Ketahui Jenis Kejang Pada Anak

Kejang demam selalu menjadi kekuatiran bagi orang tua yang memiliki balita. Kenyataan yang terjadi pada saat anak kejang, yakni mata membelalak atau melotot, badan kaku, kontraksi, kadang Iidah tergigit. Dengan melihat balita dalam kondisi seperti ini membuat orang tua menjadi panik.

Namun benarkah kejang demam berbahaya? Lantas apa yang harus orang tua lakukan jika anaknya kejang? Dan bagaimana mencegah terjadinya kejang demam pada anak?

Apa Itu Kejang?
Masyarakat luas Iebih mengenalnya dengan sebutan step (stuip), kejang yang disertal demam disebut kejang demam, biasanya dikarenakan karena adanya suatu penyakit dalam tubuh si kecil. Misalnya demam tinggi akibat infeksi pada sauran pernapasan, infeksi pada telinga, infeksi saluran pencernaan, dan infeksi saluran perkemihan. Biasanya anak-anak juga merasakan kejang yang tidak disertai demam. Penyebabnya bermacam-macam, bisa berasal dan kelainan di otak/neurologis, bukan berasal dan otak atau faktor keturunan. Beberapa contoh di antaranya, tumor otak, radang otak, perdarahan di otak, atau kekurangan oksigen dalam jaringan otak (hipoksia).

Kejang demam ada dua tipe, yaitu

1.Kejang demam sederhana
kejang demam sederhana adalah kejang yang dapat berhenti sendiri, lama kejang sekitar 15 menit dan hanya terjadi sekali dalam 24 jam, serta tidak meninggalkan abnormalitas setelah kejang.

2. Kejang demam kompleks. Sementara kejang demam kompleks apabila dijumpai kejang dengan waktu di atas 15 menit, Iebih dan satu kali dalam 24 jam, biasanya didapatkan kelainan neurologis sebelum terjadinya kejang.

(sumber: buku Self Help Emergency, Penulis: Nengsih Yulianingsih, Skep., NS., MPH.)

Baca ini juga …> Dokter Ahli Kesuburan Terbukti Jadi Ayah Biologis dari 48 Anak Pasiennya, Pakai Spermanya Sendiri Untuk Pasiennya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *