Peringatan Hari Bumi 22 April 2019, Burung Albatros

Peringatan Hari Bumi 22 April 2019, burung Albatros. Tanggal 22 April 2019 Google merilis google doodle sebagai persembahan peringatan Hari Bumi Sedunia. Google doodle kali ini tampilannya berupa video animasi yang bercerita tentang hewan dan tumbuhan yang terancam kepunahannya.

Hewan yang terancam kepunahannya adalah: burung Albatros, katak mikro paedophryne amauensis, ikan raja laut, ekor pegas gua dalam   

Tanaman yang tergolong yang harus dilindungi: redwood pesisir, teratai raksasa amazon

Burung Albartos Kelana

Albatros, adalah burung laut yang paling besar pada ordo Procellariiformes yang satu kelompok Procellariidae, Petrel badai dan Petrel penyelam.

Burung ini banyak ditemukan di Pasifik Utara dan Samudra Antartika meskipun ditemukan keberadaan fosilnya di Antlantik Utara. Albatros ini merupakan burung layang yang cukup besar. Dimana ukuran bentang sayapnya saja 340 cm, daripada burung lainnya. 

Saat terbang albatross punya teknik sendiri untuk melayang, ada terbang membumbung dan terbang melayang. Dia pun punya menu makan yang khas yaitu udang, cumi-cumi dan ikan yang didapat di sekitar permukaan air, ikan yang kesasar di celah batuan tepi pantai atau kadang sampai menyelam.

Kebiasaan hidup albatros ini adalah berkelompok, membuat sarang di yang letaknya di tengah samudra.di pulau yang terpencil. Kebiasan hidup lainnya dari Albatros ini adalah monogami! Tidak pecaya? Tapi itulah yang dikatakan pengamat burung albatros. Burung ini bertahan dengan satu pasangan saja sepanjang hidupnya. Selama musim bertelur hanya satu butir saja untuk berkembang-biak.

Ada albatross liar dan berumur  paling tua di dunia, yaitu albatross laysan yang dapat julukan “Wisdom” yang telah ditemukan para ahli di sebuah kepulauan Midway, dan telah ditandai oleh Chandler Robbins pada tahun 1955.

Sejumlah 19  spesies albatross yang diakui IUCN (International Union for Conservation of Nature and Natural Resources ) adalah kategori terancam kepunahan. Kian tahu kian menurun jumlahnya dikarena perburuan bulunya.

Tidak hanya perburuan bulunya yang mengakibatkan kepunahannya namun ada faktor lain yang membuatnya pelahan-lahan punah. Seperti kucing liar dan tikus yang memangsa telur burung, dan yang mengenaskan memangsa anaknya. Padahal berkembang biak burung ini begitu lama, tak secepat burung lain yang sekali bertelur bisa lebih dari dua. Ditambah kasus polusi pada laut yang mengakibatkan penurunan tangkapan ikan dan penangkapan ikan yang berlebihan dengan tidak mematuhi siklus ikan maka bertambahlah derita buat Albatros.

Tonton video berikut…

(Sumber : google search, Wikipedia Indonesia)

Baca juga...Tanda-tanda Jagoan Keluh

Baca juga… Hati-hati! Menerima Video Call

Baca juga… Festival Penis Kanamara Matsuri Jadi Perayaan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *