Jangan Lupa Pakai Helm, Dong

Jangan Lupa Pakai Helm, Dong. Helm merupakan alat pelindung diri utama saat berkendara motor yakni pelindung kepala kita. Melindungi kepala dari benturan dengan permukaan jalan saat terjatuh dari motor.

Tidak hanya itu .Ada banyak manfaat lainnya:

1. Melindungi Mata. Enaknya kalau memakai helm mata kita terlindungi dari paparan sinar matahari yang berlebih yang masuk ke mata kita. Juga melindungi pantulan panas jalan beraspal, hempasan air hujan dan debu. Tambah lagi kalau kita lagi berkendara malam hari di daerah sisi kanan-kirinya hanyalah hamparan sawah atau ladang untuk itu helm amat penting mencegah hewan ngengat yang mendadak menabrak mata kita. Bikin perih.

2. Melindungi Telinga. Melindungi intensitas angin dan suara dari kendaraan lain yang menerobos ke  telinga kita. Terlalu sering tidak memakai helm perlahan-lahan akan terjadi “ke-tuli-an”. Diajak bicara respon awalnya . “Ya, apa?” atau “Ha, apa?”   

Ada beberapa alasan tidak mau kenakan helm. :
1. Jarak tujuan dekat
2. Barusan oleskan pomade mahalnya.
3. Sedang pakai konde
4. Barusan keramas. Jadi dikeringkan dengan bantuan alam, alias diangin- anginkan biar cepat kering.
5. Memang tidak punya helm.

Helm Punya Jangka Waktu Pemakaian

Tapi perlu diketahui juga  helm punya umur pemakaian. Itu sebabnya, saking pentingnya alat pelindung kepala ini, sebuah organisasi di luar negeri, sampai punya fasilitas sendiri untuk meloloskan produksi helm yang akan dipakai di pasaran atau bahkan di arena balap.

Helm punya umur pemakaian dengan rentang waktu 2-4 tahun, dengan pemakaian tanpa terjatuh. Semisalnya helm sudah sering terjatuh, apakah itu saat sedang ditaruh atau tidak sedang digunakan, sebaiknya kita ganti dengan helm baru. Karena akibat jatuh tidak bisa jadi beberapa komponen akan mengalami retak bahkan kerusakan.

Jangan Taruh di Atas Tangki Motor

Meski tertutup, ternyata, tangki bensin akan tetap mengeluarkan uap bensin. Nah, kalau kita menaruh helm di atasnya, ini akan berakibat bantalan helm yang berupa styrofoam akan lebih cepat rusak.

Standarisasi Helm

Snell  Foundation adalah salah satu lembaga khusus untuk menilai layak tidaknya sebuah helm untuk menjaga keselamatan pembalap. Pengujian yang dilakukan terbilang rumit karena harus melalui serangkaian test ketat sebelum digunakan di lapangan.  Salah satu syarat utamanya adalah punya polystyrene dengan tingkat ketebalan mencapai 2,5 cm. Lapisan ini berfungsi untuk meredam benturan saat terjadi kecelakaan.

Beda SNI dan DOT

SNI atau Standar Nasional Indonesia,  SNI adalah paten yang dikeluarkan oleh Badan Standarisasi Nasional (mirip kayak Snell Foundation). Sebelum mendapat sertifikat SNI,  helm akan mendapatkan ujian mencakup uji benturan, jatuh dari ketinggian, sampai kualitas bahannya.

Sedangkan  DOT, merupakan kepanjangan dari Department of Transportation. Helm yang punya stiker  DOT ini biasanya sudah lulus uji produk yang dilakukan oleh NHTSA (National Highway Traffic Safety Association). Proses pengujian untuk dapat sertifikasi ini digunakan oleh 50 negara besar di dunia, di antaranya negara-negara Eropa, Amerika, dan Jepang. Khusus buat balap MotoGP, helm yang akan digunakan mempunyai standarisasi yang berbeda. Salah satu test yang dilakukan adalah dengan menembakkan peluru yang ditembakkan air gun ke bagian pelindung wajah. Dengan kecepatan peluru yang dilayangkan mencapai 500 km/jam, hal ini bertujuan agar helm mampu menahan serpihan batu atau kerikil saat pebalap terjatuh tepat di bagian wajahnya.

Sumber: Hai.com

Baca juga yang ini…> Blogger Rusia Membuat Parodi Dari Foto Para Selebriti, Dan Lebih Dari 20.000 Pengikut Di Instagram memfollow

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *