Peringatan Hari Bumi 22 April 2019, Paedophryne Amauensis Vertebrata Terkecil

Peringatan Hari Bumi 22 April 2019, paedophryne amauensis vertebrata terkecil.Tanggal 22 April 2019 Google merilis google doodle sebagai persembahan peringatan Hari Bumi Sedunia. Google doodle kali ini tampilannya berupa video animasi yang bercerita tentang hewan dan tumbuhan yang terancam kepunahannya.

Hewan yang terancam kepunahannya adalah: burung Albatros, katak mikro paedophryne amauensis , ikan raja laut, ekor pegas gua dalam    

Tanaman yang tergolong yang harus dilindungi: redwood pesisir, teratai raksasa amazon

Paedophryne Amauensis  atau Vertebrata Terkecil

Adalah katak  terkecil di dunia yang diketahui seukuran lalat, ungkap sebuah studi baru. Dengan panjang rata-rata 7,7 milimeter, lebih kecil dari pemegang rekor sebelumnya, yakni spesies ikan Asia Tenggara paedocypris progenetica, yang ukuran betinanya sekitar 7,9 milimeter.

Selama survei lapangan baru-baru ini di Papua Nugini selatan, para ilmuwan menemukan paedophryne amauensis dan spesies baru katak kecil lainnya, paedophryne swiftorum, yang berukuran sekitar 8,6 milimeter.

“Saya pikir itu luar biasa bahwa mereka terus menemukan katak yang lebih kecil dan lebih kecil,” kata Robin Moore, pakar amfibi dari Conservation International, yang tidak terlibat dalam penelitian ini.

Sudah jelas mereka beradaptasi untuk masuk ke ceruk yang tidak didatangi oleh orang lain,” katanya.

Memang, katak ini kemungkinan berkembang-biak dalam ukuran kecil dan meraka makan invertebrata kecil pula, seperti tungau, makanan yang diabaikan oleh predator yang lebih besar, kata rekan penulis studi Christopher Austin, seorang ahli biologi di Louisiana State University di Baton Rouge.

Katak Mikro Sulit Ditangkap

Ditemukan pada 2010 tetapi diumumkan pada hari Rabu, semua spesies dari genus Paedophyrne berukuran kecil dan terlihat hidup hanya di tumpukan sampah daun di hutan hujan Papua.

Para ilmuwan itu menemukan hewan-hewan kecil dengan mendengarkan nada panggilan mereka dan mencoba menyimak sumber suara yang sulit ditangkap, karena nada tinggi panggilan bukan dari kata tersebut membuat sumber suara kata mikro itu sangat sulit bagi manusia untuk menemukan.

Austin bersama mahasiswa pascasarjana Eric Rittmeyer mencoba empat kali untuk menemukan katak mikro itu namun nihil. Karena putus asa meraih segenggam besar sampah daun dan memasukkannya ke dalam kantong plastik.

Para ilmuwan kemudian memilah-milah isinya sampai, “…akhirnya kami melihat benda mungil ini melompat dari salah satu dedaunan,” kata Austin.

Katak-katak itu sangat kecil menjadi kesulitan untuk melihat pola kulit mereka yang berwarna tanah dengan mata telanjang, sehingga Austin memutuskan mengambil gambar katak itu dan kemudian memperbesarnya, menggunakan kamera digital seperti mikroskop.

Ternyata sama sulitnya antara memotret katak mikro itu sama mencari mereka. Ketika Austin membawa kamera ke matanya, subjek sering hilang alias blur.

Katak-katak mikro itu adalah “pelompat luar biasa. Mereka dapat melompat 30 kali lebih lama dari ukuran tubuh mereka,” kata Austin, yang hasil studinya itu diterbitkan 11 Januari dalam jurnal PLoS ONE.

Katak Mikro New Guinea Tidak Sendiri

Sebagai bagian dari penelitian, Austin dan rekannya juga melakukan perbandingan genetik global katak kecil.

Tim menemukan bahwa katak kecil New Guinea itu telah berkembang-biak mandiri 11 kali sepanjang hidupnya, dan katak itu cocok hidup di hutan hujan tropis, di mana kulit amfibi tidak akan mengering dan makanan berlimpah untuknya

Seperti yang dikatakan dalam penelitian ini, “katak kecil bukan suatu hal aneh, tetapi keunikannya mewakili habitatya yang sebelumnya tidak dikenal.”.

Tonton video google doodle berikut…

(sumber: google search, national geographic)

Baca juga…. Menggunakan Spesifikasi Khusus Tinta Pemilihan Umum di Indonesia

Baca juga… Sejarah Singkat Pemilihan Umum Sejak Indonesia Merdeka Sampai Pemilu 2019

Baca juga….Alamat Bank Jatim Capem Yosowilangun Lumajang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *