Sandal Hilang sampai Sepeda Motor di Masjid ini, Siap Diganti

Sandal hilang sampai sepeda motor di Masjid ini, siap diganti. Kejadian hilangan sandal atau tertukar di masjid sering kali kita dengar. Atau kita pernah mengalami sendiri. Bisa saja yang memakai sandal kita adalah orang yang tertarik pada milik kita karena bagus lalu dicobanya dan ia lupa melepaskannya.

Meski telah disediakan tempat pentipan sandal cerita sandal hilang masih saja kita dengar.

Atau yang paling mengenaskan adalah motor kita hilang saat kita tinggal sholat.

Namun ada masjid yang berani menggaransi sandal atau sepeda kita yang hilang, bahkan sepeda motor kita sekalipun. Jamaah yang shalat di masjid ini tak perlu khawatir karena pengurus masjid ini siap mengganti barang kita yang hilang.

Masjid Jogokariyan di Kampung Jogokariyan, Kecamatan Mantrijeron, Yogyakarta yang menjamin kehilangan apabila barang kita hilang saat shalat di masjid tersebut. Pengurus masjid sepakat, apapun yang hilang ketika kita mengikuti aktivitas di masjid Jogokariyan akan mengganti dengan barang atau uang yang jumlahnya sebesar harga barang yang raib itu.

” Sebenarnya kebijakan mengganti barang jemaah yang hilang itu sudah berlangsung sejak 1999, ” ujar Takmir Masjid Jogokariyan, Ahmeda Aulia Nurseta pada Tempo, Minggu 12 Mei 2019. Ia menyeritakan, waktu  itu di tahun 1999, saat takmir masjid masih dipegang sesepuh Jogokariyan, Jazir, ada jemaah mengaku kehilangan sandal di masjid itu saat beribadah.

Jazir yang sekarang ini menjadi Ketua Dewan Syuro Takmir Masjid Jogokariyan punya inisiatif untuk mengganti sandal jamaah tersebut dengan uang pribadinya. Jazir tidak meminta ganti uang dari kas masjid lantaran saat itu uang kas masjid belum banyak dan ia khawatir  nanti justru akan mengurangi uang kas.

Kejadian sandal hilang itu terjadi berulang kali. Andai ada barang yang raib, maka takmir akan bertanggung jawab untuk menggantinya dengan menggunakan uang pribadi.Pada tahun 2000-an, Masjid Jogokariyan makin berkembang dan jumlah jemaahnya bertambah. Alhasil, infaq yang masuk juga semakin bertambah untuk dikelola.

Kebijakan yang telah disepakati takmir masjid yang menggunakan dan pribadi buat mengganti barang yang hilang diubah dengan tidak lagi menggunakan dana pribadi takmir, melainkan dialihkan ke pos tersendiri dari kas masjid. Kebijakan ini mulai diterima jemaah.

Ahmeda Aulia menjelaskan mengganti barang jemaah yang hilang saat beribadah demi memberikan rasa tenang sekaligus bentuk tanggung jawab dalam pelayanan. Uniknya, setelah pengurus Masjid Jogokariyan menerapkan kebiajakan itu, maka laporan barang jemaah yang hilang kian berkurang.

Entah karena kesadaran atau hal lainnya, menurut dia, jemaah Masjid Jogokariyan semakin merasa aman dan tenang menjalankan ibadahnya. Meski begitu, masih ada satu dua kasus kehilangan yang sempat terjadi, dan pengurus masjid bersedia mengganti.

Ahmeda Aulia juga menyontohkan, beberapa tahun yang lalu ada jemaah yang lapor kehilangan sepeda yang diparkir di halaman masjid ini. Menurut jamaah yang harga sepedanya yang hilang itu kisaran Rp 1,5 juta. ” Tapi saat sudah disiapkan dana pengganti dari kas, pihak yang kehilangan sepeda malah menolak dengan alasan sudah mengikhlaskan sepedanya yang hilang, ” kata Ahmeda Aulia.

Selama ini, Ahmeda Aulia melanjutkan, belum ada jamaah yang laporan kehilangan sepeda motor. Andaikan itu terjadi, pengurus Masjid Jogokariyan tetap bersedia mengganti.

Sejumlah kamera CCTV  terpasang di area masjid demi menjaga keamanan terutama di area parkir kendaraan bermotor. ” Para pemuda masjid juga turut berjaga saat ada kegiatan besar, ” kata Ahmeda Aulia.

(sumber: Tempo.co.)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *