Faktor Penyebab Dan Dampak Kejang Demam Pada Anak

Salah satu sebab terjadinya kejang demam, yaitu tingginya suhu badan anak. Suhu tubuh anak normalnya berkisar antara 36-37 CC. Dinyatakan demam bila temperatur tubuhnya yang diukur melalui :

1. mulut/telinga menunjukkan angka 37,8 °C,
2. melalui rektum/anus 38 °C,
3. dan melalui ketiak 37,2 °C.

Yang perlu diwaspadai para orang tua adalah toleransi masing-masing anak terhadap demam sangat bervariasi.

1. Pada anak yang toleransinya rendah, maka demam pada suhu tubuh 38° C pun sudah bisa  membuatnya kejang.
2. Sementara pada anak-anak yang toleransinya normal, kejang baru dialami jika suhu badan mencapai 39°C atau lebih.

Umur anak yang berisiko kejang demam antara 6 bulan hingga 5 tahun. Bayi yang berumur kurang dan 6 bulan dan anak yang berumur lebih dan 5 tahun jarang mengalami kejang demam. Kasus tertinggi anak mengalami kejang demam terjadi pada umur 2 tahun dan menurun di umur 4 tahun. Artinya, serangan kejang demam akan menurun dengan bertambahnya umur anak. Faktor lain yang berpengaruh adalah jenis kelamin. Risiko serangan kejang demam juga Iebih tinggi pada anak laki-laki daripada anak perempuan, perbandingannya 2 banding 1. Hal mi kemungkinan disebabkan pada anak perempuan perkembangan otaknya Iebih cepat. Anak dengan riwayat anggota keluarga yang pernah mengalami kejang demam juga disebut-sebut memiliki kemungkinan besar mendapat serangan kejang demam dibandingkan anak yang anggota keluarganya tidak memiliki riwayat kejang demam.

Dampak Kejang pada Anak

Secara statistik medis, 95-98% anak yang menderita kejang demam akan sembuh sempurna tanpa cacat. Yang perlu diperhatikan orang tua adalah dampak dan demam si kecil, kondisi yang perlu ditangani akibat dan tingginya suhu si kecil diantaranya:
1. Meningkatkan risiko dehidrasi (kekurangan cairan tubuh). Hal ini terjadi karena peningkatan penguapan cairan tubuh saat anak demam sehingga anak bisa kekurangan cairan. Cara mengetahuinya dengan melihat frekuensi kencing anak. Biasanya pada anak yang dehidrasi, frekuensi kencing berkurang dan air kencing berwarna Iebih gelap daripada biasanya. Penanganan utama pada anak demam dengan memberikan asupan cairan dalam jumlah yang memadai.  Selain minum, orang tua juga bisa memberikan sup atau buah-buahan yang banyak mengandung air kepada si kecil, sementara pada bayi yang mengalami demam, pemberian ASI harus dilakukan Iebih banyak atau sering.
2. Adanya kemungkinan kekurangan oksigen, tetapi ini biasanya terjadi pada anak yang demam dengan penyakit paru-paru atau penyakit jantung.

(ditulis ulang dari : buku Self Help Emergency, Nengsih Yulianingsih, Skep., NS., MPH.)

Baca inj…> Ketahui Jenis Kejang Pada Anak

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *