Semua Punya Lagu Favorit dan Penyanyi Idola

Semua punya lagu favorit dan penyanyi idola. Ada orang yang ngefans berat pada seorang penyanyi pujaannya. Dia hapal semua lagu-lagu penyanyi idolanya tanpa nyontek liriknya. Kadang gaya bicara dan gaya nyanyi bintang pujaannya itu ditirukan nyaris 100%. Saking ngefans-nya.

Seperti tukang kayu saya yang bernama Imam Syafii atau yang lebih akrab dipanggil Pi’i. Kami tahu kalau dia sudah datang ke workshop walau saya tak tahu penampakan dirinya namun bunyi lagu Rhoma Irama yang mulai diputarnya. Nah, itu dia tandanya sudah datang. Ihiks.

Tukang kayu saya : Imam Syafii yang mengidolakan Rhoma Irama

Player yang berisi lagu-lagu Rhoma Irama terus terdengar hingga usai kerja, tapi pas istirahat dimatikan sejenak.

Beruntunglah teman satu-satunya di workshop itu yang bernama Joni punya kuping yang sabar. Bayangkan tiap hari lagu-lagu penyanyi idolanya itu terus diputar dan sudah berlangsung lama. Tujuh  tahun lebih. Pernah jeda tidak memutar lagu tersebut gara-gara mp3 playernya rusak. Efeknya tidak mutar lagu itu Pii kadang hilang fokus, rada lemot kalau sudah urusan pecah pola desain funitur yang saya sodorkan.

Pii dan Joni tengah mengerjakan meja kafe

Selama mp3 playernya direparasi saya ganti dan saya isi dengan lagu-lagu religi dari berbagai penyanyi yang lain, termasuk penyanyi favoritnya, Rhoma Irama. Bersyukur saya karena tukang kayu saya itu senang.

Lain pula Imam Syafi’i lain pula bos saya. Sebenarnya bos saya yang saya ceritakan ini sudah almarhum. Namun kalau terdengar lagu favoritnya saya langsung teringat dirinya. Kadang tertawa kadang juga mewek saya. Cengeng, ya? Lagu kesayangannya itu adalah lagu dari Rhoma Irama yang berjudul ‘Piano’.

Kalau boss saya, sebut saja Pak Yudi, tengah banyak pikiran dan ada sesuatu hal yang menguras emosinya, maka dia akan nyanyi lagu tersebut, Piano. Uniknya, siapa pun tengah face to face depan meja kerjanya akan jadi bagian lirik lagu yang dinyanyikan. Semisal kalau Ririn lagi depan mejanya menemuinya, maka lirik lagu itu akan berubah seperti ini…”Ririn..yang ini apa namanya…” katanya sambil menulis sesuatu. Karena kami sudah hapal tradisinya maka kami ini cuma tersenyum saja.

Emak saya juga begitu, unik dengan lagu favoritnya. Sebenarnya emak saya punya banyak lagu favorit namun ada satu lagu yang selalu dinyanyikan bila ada barang di rumah kami yang hilang. Nah, lho!

Semisal emak saya lupa menaruh pisau dapur maka dia segera menyanyi lagu wajibnya yakni lagu “Alamat Palsu” punya Ayu Ting Ting. Begini caranya…. “Dimana dimana oh dimana. Dimana kuharus mencari pisau itu…” Ajaib. Beberapa menit kemudian ketemu!

Lagu Ayu Ting Ting yang menginspirasi emak saya saat lupa naruh barang

Pernah saya tanyakan, andai mencari sesuatu yang hilang tanpa nyanyi lagu itu. Emak saya diam sambil senyum-senyum, emak berkata, “Ketemu tapi ya lamaaa…” Saya langsung tepuk jidat.

Apalagi yang satu ini. Ketika hujan turun saya selalu teringat akan dirinya,keponakanku yang perempuan. Namun sekarang dia sudah kuliah. Entah mengapa ingatan saya selalu tertuju padanya bila sudah turun hujan.

Begini ceritanya. Sebut saja keponakanku namanya Ratu. Saat itu lagi turun hujan dan deras pula. Kebetulan ada Ratu dan saya minta menyanyi. Dia mau karena ada hadiahnya. Menyanyilah dia dengan lagu favoritnya “Tik Tik Bunyi Hujan”.

Begini dia menyanyikan lirik lagu tersebut.

“Tik tik bunyi hujan di atas genting. Gentingnya turun tidak terkira…. Cobalah tengok…”

Sebenarnya tawa saya mau saya lepaskan saja saat Ratu menyanyi, namun karena khawatir keponakan saya ngambek  maka saya tahan saja tawa saya. Setelah selesai barulah saya tertawa terbahak-bahak. Mungkin kali ini tepuk jidat saya agak kenceng. Duh! Bocor tuh rumah kalau gentingnya turun, Nak. Semua punya lagu favorit dan penyanyi idola.

Penulis: KSmartini Muchdor

Tantangan Naik Motor Lumajang – Pronojiwo, Siapa Takut?

Tantangan naik motor Lumajang – Pronojiwo, siapa takut?. Tanpa berpikir panjang dan tanpa timbang-timbang ketika seorang teman memberi tantangan, apa saya berani pergi ke Pronojiwo dengan naik motor dengan kompensasi uang saku. Lumayan buat kulineran.

Teman itu mengetahui kalau saya ada tugas di Pronojiwo, namun dia tidak tahu banyak saya ke Pronojiwo naik apa. Dalam pikirannya saya lebih sering naik roda empat. Sungguhpun saat ke Pronojiwo saya lebih sering naik motor. Sepertinya, anggapan teman saya itu ke Pronojiwo sungguh ‘menyeramkan’ karena melewati perbukitan yang sisi-sisinya ngarai dan jurang serta pepohonan yang tinggi dan besar.  Kesan angker pun memenuhi benaknya. Dan tentu dia tak menyangka saya mau menerima tantangannya. Sebagai bukti dia minta saya foto selfi di Geladak Perak sama motor yang saya pakai. Baik. Hehe

Sebenarnya sepanjang perjalanan ke Pronojiwo sangatlah menyenangkan. Betapa tidak, mata dimanjakan dengan pemandangan yang eksotik, mau foto pemandangan dari spot mana saja tetap bagus. Ditambah udara pegunungan yang segarnya kebangeten.

Jangan kuatir, perjalanan ke Pronojiwo tak lagi menyeramkan seperti di tahun 1990-an. Ramai. Banyak kendaraan yang melewati wilayah Piket Nol. Apalagi sekarang sepanjang sisi jalan banyak sekali warung menawarkan jualannya. Dari minuman, cemilan sampai menu  yang berat semacam nasi pecel atau rawon. Penjual bakso juga banyak. 

Di samping warung yang banyak bermunculan di daerah Piket Nol juga ada ponten-ponten bila Anda sudah tak tahan dengan panggilan alam.

Tidak hanya berfoto-ria di Gladak Perak namun saya video-kan saat arah balik dari Pronojiwo. Ya jelas saya minta bantuan untuk merekamnya, yaitu saya minta tolong myboy. Karena dia luang saya ajak untuk temani ke Pronojiwo. Sengaja video tidak saya beri musik background, biar terkesan alami.

Bagi saya ini sama dengan peribahasa sambil menyelam minum teh hangat. Sambil jalani tugas, dapat uang saku dari teman, wisata dan kulineran  sama myboy. Suka bangeeet! Tantangan naik motor Lumajang – Pronojiwo, siapa takut?.

Lebih lengkap dan asyik tonton yuk videonya…

Penulis: KSmartini Muchdor

Penjual Jamu Tak Lagi Digendong, Tak Pakai Bra Pula

Penjual jamu tak lagi digendong, tak pakai bra pula. Judulnya, mungkin bisa sedikit genit dan bisa menimbulkan macam-macam pengertian. Bisa jadi orang menganggap penjual jamu dulunya digendong tapi sekarang tidak. Hehehe…Padahal yang tidak digendong itu botol jamunya. 

Sedangkan judul tambahan yang di belakang ‘Tak Pakai Bra Pula’ …Memang penjual jamu yang tengah dibahas sekarang tidak pakai bra!…Karena penjual jamunya seorang cowok! Mosok lelaki pakai bra, sih.

Karena tak lagi digendong jamunya, menjajakan dengan naik motor dengan harapannya agar pembelinya kian banyak. Atau kita mengganggap kata-kata ‘siapa yang cepat dia yang dapat’ masih cocok sekali untuk aksi jualan. Siapa yang cepat mendekati pembeli dia yang dapat untung. Begitu dengan penjual jamu tradisional yang tidak lagi digendong produk jualannya namun ditata rapi dalam kotak kayu di atas sepeda motor.

Dengan dibawa keliling untuk ditawarkan pada konsumen dengan sepeda motor maka jangkauan jualannya lebih luas dan lebih cepat habis dagangannya.

Tonton video berikut…

Penjual Aksesoris Keliling

Penjual aksesoris keililing. Konsep jualan dekati hati konsumen ya dengan mendatangi calon pembeli. Aneka macam aksesoris berupa jepit rambut serta tali kuncir dengan balutan warna yang menggoda. Ada juga peniti ukuran lebih dari normal untuk seprei tempat tidur agar tidak melorot.

Tidak hanya jualan aksesoris kecantikan tapi jualan juga alat rumah tangga  seperti suthil, pisau dan sikat cuci pakaian.

Penjual aksesoris keliling ini area jualannya sekitar pasar besar Pasirian dilanjut hingga wilayah desa Condro, Lumajang. Konsumen aksesoris kecantikan kebanyakan anak abg perempuan. Harga produk aksesoris rata-rata Rp. 3000,- sampe 5000,-.

Murah bukan? Penjual aksesoris keliling ini membandrol harga pernak-pernik hiasan rambut.  

Baca juga….Chicco Jerikho Berperan di Film Ave Maryam Butuh Persiapan Panjang

Baca juga…. Disegani di Tournamen Poker Dunia Karena Kepiawaiannya

Baca juga…Undangan Pernikahan Unik Kapal Api

Cara Hilangkan Tegang Ketika Melintas di Jalan Berkelok-Kelok

Cara hilangkan tegang ketika melintas di jalan berkelok-kelok. Ada yang tahan mabok darat ketika berkendara lewati jalan yang bekelok-kelok di lereng gunung, ada pula yang pusing juga muntah karena lintasan tidak lagi nyaman. Tergantung dari personal masing-masing

Banyak cara untuk mengalihkan pusing dan tegang Anda. Barangkali salah satu cocok buat Anda:

1. Bagi yang berkendara kendaraan roda empat, yang selalu pusing dan mual saat melalui jalan berkelok di pegunungan, atasi  dengan mengalihan dari pandangan ke depan. Pandanganlah sisi Anda, coba nikmati indahnya alam yang tersaji di hadapan Anda. Hijaunya pepohonan yang menyegarkan mata. Aliran air yang bening dari celah tebing. Indah sekali bukan?

2. Atau ngobrol ringan bercampur mengasyikan bersama teman seperjalanan, atau dengan keluarga.

3. Ada lagi. Bernyanyilah dan ikuti lantunan musik yang tersaji dari mp3 mobil Anda. Pakai gaya tambah meriah suasananya seperti di  acara televisi. “Nebeng Boy”.  Cara ini cocok bila lewati lereng gunung saat malam hari.

4. Atau….buka separuh kaca jendela mobil Anda. Biarkan udara segar pegunungan menyapu paras Anda, masuk ke lubang hidung Anda. Nikmati udara yang bersih itu. Lakukan berulang. Nyaman sekali dan longgar rasanya dada.

5. Atau lakukan sedikit “kegilaan” seperti masa kecil Anda bersama teman sekampung. Berteriak-teriak lepas. Ya, buka kaca jendela dan beerteriaklah lepas dan penuh. Jangan malu, jangan sungkan. Teriak. “Aaaaa….”

Penulis : KSmartini Muchdor

Simak ini… Isyana Sarasvati

Simak ini… Konser Musik Piano Synthesizer

Baca ini… Blogger Rusia Membuat Parodi

Kakek Pun Suka Mewarnai Gambar! Ternyata Ini Manfaat Terbesarnya

Kakek Pun Suka Mewarnai Gambar! Ternyata Ini Manfaat Terbesarnya. Ketika datang di sebuah pameran buku terbesar se-Asia Tenggara yang diadakan di Surabaya, beberapa waktu lalu ada jenis buku yang menyuri perhatianku, buku mewarnai seukuran A3. Atau berukuran 29,7 cm x 42 cm. Tanpa berpikir lama ambil beberapa.

Seorang kakek perlahan-lahan berdiri di sisiku dan membolak-balik buku mewarnai tanpa berlama-lama kakek itu mengambil lima buah buku mewarnai dan dimasukkan ke troli belanjanya.

Setelah di rumah, di waktu luang setelah membeli pensil warna di toko buku tetangga mulailah menyoba mewarnai. Tanpa menyoba memadupadankan warna. Asal saja goreskan pensil warna ke pola gambar yang masih polos. Bentuk kelopak bunga. Hanya dua warna kutorehkan di gambar tersebut hasilnya luar biasa.

Dalam seminggu mewarnai gambar berhasil kuselesaikan. Ada keindahan. Ada sukacita.

Setelah kuketahi kemudian mewarnai banyak memberikan manfaat,. Berdampak sangat positif pada diri kita, terapi dengan seni memang memiliki manfaat bagi kesehatan mental. Meskipun sekilas nampak seperti aktivitas anak-anak padu, namun orang dewasa juga bisa merasakan manfaatnya,  yaitu:

– Menurunkan tingkat kecemasan

Hasil peneltian mengatakan bahwa kegiatan mewarnai bisa berefek therapeutik guna menurunkan kecemasan, mempertajam fokus, dan menjadikan pikiran lebih tenang, bahkan bisa membantu turunkan tingkat stres.

Penelitian juga mengatakan efek dari mewarnai adalah sama seperti saat kita melakukan meditasi. Ini semua lantaran mewarnai menjadikan otak kita bisa terus fokus pada aktivitas mewarnai saja. Jadi jika ada orang punya gangguan kecemasan lalu mengerjakan kegiatan mewarnai dengan serius, maka pikiran-pikiran yang tengah membuatnya kecemasan dapat dienyahkan jauh-jauh.

Dengan adanya manfaat tersebut, mewarnai dapat memberikan efek positif pada orang-orang dengan keluhan kecemasan, obsessive-compulsive disorder, stres, depresi.

Menciptakan perasaan senang

Mewarnai dapat menumbuhkan pikiran yang menyenangkan. Karena, seseorang yang sedang mewarnai akan terfokus pada bentuk dan ukuran gambar, serta memilih warna-warna yang diinginkan.

– Mengaktifkan kemampuan otak bagian frontal

Saat mewarnai, otak bagian frontal akan teraktivasi. Otak bagian frontal berperan penting untuk ingatan, menyelesaikan masalah, kemampuan berbahasa, kemampuan bersosial dan spontanitas.

Nostalgia masa kecil

Aktivitas mewarnai serasa kembali ke masa masih kecil. Dimana ketika itu kita belum dibebani tanggung jawab, saat kita bisa lakukan sesuatu yang hanya dikarenakan ingin dan tidak memiliki kewajiban yang harus dikerjakan. Kembali sesaat pada masa-masa seperti ini akan membuat kita melupakan dari pikiran-pikiran yang membuat stres dan cemas.

– Mengasah otak kiri dan kanan

Kesenangan mewarnai dapat mengaktifkan kedua sisi otak: kiri dan kanan. Saat mewarnai, Anda hanya memikirkan tentang keselarasan warna, pemilihan warna dan cara mengaplikasikan pensil warna, sehingga kemampuan motorik halus maupun kemampuan menyelesaikan masalah menjadi terasah dengan baik.

Makanya kenapa kakek itu memborong buku mewarnai…ternyata itu manfaatnya

O, iya, buku mewarnai untuk orang dewasa bisa dibeli di marketplace Indonesia.

Penulis : KSmartini Muchdor

(Sumber : google search)

Baca ini… Menciptakan Karakter Terkenal Dari Karya Seni Kertas Yang Luar Biasa

Baca ini…Kenali Sifat dan Pengaruh Warna pada Diri Kita (4)

Baca ini…Bocah Lelaki Usia 11 Tahun Berbakat Merajut dari Benang dan Jarum