Cerita Dibalik Desain Gaun Naomi Scott yang Dikenakan di Film Aladdin Live Action

Cerita dibalik desain gaun Naomi Scott yang dikenakan di film Aladdin live action. Gaun yang dikenakan Naomi Scott yang berperan sebagai Putri Jasmine di film Aladdin kaya akan inspirasi dari budaya Arab India Asia, juga tema design dalam setiap adegan yang dilakoninya. Ada pun designer gaun yang ditampilkan di film tersebut adalah Michael Wilkinson.

Film ini menampilkan sekitar 10 pakaian baru untuk Jasmine, yang semuanya berdasar dari jalan cerita.

Scott dan Wilkinson selalu membicarakan dengan rinci soal busana yang akan dikenakan saat adegan yang diperankan, apakah saat itu dia di pasar menyamar sebagai rakyat kebanyakan, atau adegan kala menemui pangeran yang meminangnya.

Untuk adegan di mana Jasmine merasakan beban tugas dan rasa tanggung jawabnya, gaunnya cenderung lebih rinci, korset yang ketat. Sementara itu pada adegan di pasar di mana ia merasakan lebih banyak kebebasan, pakaiannya menjadi lebih longgar dan lebih bebas mengalir.

“Ketika merancang kostum untuk film aksi langsung yang didasarkan pada animasi, ada peluang untuk mengeksplor lebih mendalam dan detail dalam memahami karakter dan psikologi tokoh cerita tersebut. Jadi itu luar biasa untuk mengeksplorasi siapa sebenarnya Jasmine dan dapat diekspresikan melalui banyak kostumnya dalam film,” kata Wilkinson.

Perancang kostum mengambil pengaruh dari berbagai referensi untuk menciptakan kreasi Jasmine yang akurat secara budaya dan otentik, sering kali ada kekaguman dan penghargaan kepada warisan budaya India yang mengilhami salah satu gaun yang dikenakan Scott. Dia mengatakan, dia terinspirasi dari kisah Aladdin yang diambil dari kumpulan cerita asli “Seribu Satu Malam”, serta berpegang pada gagasan bahwa Ritchie’s Agrabah adalah kota pelabuhan yang terletak di persimpangan Timur-Barat Arab, sehingga menjadi wadah peleburan budaya Arab, India, dan Asia.

Berikut detail masing-masing gaun.

1. Trendi Dalam Warna Tosca

Foto: EW.com

Atasan top-crop warna tosca dan celana harem Jasmine ikonik kostum putri Disney, dan Wilkinson dan Scott mesti paham mereka harus memadukan dengan imbang. Wilkinson mengatur penampilan dengan korset berwarna serupa kulit dan celana panjang yang dirajut dengan kristal dan bulu merak berwarna emas.

“Kami berbicara banyak tentang ikonografi dan citra yang akan relevan dengan karakter, dan kami sangat menyukai ide motif merak ini,” kata Wilkinson. “Kami berbicara tentang Jasmine sebagai orang terjebak dalam sangkar emas – ia harus menjalani hidup dengan aturan hukum yang ada, tetapi ia berjuang untuk melakukan hal-hal dengan caranya sendiri dan menemukan kekuatannya sendiri… ia benar-benar ingin mendukung dan berjuang untuk negaranya dan memiliki rasa kebebasan. “

2. Dalam Penyamaran

Foto: EW.com

Tak sabar untuk melarikan diri dari batas-batas istana lalu mengembara ke pasar Agrabah, Jasmine mengenakan pakaian yang ringan, meniru model gaun salwar kameez India, tunik atas celana lancip  yang dipakai pelayan perempuan bernama Dalia. “Agar sama dengan pakaian yang dikenakan orang-orang di pasar yang bernuansa berwarna-warni dan cerah. Dalam pikiran kami, kita akan bersenang-senang dengan ini,” kata Wilkinson.

Di sepanjang jalan Agrabah itulah Jasmine bertemu dengan pencopet yang menawan, Aladdin dan mereka dikejar melalui lorong-lorong oleh para penjaga istana yang tidak mengenali sang putri. “Yang sangat penting adalah saya bisa bergerak leluasa dan ringan karena jelas dalam pelarian,” kata Scott. “Ada keseimbangan perasaan bahwa ini berasal dari keluarga kerajaan, tetapi bisa menikmati lingkungannya layaknya rakyat biasa.”

Desain Wilkinson sebelumnya membuat pakaiannya tetap dalam warna netral, tetapi bagi Scott, ditambahkan adalah warna krem, hijau terang dan merah yang kemudian benar-benar membuat pakaian itu seperti sekarang ini. “Itu nampak ringan dan saya pikir itu benar-benar indah saat dikenakan untuk adegan tertentu,” kata Scott. “Terkadang kostum yang lebih sederhana adalah yang paling kamu sukai.”

3. Menemui Sang Putri

Foto: EW.com

Ketika pelamar berduyun-duyun datang ke istana untuk meminang Jasmine menikah. Jasmine mengenakan gaun magenta mencolok dengan deretan renda beraksen tosca dan disulam dengan koin emas dan kristal. “Kami ingin menunjukkan formalitas dan struktur dari seluruh aturan kerajaan digambarkan dalam gaun itu sendiri. Jadi itu merupakan korset yang sangat ketat namun sangat dekoratif,” jelas Wilkinson. Tapi Jasmine bukan putri biasa, bahkan dalam jubah resmi kerajaan, dia masih memiliki caranya sendiri dalam melakukan sesuatu, gaun itu menyembunyikan sepasang celana turquise di bawah rok. “Saya selalu bersikeras bahwa semakin banyak celana panjang, semakin baik bagi saya, itu adalah ciri khas Jasmine,” kata Scott.

Scott lalu menambahkan, “Sepertinya ini sebuah keputusan yang  tepat untuk memiliki korset itu, itu benar-benar bisa menegakkan pinggang dan ini adalah pertama kalinya kita melihat dia berlarian di lumpur dengan Aladdin menjadikan benar-benar wow … Memang pakaian itu sangat tidak nyaman tetapi sangat mengesankan dan sepadan. “

4. Di bawah Sinar Bulan

Foto: EW.com

Saat Jasmine menunggu pertemuannya dengan Pangeran Ali (Aladdin dalam penyamaran) di halaman istana, ia mengenakan gaun magenta dan karang yang hidup. “Ali telah berjanji untuk bertemu dengannya secara diam-diam dan akhirnya tidak muncul, jadi dia berdiri,” kata Wilkinson. “Aku tahu aku harus menciptakan sesuatu yang sangat istimewa untuk saat ini.”

Gaun itu lebih bebas mengalir dari pakaian Jasmine lainnya yang lebih terstruktur, anggun, dan menjalin pengaruh India ke dalam sulaman. Ada nuansa Arab dalam kerudung dan perhiasan, serta kain yang dipasok oleh Wilkinson dari Maroko, Turki, India, Yordania, dan Iran.

 “Apa yang ingin saya lakukan dengan kostumnya juga adalah untuk menunjukkan kekuatan karakternya dan menggabungkan warna dengan cara yang menarik, sangat tidak biasa – pilihan koral (abu-abu) dan magenta cukup menarik dan tidak biasa dan memberinya kesan pribadi dan ciri khas serta gaya, ” kata Wilkinson.

Scott menambahkan, “Apa yang saya sukai dari pakaian itu adalah padu-padan warna yang mengalir di dalamnya, oranye dan merah muda, sangat memukau, begitu indah. Ada satu foto yang diambil, dan sepertinya itu dari film Bollywood. ”

5. Kerajaan Arab

Foto: EW.com

Dengan bantuan Genie, Aladdin telah memesona semua orang saat menuju ke istana yang menyamar sebagai Pangeran Ali yang misterius, mencari cara untuk meminang Putri Jasmine untuk menikah. Saat bertemu dengannya, Jasmine mengenakan gaun bersulam oranye dengan lengan mengembang dan aksen hijau – pasangan warna yang tidak biasa tetapi seperti yang dijelaskan Wilkinson, sering terlihat dalam budaya Arab dan India Selatan. “Warna dan bahan serta detailnya membawanya ke dunia yang berbeda,” kata Scott. “Di situlah Anda mendapatkan hal-hal yang berbenturan menjadi bersatu dan menciptakan sesuatu yang baru, jadi itulah yang saya sukai dari pakaian ini.”

Penggunaan hijau juga cukup menggoda visual, tambah Wilkinson. “Kami memiliki sedikit masukan soal tosca di semua kostumnya sampai akhirnya pakaian tosca terungkap.”

Wilkinson mengerti pada adegan Jasmine diadili itu akan menjadi salah satu kostum yang lebih formal dan mewah, jadi dia membuat sesuatu yang sesuai dengan permintaan (tema). “Tujuan saya, gaun itu memang sangat membatasi dalam gerakannya sehingga korset dibuat ketat dan membuat Jasmine tidak bebas,” katanya.

“Film ini adalah perayaan keindahan budaya Arab,” tambah Wilkinson

(sumber: EW.com)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *