Khasiat Jamu Tradisional Indonesia

Khasiat jamu tradisional Indonesia. Mendengar kata jamu bagi orang Indonesia adalah sebuah kata yang tidak asing. Begitu orang mendengar kata jamu orang langsung mengaitkan dengan rasa pahit, ada yang mengaitkan dengan obat tradisional. Tapi tahu tidak apa arti jamu itu sendiri.

Jamu, apakah itu singkatan dari jangan lemu (gemuk)? Bisa jadi. Ada lho jamu yang diramu untuk pelangsing tubuh.

Jamu, apakah juga singkatan dari jadi lemu? Bisa, bisa. Jamu ada yang diresepkan untuk orang kurus ingin gemuk (bukan obesitas).

Sesungguhnya jamu adalah sebutan untuk obat tradisional dari Indonesia.  Atau saat ini lebih ngetren orang bilang herbal.

Jamu dibuat dari bahan-bahan alami, berupa bagian dari tanaman seperti umbi (akar-akaran), kulit batang, daun-daunan, dan buah. Dan jamu punya rasa yang khas yakni pahit. Untuk mengurangi rasa pahit orang biasanya menambahkan madu. Selain madu sebagai pengurang rasa pahit, ada yang menambahkan anggur  pada racikan jamunya, untuk menghangatkan tubuh.

Berbagai bentuk sajian dari jamu, bisa dalam bentuk cair atau seduhan, padatan (bobok-an) dan pil. Namun ciri khas jamu adalah bentuk cair atau seduhan.

Kebanyakan orang lebih menyukai minum jamu dikarenakan mempunyai khasiat seperti obat medis atau obat modern. Jamu lebih aman karena kandungan bahan herbalnya, jarang menggunakan bahan kimiawi. Satu jenis jamu terdiri dari berbagai tanaman obat yang jumlahnya antara 5 – 8 macam, bahkan bisa lebih. Meski jamu dipercaya fungsinya seperti obat modern namun tidak boleh mengabaikan persyaratan keamanan dan mutu.

Sejarah Jamu

Jamu sudah dikenal pada saat zaman kerajaan Mataram kuno. Ini dibuktikan berbagai temuan benda seperti cobek dan uleg-uleg. Benda prasejarah itu ditemukan di situs arkeologi Liyangan yang berlokasi di lereng gunung Sindoro, Jawa Tengah. Sampai saat ini budaya menggunakan alat tersebut masih banyak diproduksi dan digunakan oleh masyarakat baik untuk membuat ramuan atau untuk keperluan rumah tangga. Adanya jamu sejak ribuan tahun lalu didukung oleh bukti-bukti temuan dari para pakar arkeolog yang menemukan berbagai artefak. Temuan ini ditemukan di Surakarta dan Yogyakarta seperti di candi Borobudur pada relief  Karmawipangga, candi Brambang, candi Prambanan dan beberapa lokasi lainnya. Kala itu, rahasia kesehatan dan kesaktian petinggi-petinggi dan para pendekar kerajaan berasal dari latihan kanuragan dan juga mengkonsumsi beberapa ramuan.

Jamu banyak digunakan para putri raja sebagai rahasia kecantikan mereka, yang terkenal adalah ramuan lulur. Hal ini semakin diperkuat dengan gambar relief pohon Kalpataru, sebuah pohon sebagai simbol dari keabadian. Pada Candi Borobudur ditemukan juga relief gambar orang sedang “mengulek” menggunakan cobek dan ulekan, seorang yang seperti tabib sedang mengobati dan memijat pasiennya, dan para penjual minuman jamu gendong.

Tradisi menjual ramuan obat tradisional gendong masih bertahan hingga saat ini meski sekarang sudah mulai jarang ditemukan terutama di kota-kota besar. Bahkan saat ini para penjual jamu gendong justru kebanyakan adalah mereka yang sudah berusia lanjut.

Perubahan zaman begitu cepat, dimana saat ini orang cenderung menyukai yang praktis bahkan pada jamu sekalipun. Para pembuat ramuan tradisional atau produsen jamu pun harus kreatif, bagaimana agar produk mereka bisa tetap bertahan dan dapat digunakan oleh masyarakat. Zaman dahulu jamu biasa menggunakan ramuan yang dihaluskan ataupun hasil rebusan dari beberapa bahan alami, tetapi sekarang banyak yang menggunakan alat modern untuk memproduksinya sehingga berbentuk kapsul dan pil.

Bahan-bahan yang digunakan tidak berbeda dengan zaman dulu, masih menggunakan bahan alami. Hanya saja untuk peredaran jamu “modern” saat ini mesti mengikuti aturan pemerintah yang mengharuskan para produsen melakukan verifikasi uji coba di BPOM.Hal ini pun berlaku untuk produk-produk herbal. Jadi mari kita budayakan tradisi dari obat herbal khas Indonesia ini agar khasiat jamu tradisional Indonesia tetap dikenal terus masyarakat.

Tonton video berikut…

(sumber: schoolpouringright.com)

Baca juga… 5 Alasan Tersembunyi Mengapa Lemak Perut Anda

Baca juga… Pulau Tak Bernama Milik Kerbau Rawa

Baca juga… Budsies, Membuat Anak-Anak Bahagia Dengan Mengubah Corat-Coret

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *