Google akan Meluncurkan Layanan Cloud di Jakarta Pada Tahun 2020

Google akan meluncurkan layanan cloud di Jakarta pada tahun 2020. Keunggulan teknologi Google hendak meluncurkan usaha cloud-computing di Jakarta pada kuartal pertama tahun 2020.

Pengumuman ini dibuat selama konferensi Google Cloud NEXT ’19 di San Francisco, Amerika Serikat, pada hari Selasa. Acara tiga hari dijadualkan akan berlangsung hingga Kamis.

Diharapkan Google Cloud Region untuk memasuki pasar Indonesia, khususnya startup dan perusahaan yang membanggakan data latensi rendah dan kinerja tinggi serta beban kerja berbasis cloud. Di antara perusahaan yang saat ini menjalankan beban kerja mereka di Google Cloud adalah Tokopedia, Go-Jek, Bluebird, Tiket.com, CT Corp Traveloka,  Samudera dan Cineplex 21.

Beberapa perusahaan, yaitu Go-Jek dan Tokopedia, diharapkan untuk berpartisipasi sebagai pembicara pada konferensi tersebut.

” Indonesia adalah sentra kekuatan digital. Dan salah satu pasar Google Cloud yang tumbuh paling cepat di Asia Tenggara, ” kata kepala Google Cloud untuk Asia Tenggara, Tim Synan, dalam pernyataannya pada hari Selasa. ” Kami telah melihat momentum bisnis dan pelanggan yang signifikan di Indonesia dalam enam hingga 12 bulan terakhir, dan kami yakin bahwa wilayah cloud baru di Jakarta akan membuka lebih banyak peluang bagi banyak perusahaan baru dan perusahaan. Di samping itu warga juga dapat memanfaatkan berbagai alat di Google Cloud dalam skala yang lebih besar, pendapatan lebih tinggi, dan efisiensi biaya. “

Selama konferensi, perusahaan meluncurkan dua wilayah Google Cloud baru dalam infrastruktur globalnya, yaitu Seoul di Korea Selatan dan Salt Lake City di Utah, sehingga jumlah total wilayah global menjadi 23 pada tahun 2020. Dikatakan wilayah Seoul akan tersedia kepada pelanggan di awal tahun 2020, diikuti oleh wilayah Salt Lake City tidak lama kemudian.

Sebelum ke daerah-daerah tersebut, Google dijadwalkan untuk membuka wilayah Osaka-nya di Jepang untuk para pelanggan dalam beberapa minggu mendatang.

Tahun 2020 diperkirakan akan menjadi pertempuran layanan cloud untuk pelanggan Indonesia karena Alibaba Cloud sudah memiliki jejak di negara ini. Sementara itu, Amazon Web Services diatur untuk bersaing dalam bisnis sekitar akhir 2021 atau awal 2022. Sebagai wilayah cloud, Google menyediakan penyimpanan data serta layanan jaringan.

(sumber: thejakartapost.com)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *