Ini Cara Covid-19 Merajalela Merusak Tubuh Manusia

Ini cara covid-19 merajalela merusak tubuh manusia. Virus corona atau covid-19 begitu cepat menyebarannya dan secara global. Tiga bulan wabah corona 30 ribuan orang meninggal. Organisasi kesehatan Dunia (WHO) akhirnya menyatakan wabah virus corona sebagai pandemik.

Ini Cara Covid-19 Merajalela Merusak Tubuh Manusia

Penyakit covid-19 disebabkan oleh virus corona baru yaitu SARS CoV-2. Sebelum covod-19 dunia telah mengenal penyakit lain. Virus corona menyebabkan SARS dan MERS.

Secara umum orang yang terkena covid-19, SARS dan MERS bergejala sama, yakni mengalami demam tinggi, flu, batuk dan gangguan pernapasan.

Virus corona ini mempunyai selubung protein, RNA dan duri-duri protein.  

Bagaimana virus SARS-cov-2 dapat merusak tubuh manusia?

Ini Cara Covid-19 Merajalela Merusak Tubuh Manusia

Saat virus menyebar melalui tetesan air liur, seperti batuk atau bersin, virus akan  masuk ke jalur pernapasan di bagian belakang tenggorokan. Duri-duri protein menempel ke dalam membrane sel kemudian virus mereplika diri sangat cepat dan membajak RNA sel untuk menduplikasi RNA-nya sendiri. Sehingga sel lagi berkembang untuk kesehatan tubuh melainkan untuk memperbanyak virusnya.

Ini Cara Covid-19 Merajalela Merusak Tubuh Manusia

Bagaimana virus SARS-cov-2 menyerang bagian pernapasan?

Ini Cara Covid-19 Merajalela Merusak Tubuh Manusia

Saat virus berkembang dan menginfeksi saluran pernapasan atas, virus menyebabkan nyeri tenggorokan dan batuk kering. Di waktu bersamaan interferon memicu aliran protein untuk melawan virus dan berusaha meredakan penyebarannya. Namun sel ini tidak selalu tepat sasaran. Jika sistem imun tidak mampu menghentikan virus bereplikasi interferon justru beresiko merusak sel secara keseluruhan. Ketika virus dapat melawan sistem imunitas di pernapasan atas proses ini akan merusak jaringan paru-paru dan membuat jaringan membengkak. Akibatnya, paru-paru kesulitan memasok oksigen. Karbon dioksida di tubuh juga sulit dikeluarkan.

Ini Cara Covid-19 Merajalela Merusak Tubuh Manusia
Ini Cara Covid-19 Merajalela Merusak Tubuh Manusia

Baca juga : Virus Covid-19 Dan Sejarah Virus yang Mematikan Dari Abad Kedua Hingga Kini

Pembengkakan pada jaringan paru dan kurangnya oksigen di dalam darah membuat jaringan berisi cairan, nanah dan sel mati. Pada fase ini pasien akan mengidap pneumonia atau radang paru-paru. Pasien pun mengalami kesulitan bernapas. Akhirnya pasien membutuhkan alat bantu pernapasan (ventilator). Alat tersebut menjadi alat penentu bernapas agar tetap hidup. Ini cara covid-19 merajalela merusak tubuh manusia.

Sumber: www.katadata.co.id

Ditulis ulang: KSmartini Muchdor

Virus Covid-19 Dan Sejarah Virus yang Mematikan Dari Abad Kedua Hingga Kini

Virus Covid-19 Dan Sejarah Virus yang Mematikan Dari Abad Kedua Hingga Kini. Serangan virus corona atau covid-19 yang melanda dunia telah ditetapkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebagai pandemik karena penyebarannya dalam skala global.

Virus Covid-19 Dan Sejarah Virus yang Mematikan Dari Abad Kedua Hingga Kini

Tingkat pandemik ditetapkan apabila memenuhi 3 kondisi, yakni :

  1. munculnya penyakit baru
  2. menginfeksi manusia dan berdampak fatal
  3. mencakup skala global dan diluar kendali

Sedangkan disebut wabah bila ada kasus penyakit dengan peningkatan skala kecil, menyerang dalam periode, tempat dan populasi tertentu. Bedanya dengan wabah, epidemik terjadi dalam skala lebih besar dan meluas dari wabah.

Serangan covid-19 cukup serius karena penyebarannya mengalami dua kali lipat dalam waktu kurang dari seminggu. Kewaspadaan yang kurang dalam masyarakat juga menjadi ancaman semakin meluasnya covid-19. Hal ini disebabkan belum banyak memahami infeksi virus covid-19 yang mirip dengan flu musiman hingga sering sekali diabaikan.

Virus Covid-19 Dan Sejarah Virus yang Mematikan Dari Abad Kedua Hingga Kini

Inkubasi covid-19 dari infeksi sampai memunculkan gejala bisa mencapai 14 hari, sementara flu hanya butuh 2 hari saja. Periode interval munculnya covid-19  dari penularan satu orang kepada yang lainnya berjarak 6 hari. Penularan virus corona bisa saja terjadi pada siapapun dan cepat menyebar, termasuk orang dewasa yang lebih rentan dibandingkan anak-anak. Sementara flu musiman mudah menyerang anak-anak, ibu hamil dan lansia.

Gejala infeksi virus corona lebih tinggi daripada gejala yang disebabkan oleh flu. Sayangnya, saat ini belum ada vaksin yang bisa mencegah virus corona.

Virus Covid-19 Dan Sejarah Virus yang Mematikan Dari Abad Kedua Hingga Kini

Persamaan antara Covid-19 dengan flu musiman adalah sama-sama menyerang sistem pernapasan. Media penyebaran virusnya disebabkan oleh percikan cairan tubuh yang ditularkan melalui kontak langsung atau permukaan benda yang terkontaminasi.

Potensi yang terinfeksi virus corona adalah sebagai berikut :

  1. potensi kritis 5%
  2. potensi sedang 14%
  3. potensi ringan 81% : mengalami gejala demam (87,9%), batuk kering (67,7%), kelelahan (28,1%)

Serangan virus corona ini yang menyerang manusia bukanlah yang pertama. Serangan virus yang melanda dunia sudah terjadi sejak ratusan tahun silam. Kejadian luar biasa penyakit seringkali merenggut ratusan hingga ribuan korban jiwa.

Mulai abad kedua hingga abad modern saat ini. Sejarah mencatat terjadinya serangan virus yang mematikan.

  1. Wabah antonine, yang terjadi pada tahun 165 -180  dan merenggut 5 juta korban jiwa.
  2. Wabah justinian,  yang terjadi pada tahun 541 -542 dan merenggut 30-40 juta korban jiwa.
  3. Epidemik cacar Jepang, yang terjadi pada tahun 735 -737 dan merenggut 7 juta korban jiwa.
  4. Wabah black death, yang terjadi pada tahun 1347 -1351 dan merenggut 200 juta korban jiwa.
  5. Wabah cacar, yang terjadi pada tahun 1520 dan merenggut 56 juta korban jiwa.
  6. Wabah besar abad ke-17, yang terjadi pada tahun 1600 dan merenggut 3 juta korban jiwa.
  7. Wabah besar abad ke-18, yang terjadi pada tahun 1700 dan merenggut 600 ribu korban jiwa.
  8. Wabah kolera, yang terjadi pada tahun 1817-1923 dan merenggut 1 juta korban jiwa.
  9. Wabah demam kuning, yang terjadi pada tahun 1850 dan merenggut 12 juta korban jiwa.
  10. Wabah besar ketiga, yang terjadi pada tahun 1855 dan merenggut 12 juta korban jiwa.
  11. Flu Rusia, yang terjadi pada tahun 1889 – 1890 dan merenggut 1 juta korban jiwa.
  12. Flu Spayol, yang terjadi pada tahun 1918 – 1919 dan merenggut 40 -50 juta korban jiwa.
  13. Flu Asia, yang terjadi pada tahun 1957 – 1958 dan merenggut 1,1 juta korban jiwa.
  14. Flu Hongkong, yang terjadi pada tahun 1968 – 1970 dan merenggut 1 juta korban jiwa.
  15. HIV/AIDS, yang terjadi pada tahun 1991 – sekarang dan merenggut 25-35 juta korban jiwa.
  16. SARS, yang terjadi pada tahun 2002 – 2003 dan merenggut 770 ribu korban jiwa.
  17. Flu babi, yang terjadi pada tahun 2009 – 2010 dan merenggut 200 ribu korban jiwa.
  18. Ebola, yang terjadi pada tahun 2014 – 2016 dan merenggut 11,3 ribu korban jiwa.
  19. MERS, yang terjadi pada tahun 2015 – sekarang dan merenggut 850 ribu korban jiwa.
  20. Covid-19, yang terjadi pada tahun 2019 – sekarang dan merenggut 35 ribu korban jiwa (bisa bertambah).
Virus Covid-19 Dan Sejarah Virus yang Mematikan Dari Abad Kedua Hingga Kini

Bisa saja terjadi akan muncul virus baru akan datang, bahkan virus yang sebelumnya tertidur. Untuk itu kita harus waspada. Pola hidup yang sehat terus kita jalankan. Virus Covid-19 Dan Sejarah Virus yang Mematikan Dari Abad Kedua Hingga Kini.

.Sumber: www.katadata.co.id

Ditulis ulang: KSmartini Muchdor

Mengatasi Jerawat Dengan Foto Selfie

Mengatasi Jerawat Dengan Foto Selfie. Kalau jerawat sudah nongol dan menyolok menampakannya membuat kita tidak akan nyaman. Selalu, reflek untuk menggaruk jerawat atau bercermin terus-terusan. Ditambah rasa kesal karena jerawat tidak berlalu dengan cepat. Apalagi banyak komen yang kita terima karena wajah kita berhias jerawat. Kadang sekedar bertanya, kadang pula ada yang memberi saran, seperti mencoba pakai suatu produk anti jerawat, atau saran agar kita konsultasi ke dokter kulit itu tuh. Kan itu tambah pusing kita.  

Mengatasi Jerawat Dengan Foto Selfie

Tapi ada lho yang sedang jerawatan malah hepi-hepi saja, malah dibuat ide untuk swafoto dan ditambahi imaginasi unik.

Baca Juga : Tanpa Operasi Plastik Pria Cimahi ini Berubah Mirip Artis Korea

Dia adalah Izumi Miyazaki (26 tahun), seorang fotografer wanita dari Jepang. Dia punya daya kreatiftas di atas rata-rata. Seperti karyanya yang memparodikan kebiasaan kita semua memencet jerawat. Kebiasaan buruk namun diubah menjadi suatu seni yang patut dapat acungan jempol.

Mengatasi Jerawat Dengan Foto Selfie
Mengatasi Jerawat Dengan Foto Selfie

Seperti memencet jerawat lalu cairannya berubah kaviar atau mustard. Kreatif bukan? Patut kita tiru ide Izumi miyazaki. Lalu kita swafoto seperti fotografer Jepang tersebut. Jadi kalau ada yang komen tentang kehadiran jerawat di wajah kita, bilang saja, “Itu akseroris pas aku lagi selfie.” Lalu tunjukan foto kita dengan gaya ala Izumi Miyazaki. Asik kan. Mengatasi Jerawat Dengan Foto Selfie.

Sumber : Izumi Miyazaki@instagram.com

Penulis : KSmartini Muchdor

Dahsyat! Dari Racun Laba-Laba Pisang Brazil Untuk Disfungsi Ereksi

Dahsyat! Dari racun laba-laba pisang Brazil untuk disfungsi ereksi. Bagi yang sudah nonton film Spiderman tentu tahu bagaimana  asal lahirnya superhero tersebut. Peter Parker sebelum menjadi Spiderman dia digigit oleh laba-laba dan kemudian dia mempunyai kekuatan yang luar biasa.

Begitu juga dengan laba-laba pengembara atau dikenal dengan laba-laba pisang dari Brazil dimana gigitannya mematikan. Setelah dilakukan penelitian, gigitan laba-laba itu punya keunikan, yakni menyebabkan para korbannya mengalami ereksi selama empat jam sebelum menyebabkan kematian. Berdasar hal itu para peneliti menyebut racun laba-laba pisang tersebut punya kemampuan lebih dari Viagra.

Mengamati keunikan dari racun laba-laba pisang, para peneliti Brasil berpikir untuk memanfaatkannya sebagai obat mengatasi disfungsi ereksi.

Untuk mendapatkan manfaat tersebut, racun laba-laba tentunya tidak begitu saja dioleskan ke penis. Para peneliti mengolah racun laba-laba pengembara Brasil dalam bentuk gel. Gel tersebut menggandakan aliran darah ke penis yang menjadikan ereksi. Hasil tersebut didapatkan setelah diujikan pada tikus dan uji klinis.

Hasil rangkuman dari The Independent, Minggu (03/03/2019), para peneliti mengoleskan gel ini pada alat kelamin tikus yang mengalami disfungsi ereksi. Hasilnya, pembengkakan pada penis tikus terjadi selama sekitar 60 menit. Tidak ada tanda-tanda ketidaknyamanan atau bahaya dari gel ini. Dalam laporan di Journal of Sexual Medicine, para penulis mengatakan senyawa PnPP-19 dalam racun laba-laba itu bisa menjadi alternatif yang menjanjikan untuk pengobatan disfungsi ereksi.

Dilansir dari Mirror, Minggu (03/03/2019), Hal sama juga terjadi para uji klinis, dimana seorang pria yang mengoleskan gel ini ke alat kelaminnya dan mencapai ereksi dalam waktu kurang dari setengah jam tanpa efek samping.

Karena keberhasilan itu, para ahli mengklaim gel bekerja dengan meningkatkan kadar oksida nitrat dalam tubuh laki-laki. Hal ini, pada gilirannya, memperlebar pembuluh darah dan memungkinkan lebih banyak darah dipompa ke penis.
Ditambahkan, para peneliti mengatakan, pengobatan ini bisa digunakan untuk meningkatkan libido wanita. “Kami percaya itu bisa mengisi celah yang sangat besar di pasar dan membantu jutaan orang di seluruh dunia,” ujar Profesor Maria Elena de Lima, pemimpin penelitian ini. ” Lepas dari rangsangan seksual, hasil ini menunjukkan bahwa gel racun laba-laba pisang mampu memicu ereksi,” katanya mantap. Di samping itu, hasil uji klinis menunjukkan tidak adanya efek samping dari gel tersebut. ” Bagi pasien disfungsi ereksi gel ini menjadi pilihan yang aman dan efektif, ” pungkasnya.

(sumber: kompas.com)

5 Penyakit yang Sering Menyerang Saat Mudik Lebaran

5 Penyakit yang sering menyerang saat mudik Lebaran.Idul Fitri beberapa hari lagi kita akan rayakan bersama. Sebagian ada yang tinggal di rumah saja merayakan lebaran bersama keluarga dan tetangga, sebagian lagi melakukan mudik atau pulang kampung halaman.Perjalanan yang menuju kampung halaman dalam suasana jelang Lebaran tentu arus lalu lintas tak selancar di hari-hari biasanya yang terkadang bisa membuat kita jemu. Atau timbul penyakit.

Bisa jadi ini dikarenakan kondisi puasa kita harus tahan duduk selama berjam-jam, dan bila mengendarai kendaraan  maka kita harus berkonsentrasi penuh ketika terjebak kemacetan. Di bawah ini beberapa penyakit yang mudah menyerang pemudik

1. Lelah dan mabuk

Saat melakukan perjalanan pulang kampung pasti kita akan merasa letih terutama perjalanan darat. Karena padatnya arus mudik mengakibatkan energi pada tubuh cepat terkuras sehingga menimbulkan lelah dan pegal seluruh tubuh. Lelah dan menurunnya daya ketahanan tubuh akhirnya menyebabkan kita mengalami mabuk darat.

Orang terkena mabuk perjalanan akan menjadi mual, pusing dan muntah selama perjalanan. Mabuk perjalanan ini tidak hanya disebabkan oleh kelelahan tetapi juga akibat bercampurnya sinyal yang dikirim ke otak oleh mata dan teling bagian dalam. 

Karena waktu berada dalam mobil, bis, kereta atau yang sedang melaju, tubuh kita berada dalam posisi diam tetapi mata dan telinga kita memandangi ke sekitar selama perjalanan. Pendengaran dan penglihatan yang bergerak sementara tubuh kita diam inilah yang menimbulkan pusing hingga akhirnya muntah. 

2. ISPA

Debu dan polusi udara yang terhirup oleh pemudik seringkali menyebabkan infeksi saluran pernapasan (ISPA) terutama disaat kondisi jalanan mudik tengah padat-padatnya. Tentu saja yang paling terkena penyakit ini adalah pemudik yang mengendarai sepeda motor. Padatnya arus mudik bisa juga membuat udara tidak hanya tercemar dengan polusi udara namun juga penyakit yang dapat tertular oleh pemudik lainnya.

3. Sembelit

Terlalu lama duduk berjam-jam dan membatasi makan serta minum agar tak sering-sering ke kamar mandi waktu mudik dengan transportasi apa saja justru bisa menimbulkan sembelit. 

Semua dapat dicegah, seperti sembelit dengan banyak minum air putih dan asupan makanan yang tinggi serat supaya memperlancar sistem pencernaan. Jangan lupa untuk hindari kebiasaan menahan buang air kecil atau buang air besar supaya sembelit tidak menjadi bertambah parah. 

4. Diare

Dalam perjalanan mudik terkadang kita membeli makanan di jalan. Namun berhati-hatilah sebab apabila tidak tertutup atau terbungkus dengan baik, makanan yang dibeli dipinggir jalan menjadi sumber penularan diare.

Karena makanan tersebut bsa saja terkena debu atau dikelilingi lalat sehingga menumpuk kuman penyebab diare. Diare bisa menjadi lebih mudah menyerang atau semakin parah saat Anda tidak mencuci tangan sebelum makan. 

5. Flu

Daya tahan tubuh menurun selama perjalanan mudik bisa menyebabkan Anda gampang terkena flu belum lagi jika berada dekat orang yang sedang terkena flu. Selain melalui vaksin flu, cara mudah untuk mencegah flu adalah dengan mengonsumsi vitamin yang mengandung vitamin C dan zinc untuk menjaga daya tahan tubuh. 

Meminimalkan resiko penularan flu dari orang lain bisa dicegah dengan menggunakan masker dan mencuci tangan memakai sabun. 

(sumber: Nationalgeographic.co.id)

Sambai Oen Peugaga Hanya Ada di Bulan Ramadhan

Sambai oen peugaga hanya ada di bulan Ramadhan. Membicarakan tentang ragam sambal seakan tak ada habisnya. Kemungkinan kalau membahasnya bisa-bisa sampai 100 episode.

Tiap hari di rumah kita selalu ada sambal yang terhidang di meja makan. Entah sambal uleg atau sambal instan pabrikan. Begitu pun di tempat-tempat penjual kulineran selalu menyediakan sambalnya dengan rasa yang khas. Sepertinya ada yang hilang apabila makan tanpa sambal.

Ada sambal yang hanya ada di saat tertentu saja, salah satunya di saat bulan ramadhan dan itu cuma ada di Aceh, namanya sambai oen peugaga.

Sambal yang dibuat dari daun pegagan. Meskipun disebut sambal tapi sambal itu tidak menyerupai sambal pada umumnya, yang diuleg atau dihaluskan. Sambal ini seperti masakan urap-urap.

Sambai oen peugagah itu merupakan olahan lalapan yang terdiri dari 44 macam daun. Daun pegagan adalah bahan utama sajian sambal oen peugaga itu.

Banyak manfaat dari sambai oen peugaga ini,yakni  mengatasi macam penyakit  seperti diabetes, kolesterol dan manfaat lainnya untuk.nutrisi otak

Sebanyak 44 macam bahan untuk sambail oen peugaga itu diiris halus atau dicincang. Setelah itu diuap selama 5 menit lalu diremas hingga keluar air dan segera ditiriskan.

Setelah agak kering irisan tersebut diaduk dengan racikan bumbu oseng-oseng kelapa parut, cae rawit. Tak lupa ditambahkan bumbu rempah untuk menambah gurih sambai oen peugaga itu. Untuk tambahan agar dalam penyajian menarik peminat sambal oen itu diberi cincangan Lombok merah, serai, daun jeruk nipis juga variasi taburan bunga papaya. Setelah itu siap dinikmati.  

Rasa khas sambal itu ada pedas, gurih, sedikit sepat dan berserat saat dikunyah.

Kehadiran sambal itu sangat dinanti di bulan ramadhan di Aceh. Di waktu sore, sembari menunggu adzan maghrib tiba, banyak penjual sambai oen peugaga itu. Kehadirannya memperkaya ragam sambal di Indonesia.

(sumber: cnn)

Baca juga…. Bagaimana Cara Membuat Warna-Warna Lampu Reklame

Baca juga… Raisa Siap Rilis Lagu Baru Usai Lebaran

Baca juga… Astronot Mengocok Pizza Makan Malam