Jembatan Menantang Nyali (4) Jembatan Rollercoaster Eshima Ohashi, Japan

Jembatan Menantang Nyali (4) Jembatan Rollercoaster Eshima Ohashi, Japan. Saat memasuki jembatan Eshima Ohashi nampak wajah para pengemudi memancarkan ketegangan. Maklum dari kejauhan terlihat tanjakan atau penurunan jembatan yang hampir vertikal bagaikan  rollercoaster.

indahnya jembatan Eshima Ohashi di kala malam

Pembangunan konstruksi  jembatan Eshima Ohashi dimulai pada tahun 1997 untuk menghubungkan dua kota, Matsue dan Sakaiminato yang melintas di atas Danau Nakaumi. Arsitek merencanakan demikian agar kapal yang melintas masih bisa lewat di bawahnya, itulah sebabnya mengapa jalan begitu tinggi. Dan pekerjaan pembangunan jembatan tersebut selesai pada tahun 2004.

sudut pengambilan gambar dari depan jembatan

Jembatan masih cukup curam, maklum dengan gradient (sudut kemiringan) 5,1 persen di sisi Prefektur Tottori dan 6,1 persen di sisi Prefektur Shimane. Jembatan ini lebarnya sekitar 11,3 m dan panjang yang membentang 1,7 km, dan tingginya 44 meter.

sudut pengambilan gambar dari samping jembatan

Tergantung sudut pemotretan pada jembatan Eshima Ohashi. Beda sudut pengambilannya beda pula hasil foto yang tergambar. Bisa jadi nampak menurunan tajam meluncur seperti rollercoaster, atau landai seperti umumnya jembatan yang ada.

Jembatan Eshima Ohashi adalah jembatan terbesar di Jepang; urutan ketiga terbesar di dunia. Karena jembatan ini terlihat sangat tinggi maka mendapat julukan jembatan rollercoater . Memang luar biasa. Jembatan Menantang Nyali (4) Jembatan Rollercoaster Eshima Ohashi, Japan.

Tonton videonya, yuk, biar lebih utuh melihat keseluruhan jembatan tersebut…

www.atlasobscura.com

Jembatan Menantang Nyali (3) Jalan Pendakian Plankroad Sky di Huashan, China

Jembatan menantang nyali (3) jalan pendakian Plankroad Sky di Huashan, China. Gunung Huashan di Tiongkok dekat dengan kota Xi’An yang pernah menjadi ibu kota Cina Kuno dan cukup tepat di tengah-tengah negara. Namun yang sekarang dibicarakan adalah berfokus pada ‘Plank Road in the Sky’, dan mendapat julukan ‘jalur pendakian paling berbahaya di dunia’.

Jadi ada banyak tempat di seluruh dunia yang lebih berbahaya daripada yang ini. Ada yang menulis salah dan berlebihan tempat ini. Sebaiknya diperlihatkan kepada Anda sejumlah besar foto dan video guna meluruskannya! Ini bisa menjadi tempat yang cukup menakutkan jika Anda menderita vertigo. Lagi pula, Anda berjalan di sepanjang beberapa papan kayu yang menempel di sisi gunung!

Jadi Gunung Huashan adalah salah satu dari ‘Lima Gunung Besar’ di Cina yang juga merupakan bagian dari ‘Pegunungan Suci Cina’. Five Great Mountains adalah 5 gunung paling terkenal dalam sejarah Tiongkok. Selama dua milenium terakhir, penyembahan lima gunung ini (dikelompokkan menjadi ‘Utara’, ‘Timur’, ‘Selatan’, ‘Barat’ dan ‘Pusat’, Huashan menjadi ‘Gunung Besar Barat’ telah tertanam dalam bahasa Cina budaya. Mereka adalah salah satu landmark alam yang paling terkenal dalam sejarah .

Rasanya semua tidak peduli betapa berbahayanya itu, mereka ingin merasakan berada di sisi gunung di atas papan kayu dan mendapatkan banyak foto dan video gila saat melakukannya! Jembatan menantang nyali (3) jalan pendakian Plankroad Sky di Huashan, China.

Lebih lengkap dan asyik tonton videonya, yuk…

(sumber :www.gopole.com)

Jembatan Menantang Nyali (2) Melintas Jembatan Huangshan, China

Jembatan menantang nyali (2) melintas jembatan Huangshan, China. Bagi yang belum melintas jembatan Huangshan, apa Anda punya keberanian dan ingin pergi ke China untuk merasakan berjalan di The Bridge of Immortals yang menjadi ikon di Huangshan setelah mendapat informasi ini?

Jembatan Huangshan terletak di Huangshan (alias Yellow Mountain), sebuah pegunungan di provinsi Anhui selatan Cina timur. Jembatan ini merupakan landmark paling terkenal yang menghubungkan dua puncak pegunungan sekeras granit yang disebut pula Jembatan Dewa. Ini adalah jembatan tertinggi di dunia.

Seluruh jajaran puncak pegunungan bagai ujung tombak yang runcing yang menawarkan pemandangan menakjubkan, ketinggian, dan matahari terbenam yang indah. Luasnya sekitar 1200 km2. Bentuk-bentuk Huangshan saat ini sudah terbentuk lebih dari 100 juta tahun yang lalu karena gletser.

Gunung Huangshan sendiri juga disebut Gunung Kuning, merupakan tempat yang disakralkan oleh masyarakat China. Setinggi 1.864 meter, gunung ini masuk dalam daftar Situs Warisan Budaya UNESCO, karena menjadi inspirasi banyak lukisan dan literatur yang dibuat oleh seniman China. Juga bagi para wisatawan, penyair, artis dan fotografer dari seluruh penjuru dunia, Huangshan memiliki pesona yang abadi.

Huangshan memiliki seluruh keindahan dari gunung-gunung terkenal lainnya di Tiongkok, terutama karena empat keunikannya, yakni pinus yang eksotis, batu yang aneh, lautan awan, serta mata air panasnya.

Awalnya Huangshan disebut dengan “Gunung Yi”, menurut legenda, leluhur bangsa Tionghoa, Huang Di, menjadi dewa di sini. Pada masa pemerintahan kaisar Tianbao di dinasti Tang (tanggal 16 bulan keenam tahun 747 M), namanya diubah menjadi seperti sekarang. Hari itu dinyatakan oleh kaisar Xuanzong di dinasti Tang sebagai hari ulang tahun Huangshan. Huangshan terkenal dengan kecantikan uniknya, kemegahannya dan kelembutannya. Ia juga merupakan tempat wisata tingkat negara, dan tempat peristirahatan yang memiliki sumber daya alam melimpah, ekologi yang lengkap, dan bernilai tinggi bagi riset ilmiah.

Sampai 1987, penduduk setempat harus berjalan di atas jurang di sepanjang jalan gantung yang lama, banyak dari mereka jatuh – itu karenanya disebut “jembatan abadi”. Konstruksi jembatan saat ini aman untuk pejalan kaki, tetapi ketenaran cerita yang mengerikan tempat ini tetap ada. Yellow Mountain adalah tujuan impian pemberani untuk pengalaman yang mendebarkan. Jembatan menantang nyali (2) melintas jembatan Huangshan, China.

Lebih lengkap dan asyik tonton videonya, yuk…

(sumber: mymodernmet.com)

Jembatan Paling Menantang Nyali (1) Jembatan Gantung Kakum Canopy Walk di Ghana

Jembatan paling menantang nyali (1), jembatan gantung Kakum Canopy Walk di Ghana. Merupakan serangkaian jembatan bergaya ayaman tali dipadu dengan kayu sebagai pijakan yang untuk disediakan pengunjung membawa ke pedalaman hutan Taman Nasional Kakum Assin Ghana Selatan untuk melihat burung dan monyet.

Jembatan Kakum Canopy Walk yang unik ini berada di benua Afrika, memungkinkan pejalan kaki mengalami sensasi luar biasa saat melintas jembatan gantung tersebut yang sangat menggelantung dari hutan Taman Nasional Kakum Assin yang biasanya disediakan untuk pendaki.

Terletak di hutan tropis lebat Taman Nasional Kakum, jembatan gantung kanopi sebenarnya dirancang oleh sepasang orang Kanada guna meningkatkan pariwisata (khususnya ekowisata), tentu dengan tujuan agar banyak dikunjungi wisatawan ke Taman Nasional Kakum, yang sebagian besar diabaikan.

Para perancang membuat disain unik yang akan membuat taman tersebut menjadi tujuan wisata, sehingga dibuatlah jalur untuk melintas maka dibuat kanopi.

Dibuka pada Hari Bumi pada tahun 1995, jalan kanopi terdiri dari tujuh jembatan terpisah yang menggantung dari pohon ke pohon, dengan ketinggian lebih dari 60 meter di atas tanah. Melintasi jalan setapak lebih dari 1.000 kaki atau sekitar 305 meter.

Jembatan itu seolah-olah dibangun seperti jembatan terbuat tali tradisional dari bahan-bahan hutan, namun sesungguhnya terbuat dari tali kawat, aluminium agar bentang yang sedemikian panjang menjadi kokoh. Ditambah lagi memiliki jaring pengaman untuk mencegah orang jatuh. Jembatan Paling Menantang Nyali (1), Jembatan Gantung Kakum Canopy Walk di Ghana.

(sumber: atlasobscura.com)

Bas Kayu, Ikon Transportasi Pariwisata di Karimun

Bas Kayu, ikon transportasi pariwisata di Karimun. Tahun 2019 perkembangan industri wisata di tanah air kian meningkat dan terus melaju. Semua ini dengan tujuan agar semua sektor bergerak ekonominya. Semua kota berlomba mempercantik diri agar para wisatawan lokal dan mancanegara menjadi betah dan membelanjakan uangnya.

Mencari sesuatu yang khas dan unik untuk produk pariwisatanya. Bisa berupa produk makanan, produk kerajinan, atau suguhan hiburan yang menyuri perhatian tamu wisata. 

Di Tanjun Balai Karimun ada sebuah transportasi umum yang unik dengan cita rasa yang klasik, yakni Bas (bus) Kayu. Bas Kayu ini sisa dari kejayaan transportasi kisaran tahun 1980 sampai dengan tahun 1995, namun karena angkutan kota masuk di Karimun pada tahun 1993  Bas Kayu di Karimun saat itu adalah transportasi utama yang banyak digunakan menjadi tersaingi. Saat ini Bas Kayu tinggal puluhan saja.

Perkembangan teknologi transportasi membuat Bas Kayu berkurang peminatnya karena kalah bersaing dengan moda yang lain yang lebih canggih.

Tidak serta-merta Bas Kayu ditinggal oleh penggemarnya dan mati, dengan kreatifitas dan pandai melihat peluang Bas Kayu kembali diberdayakan untuk transportasi wisata. Menarik keingintahuan wisatawan serta masyarakat untuk merasakan naik trasportasi Bas Kayu. Juga, yang dulu pernah merasakan naik Bus Kayu bisa bernostalgia dengan naik Bas Kayu.

Moda ini sangat unik karena Bas Kayu dibuat dari perpaduan antara besi dan kayu sebagai body.

“Karakter Bas Kayu memang unik. Belum lengkap rasanya berwisata di Karimun bila  belum menyoba Bas Kayu ini. Sesuai namanya, angkutan ini dominan menggunakan kayu yang dikombinasikan sama unsur logam,” jelas Dessy Ruhati,  Asdep Bidang Pengembangan Pemasaran I Regional I Kemenpar.

Kayu yang digunakan untuk body bus jenis sengi. Bagian yang sangat menonjol dari ornamen kayu adalah list kaca depan. Bagian ini sangat nyentrik karena kaca dibagi dua bagian dan bisa dibuka tutup untuk mengalirkan udara. Pintu depannya juga dominan kayu. Menariknya, engsel pintunya biasa yang digunakan dalam rumah biasa.

Meski dianggap mobil tua, pemeliharaan mesin dan bodi Bas Kayu relatif mudah, dikarenakan mesin yang digunakan untuk Bas Kayu adalah Toyota Rhino  dan  Mitsubishi PS.

Jangkauan menuju lokasi pariwisata di area Karimun sangat bagus. Hampir semua wilayah terjangkau oleh moda  umum, juga bas Kayu, ikon transportasi pariwisata di Karimun.  Di mulai dari  Pelabuhan Taman Bunga, kemudian  beberapa trayek bersambung dengan angkot.

Tonton video berikut…

(sumber : Merdeka.com )

Baca juga… Trending Topik Youtube! Captain Vincent Raditya Berhasil

Baca juga…Kemasan Daun Pisang Unik Digunakan di Supermarket Chiangmai

Baca juga… Festival Musik dan Seni Lembah Coachella

Melalaui Pariwisata Upaya Pemerintah China Buat Orang Miskin Jadi Kaya

Melalaui pariwisata upaya pemerintah China buat orang miskin jadi kaya. Dalam beberapa tahun ini industri pariwisata terus dikembangkan dan ditingkatkan di Desa Banjiang di Yunan, China sebagai upaya membantu penduduk di desa tersebut meningkat kesejahteraannya. Dengan mengeksplor keunggulan budaya lokal, kerajinan tenun, penyediaan sarana.

Desa Banjiang, Kab. Guangnan : seorang warga desa sedang memberikan beras berwarna kepada anak-anak

Desa Banjiang, Kab. Guangnan:  seorang penduduk desa memperkenalkan sulaman tradisional kelompok etnis Zhuang kepada seorang mat kodak (fotografer)

Desa Banjiang, Kab. Guangnan :  seorang penduduk desa membuat dekorasi pakaian

Desa Banjiang, Kab. Guangnan : seorang penduduk desa mengangkut kain linen warna-warni di Desa Banjiang

Desa Banjiang, Kab. Guangnan : para mat kodak mengambil foto seorang warga desa yang menyiarkan linen yang dicat melalui teknik tradisional

Desa Banjiang, Kab. Guangnan : warga desa menyulam

Desa Banjiang, Kab. Guangnan : warga desa membangun rumah kelompok etnis Zhuang

Desa Banjiang, Kab. Guangnan : seorang warna desa membuat tempat tidur di sebuah asrama

Desa Banjiang, Kab. Guangnan : seorang warga desa menenun kain linen

Desa Banjiang, Kab. Guangnan : sebuah pose keluarga untuk sebuah foto bersama di rumah mereka   

(sumber artikel dan gambar : detik.com)

Baca juga….Sambai Oen Peugaga Hanya Ada di Bulan Ramadhan

Baca juga… Penjual Aksesoris Keliling

Baca juga… Khasiat Jamu Tradisional Indonesia