Jangan Panik Bila Anak Kita Alami Kejang

Pertolongan pertama harus segera dilakukan ketika mengetahui anak alami kejang demam,  supaya dapat mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. Setelah itu, jangan tunggu waktu lagi dan bawa segera anak ke dokter atau ke klinik terdekat. Dengan begitu, si kecil akan mendapat penanganan Iebih lanjut yang tepat dari para ahli. Biasanya dokter juga yang akan memberikan obat penurun panas, sekaligus membekali obat untuk mengatasi kejang dan antikejang.

Pertolongan pertama yang dapat dilakukan orang tua sebelum pertolongan medis datang, yaitu:
1. Jangan panik saat menghadapi si kecil yang sedang kejang demam. Sikap panik hanya akan membuat kita tak tahu harus berbuat apa yang mungkin akan membuat penderitaan anak tambah parah.
2. Jangan gunakan alkohol atau air dingin untuk mengompres si kecil. Penggunaan alkohol sangat berpeluang menyebabkan iritasi pada mata dan intoksikasi/keracunan karena uap alkohol dapat terserap ke kulit atau paru-paru anak, inhalasi alkohol selama kompresjuga bisa menimbulkan hipoglikemia bahkan koma. Jika mengompres dengan air dingin, otak akan menyangka bahwa suhu di luar tubuh dingin maka otak akan memerintahkan tubuh untuk menaikkan suhunya dengan cara menggigil sehingga memproduksi panas. Akibatnya suhu tubuh anak bukannya turun, melainkan tambah panas.
3. Jangan selimuti si kecil dengan selimut tebal. Selimut dan pakaian tebal serta tertutupjustru akan meningkatkan suhu tubuh dan menghalangi penguapan. Pakaian ketat atau yang mengikat terlalu kencang sebaiknya dilepas karena bisa menimbulkan kesulitan untuk bernapas.
Pastikan anak mendapat oksigen yang cukup. Saat anak kejang di tempat yang sumpek atau sempit, segera bawa anak di tempat yang lebih Ionggar, agar anak mendapat oksigen yang cukup. Jika anak kejang disertai muntah atau mengeluarkan cairan dari mulutnya, segera miringkan posisi kepalanya ke bagian sisi kanan atau kiri sehingga muntahan dapat mudah mengalir dan mulut si kecil, hal mi juga dapat membantu anak agar tidak tersedak.
4. Agar si kecil tidak cedera, pindahkan benda-benda keras atau tajam yang berada dekat anak. Jika anak memasukkan jari ke mulutnya sendiri saat kejang, segera keluarkan karena saat kejang jari yang masuk ke mulut bisa terluka.
5. Sebaiknya tidak menahan atau menggendong anak ketika sedang kejang karena akan memicu terjadinya kondisi yang buruk. Letakkan anak di tempat yang rata dengan posisi terlentang dan posisi kepala miring.
6. Jangan memberi minuman/makanan segera setelah berhenti kejang apalagi saat kejang, karena berpeluang membuat anak tersedak. Jika benar-benar telah sadar, usahakan si kecil banyak minum dan makan makanan berkuah atau buah-buahan yang banyak mengandung air. Bisa berupa jus, susu, teh, dan minuman Iainnya agar cairan tubuh yang menguap akibat suhu tinggi bisa cepat tergantikan.
Hati-hati dengan mitos seputar penanganan kejang demam yang ada di masyarakat, misalnya membeni kopi, memasukkan sendok yang dililit kain. Alih-alih menangani kejang pada anak, malah akan menimbulkan masalah lain. Memasukkan sendok ke dalam mulut bayi bisa berakibat merusak sendi tulang rahangnya. Sementara itu, kopi dikatakan bisa menurunkan ambang batas kejang pada anak. Seharusnya anak akan mengalami kejang pada suhu badan 38-39 0C, tetapi dengan pemberian kopi anak akan mengalami kejang pada suhu badan 37-38 O sehingga kopi akan mempercepat anak menjadi kejang dengan suhu badan lebih rendah.

Pantau Kejang Demam Jangan Sampai Terulang

Ini penting bagi para orang tua, ketika anaknya terkena kejang demam. Orang tua harus ekstra hati-hati karena dalam setahun pertama setelah kejadian, kejang serupa atau malah yang Iebih hebat berpeluang terulang kembali. Karena kejang tidak boleh dibiarkan berulang dan tidak boleh berlangsung lama atau lebih dan 5 menit. Setiap kali kejang dikuaatirkan anak mengalami asfiksi atau kekurangan oksigen dalam darah. Apabila hal ini terjadi maka aliran oksigen ke otak pun akan berkurang dan setiap menit bisa mengakibatkan kerusakan sel-sel pada otak.
Bisa dibayangkan apa yang terjadi bila anak berkali-kali terkena kejang. Berapa ribu sel otak yang akan rusak karena tidak adanya aliran oksigen ke otak? OIeh sebab itu, hendaknya orang tua terus memantau agar jangan terjadi kejang berulang. Untuk mengantisipasinya, sediakanlah obat penurun panas dan obat antikejang yang telah diresepkan oleh dokter. Walaupun begitu, orang tua jangan terlalu khawatir karena dengan penanganan yang tepat dan segera, kejang demam yang berlangsung beberapa saat umumnya tidak menimbulkan gangguan fungsi otak.

Kejang Epilepsi

Waspadai bila si kecil sering kejang tanpa demam, terutama di bawah usia 6 bulan karena kemungkinan besar anak menderita epilepsi. Anak yang berisiko menderita epilepsi adalah anak-anak yang lahir dari keluarga yang mempunyai riwayat epilepsi. Selain itu juga anak-anak dengan kelainan neurologis sebelum kejang pertama datang, baik dengan atau tanpa demam. Epilepsi bukan penyakit menular dan jangan khawatir apalagi sampai mengucilkan anak epilepsi. Anak yang menderita epilepsi dapat tumbuh dan berkembang seperti anak-anak lainnya, kecuali yang lahir dengan kelainan atau gangguan pertumbuhan. Prestasi belajar mereka pun tidak kalah dengan anak yang normal. Yang penting ank tertangani dengan baik. Pada anak epilepsi, fokus perawatannya adalah jangan sampai terjadi kejang lagi. Untuk itu, perlu kontrol paling tidak setiap 3 bulan agar penanganan dari dokter berjalan terus.

(Ditulis ulang dari : buku Self Help Emergency, Penulis: Nengsih Yulianingsih, Skep., NS., MPH.)

Baca juga….> Ketahui Jenis Kejang Pada Anak

Baca juga….> Faktor Penyebab Dan Dampak Kejang Demam Pada Anak

Baca juga….> Ketahui Tanda –Tanda dan Gejala Anak Mengalami Kejang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *