Lebih Sering Makan Sayur, Buah-Buahan, Ini alasannya

Lebih Sering Makan Sayur, Buah-Buahan, Ini alasannya. Sita pernah ditanya oleh seseorang, yang sudah dikenalnya: tentang konsumsi sayur. Begini pertanyaannya, “Sampean suka sayur?” Maka Sita jawab, “Saya suka sekali sayur. Saya gak mau kalah sama kambing.” Yang terang, yang bertanya tidak marah, cuma mendelik saja. Hehehe.

Lebih Sering Makan Sayur, Buah-Buahan, Ini alasannya
Lebih Sering Makan Sayur, Buah-Buahan, Ini alasannya

Serius jawaban Sita sebenarnya. Sita suka makan sayuran dan sari laut. Ditambah lagi mengkonsumsi buah-buahan. Lagi pula buah-buahan mudah didapatkannya karena semua itu sudah ada di halaman rumah.

Dikarenakan pula sedari Sita kecil emaknya sering menyuguhkan menu makanan yang cenderung bersayur dan lauk sari laut. Konsumsi daging-dagingan urutan kesekian. Ketika Sita bertanya pada emaknya, kenapa lebih sering mengkonsumsi sayuran, buah-buahan dan sari laut ketimbang daging ayam, kambing atau sapi, Mbaknya yang sulung yang menjawab. “Karena kamu bukan macan.” Sita langsung tepuk jidat, Ya, mbakku.

Lebih Sering Makan Sayur, Buah-Buahan, Ini alasannya
Lebih Sering Makan Sayur, Buah-Buahan, Ini alasannya

Ternyata semua omong-omong diatas ada benernya. Saat itu Sita masih SMP. Kini usianya dua puluh lima tahun dan Sita dapat jawabannya di buku yang ditulis Hiromi Shinya, M.D. yang berjudul The Miracle of Enzyme.

Di salah satu babnya yang membahas kenapa kita mesti sedikit mengkonsumsi daging.   

Dalam buku tersebut dia menjelaskan, makanan seimbang yang ideal terdiri dari 85% makanan nabati dan 15% makanan hewani. Dia menemukan rasio ini dengan melihat jumlah gigi manusia.

Gigi mencerminkan jenis makanan yang dimakan oleh setiap spesies hewan. Dicontohkan gigi pada hewan karnivora semuanya sangat tajam, seperti gigi taring. Gigi taring cocok untuk merobek daging dari tulang mangsanya. Begitu sebaliknya, hewan herbivora mempunyai gigi seperti gigi seri yang tipis, berbentuk kotak dan cocok untuk menggigit tumbuhan. Hewan  herbivora juga mempunyai gigi geraham, untuk menghaluskan tumbuhan yang telah dimakannya.

Menurut Hiromi Shinya, menghitung gigi hewan untuk menentukan makanan yang paling cocok untuk hewan tersebut bukan hal baru. Pada masa lalu, banyak yang menekankan bahwa ada hubungan yang mendalam antara jenis-jenis gigi dan jenis makanan.

Lebih Sering Makan Sayur, Buah-Buahan, Ini alasannya

Manusia memiliki 32 gigi, gigi geraham dan gigi seri, yang pembagiannya sebagai berikut: 2 pasang gigi seri (gigi depan) di atas dan dibawah; 1 pasang gigi taring atas dan bawah;serta 5 gigi geraham di atas dan di bawah. Jadi pada manusia rasionya adalah: 1 gigi taring banding 2 gigi seri banding 5 gigi geraham. Gigi taring untuk menyantap daging dan 2 gigi seri dan ditambah 5 gigi geraham dengan total 7 gigi untuk meyantap makanan nabati.

Bila diterapkan perbandingannya antara tumbuh-tumbuhan dan daging ini , hasilnya adalah rasio 7 banding 1. Dari sini Hiromi Shinya menyarankan agar 85% makanan nabati dan 15% makanan hewani. Atau lebih rinci dia menyarankan : biji-bijian 50%, sayuran dan buah-buahan 35-40%, serta daging 10-15%.  

Ini menarik sekali. Dia memaparkan alasannya begini: Mungkin porsi sayur-sayurannya terlalu besar. Dia lalu menyontohkan simpanse, hewan yang gennya paling mirip dengan gen manusia.  Makanan simpanse ini terdiri dari 95,5% vegetarian. Pembagiannya adalah 50% buah-buahan, 45,6% kacang-kacangan, kentang, umbi-umbian, dan sisa 4,5% dari makanan hewan itu sendiri, yang terdiri dari serangga seperti semut. Mereka bahkan tidak makan ikan.

Dia juga telah memeriksa oragan-organ pencernaan simpanse dengan menngunakan endoskop, tetapi organ-organ pencernaan mereka begitu serupa dengan organ-organ manusia sehingga dengan hanya melihta saja Hiromi Shinya tidak dapat membedakan apakah itu milik manusia atau milik simpanse.  Dan paling mengejutkan Hiromi Shinya.

Adalah betapa bersih ciri-ciri dan karasteristik lambung dan usus mereka.

Tidak seperti manusia, hewan liar akan langsung mati jika mereka jatuh sakit. Secara naluri hewan liar tahu makanan apa yang mendukung hidup dan melindungi hidup mereka.  

Hiromi Shinya percaya bahwa penting bagi kita semua untuk belajar dari alam, dan dengan merendahkan diri, kembali kepada prinsip-prinsip dasar makanan, katanya kemudian.

Hiromi Shinya, telah berpraktek kedokteran selama empat puluh tahun lebih, mengobati para presiden, perdana mentri, bintang film, musisi dan banyak lagi pasien-pasiennya.

Kini Sita paham, kenapa emaknya menyuguhkan makanan buat keluarganya dengan komposisi tersebut di atas, yang tidak jauh beda dengan saran Hiromi Shinya dalam bukunya The Miracle of Enzyme. Lebih Sering Makan Sayur, Buah-Buahan, Ini Alasannya.

Sumber: buku The Miracle of Enzyme.

Oleh: KSmartini Muchdor