Dokter Ahli Kesuburan Terbukti Jadi Ayah Biologis dari 48 Anak Pasiennya, Pakai Spermanya Sendiri Untuk Pasiennya

Kehadiran seorang anak selalu menjadi impian besar bagi pasangan yang menikah. Ada yang dikaruniai anak dengan cepat, tapi banyak pula yang pasangan dengan penantian lama menimang sang anak. Bagi pasangan yang sangat menginginkan namun tak kunjung dikaruniai anak, mereka akan melakukan banyak usaha untuk mewujudkan keinginannya. Seperti kunjungan konsultasi pada dokter ahli atau bahkan melakukan inseminasi buatan agar keinginannya untuk menimang sang anak tercapai.

Apa yang terjadi apabila orang yang kita percaya untuk membantu mewujudkan mimpi tersebut malah melakukan tindakan yang di luar nalar?

Dikutip dari The New York Times, diketahui bahwa ada seoran dokter ahli kesuburan yang menggunakan sperma miliknya untuk menginseminasi pasien-pasiennya. Tindakan tidak bertanggung jawab itu dilakukan oleh Dr Donald Cline dari Indianapolis dari Indianapolis, Amerika Serikat. Dia melakukan perbuatan yang tidak masuk akal tersebut di kliniknya dari tahun 1970 hingga 1980.

Memang secara prosedur medis dalam melakukan inseminasi atau pembuahan buatan, sperma yang digunakan adalah milik lelaki yang dirahasiakan identitasnya. Namun rupanya prosedur yang menjaga identitas penyumbang sperma itu justru disalahgunakan oleh Dokter Cline. Dia tidak menggunakan sperma dari lelaki tidak dikenal namun malah menggunakan spermanya sendiri.

Tindakannnya ini terbongkar berkat kepopuleran website 23andMe yang menyediakan jasa untuk mengidentifikasi genetik para pengunjung websitenya. Dari tes genetik tersebut diketahui lebih dari tiga puluhan orang wanita ternyata adalah saudara. Dilansir dari portal berita yang sama, Jacoba Ballard yang merupakan anak biologis dari Dokter Cline menyatakan bahwa jumlah tersebut bisa terus bertambah.

Bahkan dalam suatu pernyataan dari jaksa penuntut dinyatakan bahwa Dokter Cline menipu para pasiennya dengan mengatakan bahwa sperma yang dia gunakan adalah milik suami dari pasiennya tersebut. Memang secara prosedur medis dalam melakukan inseminasi atau pembuahan buatan,  sperma yang digunakan adalah milik lelaki yang dirahasiakan identitasnya.

“Ada saat dimana aku menjadi sangat marah, Aku mempertanyakan kenapa dia (Dokter Cline) melakukan itu?” ujar Matt White salah satu orang juga diketahui anak dari Dokter Cline.

Pengacara Dokter Cline sendiri memilih bungkam menanggapi kasus ini. “Saya akan tetap membela Dokter Cline dalam forum resmi,” komentar Pengacara Dokter Cline, Peter Pogue.

Dilansir dari Dailymail.co.uk pada bulan Desember 2017 lalu, Dokter Cline akhirnya menyatakan dirinya bersalah. Dia mengaku berbohong saat dirinya diinvestigasi oleh pihak berwajib. Pengakuannya tersebut menjadikan penahanannya selama setahun ditangguhkan. Di saat penangguhan hukuman tersebut

Dokter Cline, dokter ahli kesuburan itu, menyatakan permintaan maaf atas tindakannya yang telah melukai hati banyak orang.

(sumber: suar.id)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *