Nama-Nama Sarung dari Berbagai Belahan Dunia

Di Indonesia disebut sarung

Nama-mama sarung dari berbagai belahan dunia.Masyarakat Indonesia ketika ditanya soal sarung maka spontan jawab, tidak pakai lama apa itu sarung. Karena sarung merupakan busana yang fleksibel dan paling populer yang dipakai setiap hari untuk sholat bagi kaum pria, atau busana paling afdol dikenakan bila ada hajatan. Namun sarung bisa juga buat selimut atau jaket (penutup badan bagian atas) seperti masyarakat di pegunungan untuk menangkis dingin.

Umumnya sarung merupakan busana berupa kain bentuk persegi empat, dengan ukuran standart sehingga dapat penutupi sebagian besar anggota tubuh, dengan pemakaian yang simpel cukup dilipat dan dililit simpel. Model sarung ini akan terlihat sama di semua wilayah saat dikenakan, yang membedakannya hanya design motifnya saja.

Perbedaan motif inilah yang kadang membedakannya secara khas antara satu daerah dengan daerah di Indonesia, juga di berbagai negara di dunia.

Pernahkah terlintas di pikiran kita dari mana asal sarung ini? Apa sarung ini asli dari Indonesia atau tidak. Di Indonesia, sarung telah lama dikenal bahkan sudah menjadi bagian dari budaya di beberapa daerah, dari Indonesia Timur sampai Indonesia Barat. Akan tetapi, sebenarnya sarung bukanlah kain yang berasal dari Indonesia.

Adapun nama-nama sarung dari berbagai belahan dunia tidaklah sama tapi bentuknya tak jauh beda sarung  dari suatu negara dengan negera lainnya. Kata sarung berasal dari bahasa Melayu, yang berarti penutup. Menurut sejarahnya, sarung yang dikenal di Indonesia atau di kawasan Asia Tenggara berasal dari Yaman dan Hadramaut.

Futah, izaar, wizar, ma’waz

Di tanah Arab, sarung dikenal dengan berbagai nama lokal seperti izaar, fūṭah, wizār dan ma’waz. Di Hadhramaut sarung disebut ṣārūn  dan dinamai ṣārūm di wilayah pesisir.

Di Oman, sarung disebut wizār, yang umumnya berwarna putih. Adapun di Arab Saudi, sarung dikenal sebagai izaar. Desainnya bisa berupa kotak-kotak atau bergaris-garis dan juga bunga.

Karena yang membawa bangsa Arab sehingga sarung ini lebih dicirikhaskan dengan pakaian kaum muslimin, khususnya di Indonesia. Meskipun sarung menjadi ciri khas busana kaum muslimin, di tempat asalnya sarung sudah dikenal sebelum masa turunnya Islam. Sarung ini kemudian dibawa oleh para pelaut Arab dari zaman dahulu dan menyebar ke berbagai belahan dunia. Mulai dari Afrika hingga negara-negara di kepulauan pasifik.

macawis, jenis sarung di Somalia

Tambahan lagi, di negara-negara kepulauan Pasifik, seperti di Fiji sarung dikenal dengan sulu. Di Hawaii dengan sebutan ‘kikepa’,  lalu di Papua New Guinea dinamai lap-lap, yang dipakai oleh laki-laki dan perempuan. Sedangkan di Rotuma sarung dikenal dengan ‘hạ fạli’. Begitu pun di Samoa diberi nama lavalava (atau juga lava-lava). Lantas di Cook Islands dan Tahiti, sebutan untuk sarung adalah pāreu; lanjut di Tonga sarung dinamai tupenu.

Di Fuji, sulu nama lain sarung, merupakan pakaian yang dikenakan pada acara resmi
Kikepa, pakaian tradional masyarakat Hawaii

Kemudian di Sri Lanka sarong sangat umum dan hanya dipakai oleh pria, ada jenis sarung yang sama yang dikenakan oleh kaum wanita adalah ‘redda’. Sarong adalah pakaian umum bagi kebanyakan pria di pedesaan dan bahkan beberapa komunitas perkotaan. Namun uniknya, jumlah orang yang memakai sarung sebagai pakaian keseharian mereka mengalami penurunan di Sri Lanka. Dikarenakan alasan sarong membawa imej sebagai pakaian untuk kelas sosial bawah.

Sarong di Sri Lanka umumnya dikenakan pria dan wanita
Lungi, sebagian besar dikenakan masyarakat di kawasan Asia Selatan

Apa pun nama-nama sarung dari berbagai belahan dunia sarung merupakan bagian dari keseharian kita.

(sumber: ganaislamika.com)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *