Peringatan Hari Bumi 22 April 2019, Ikan Raja Laut

Peringatan Hari Bumi 22 April 2019, Ikan Raja Laut. Tanggal 22 April 2019 Google merilis google doodle sebagai persembahan peringatan Hari Bumi Sedunia. Google doodle kali ini tampilannya berupa video animasi yang bercerita tentang hewan dan tumbuhan yang terancam kepunahannya.

Hewan yang terancam kepunahannya adalah: burung Albatros, katak mikro paedophryne amauensis , ikan raja laut, ekor pegas gua dalam   

Tanaman yang tergolong yang harus dilindungi: redwood pesisir, teratai raksasa amazon

Ikan Raja Laut

Ikan Raja Laut Ini merupakan nenek moyang jenis ikan masa kini. Namun jika ingin merasakan langsung bagaimana rupa dan fisik ikan raja laut tersebut kunjungi ke gedung Zoologi, Pusat Penelitian Biologi LIPI di Cibinong, Kabupten Bogor.

Ikan raja laut diperkirakan keberadaannya 400 juta tahun yang lalu, coelacanth nama yang lebih dikenal. Nama coelacanth sendiri berasal dari kata Yunani yang berarti coelia (rongga), dan acanthos (duri), yang berarti ikan dengan duri berongga.

Pada 1998 seekor ikan coelacanth tertangkap nelayan di Sulawesi Utara, tepatnya di perairan Manado Tua,. Bagi para nelayan lokal Ikan ini dikenal akrab sejak lama, namun keberadaannya belum diketahui oleh dunia ilmu pengetahuan. Ikan raja laut itu kemudian dikirim kepada seorang peneliti Amerika, Mark Edmann,  yang hidup di Manado. Bersama dua koleganya, Moh. Kasim Moosa dari LIPI dan R.L. Caldwell,  Mark kemudian menerbitkan penemuannya di majalah Nature, 1998, sebuah majalah ilmiah..

Beberapa jenis Latimeria hidup pada kedalaman laut antara 150 – 2000 m, suhu sekitar 18o C. Jenis Latimeria ini suka lereng-lereng vulkanis serta bergua lava. Sedangkan siang hari ikan ini cenderung menyukai tinggal di gua dengan cara berkelompok. Dalam satu kelompok kecil ada kira-kira 14 ekor.

Saat malam ikan ini akan keluar mengikuti jalannya arus buat cari makan. Latimeria termasuk ikan predator; makanannya seperti  ikan-ikan kecil yang hidup di dasar laut dan kolom-kolom pertengahan. Karena ikan raja laut mempunyai susunan saluran pencernaannya yang berdinding berlipat-lipat.dan tebal.

Ikan ini mendapat sebutan raja laut dan mempunyai tampang garang namun aslinya ikan coelacanth ikan  pemalas. Mungkin itu dikarenakan tubuh yang tegap sehingga gerak renangnya jadi lambat. Meskipun memiliki sirip yang berbentuk tonjolan daging yang seerupa tangan dan kaki, namun ikan ini tidak dapat berjalan di dasar perairan. Namun ketika urusan berenang, kedua sirip perut dan dadanya menampakan gerakan seperti langkah kuda yang berjalan perlahan. Selain itu, ikan raja laut terkadang menunggingkan ttubuh ke dasar perairan gaya tegak serta moncongnya menyentuh dasar perairan. Dalam kondisi seperti ini sirip ekornya bergerak dan berputar dalam keadaan menyiku terhadap tubuhnya.

Ikan raja di laut termasuk golongan ikan yang mengalami pembuahan dalam tubuh serta melahirkan anaknya. Pola pembiakan ini tidaklah sama dengan beberapa jenis ikan pada umumnya, dimana dalam pembuahan dilakukan di luar tubuh.

Meskipun proses pembuahan serta perkembangan telur dilakukan dalam saluran reproduksi, telur yang berkembang dari induk seperti yag terjadi pada hewan menyusui  Telur-telur yang dihasilkan oleh ikan raja di laut tergolong minim, kisaran 26 butir  dan tersimpan dalam saluran reproduksi atau disebut oviduct. Setelah dibuahi butuh waktu yang lama yaitu sekitar satu tahun hingga tumbuh jadi anakan yang siap untuk dilahirkan. Reproduksi yang minim serta penyebaran yang terbatas menjadi ikan raja laut ini mendapat  status konservasi terancam kepunahan.

Tonton video berikut…

(sumber: google search, LIPI)

Baca juga…Aplikasi Ijah, Bantu Peneliti Jamu untuk Proses Cepat Formulasikan Jamu

Baca juga … Mengapa Baterai Akhirnya Mati

Baca juga… Kartini Kartini Setangguh Kartono

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *