan seharian, kerjaan yang tidak selesai-selesai, ojek yang datangnya lama. Pokoknya semua yang terjadi hari ini terasa buruk! Dia melupakan bahwa hari itu hujan seharian karena lahan seberang yang kerontang butuh air juga tumbuhan. Meskipun kerjaan tidak selesai, tapi ada teman-teman kantor yang selalu siap sedia membantu. Jangan fokus pada yang buruk, tapi lihatlah kebaikan yang ada di semua situasi.

Dengan begitu, akan mulai belajar bahwa sesuatu yang didatangkan dalam hidup pasti akan selalu memiliki hal buruk dan baik. Hal buruk memang lebih mudah terlihat, maka tugasnya adalah mencari hal baik itu agar kamu bisa mensyukurinya.

Selalu Melihat Ke Atas dan Lupa Beryukur

Ketika mengeluh, kita merasa bahwa apa yang kita alami menjadi sesuatu terburuk di dunia. Segalanya terasa salah, dan membuat diri menjadi tidak merasa enak. Hal ini terjadi karena kita terlalu sering melihat ke atas, dan lupa bersyukur. Di kala bersyukur, kita akan lebih menghargai hal-hal kecil yang kita miliki hingga saat ini, dan melupakan semua keluhan. Dengan begitu hidup pun akan lebih mudah dijalani.

Hal baik tidak selalu terjadi setiap hari. Kadangkala, perlu ada hal buruk terjadi untuk dijadikan sebagai pelajaran dan membuat kita bersyukur.. Ingat…keluhan akan mendatangkan lebih banyak keluhan. Bersyukur akan mendatangkan lebih banyak kelimpahan. Yuk, kita lihat dunia dari sisi yang lebih positif

(sumber. Gobagi.com)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *