Kerupuk Becak Unik Keliling di Lumajang

Kerupuk Becak Unik Keliling  di Lumajang. Semua pasti suka kerupuk, segala usia dan segala kalangan. Dari anak seumuran paud hingga seumuran kakek-nenek. Macam-macam pula kerupuknya. Ada kerupuk dengan bahan dasar utama udang, ikan, tepung dengan varian rasa, juga ada yang dari kulit sapi yang disebut rambak.

Kerupuk Becak Unik Keliling di Lumajang

Apa pun jenisnya dan namanya kerupuk bisa kita temukan di mana saja dengan muda dan harganya terjangkau banget.

Semisal dengan kerupuk yang satu ini dinamai kerupuk becak. Ini bukan kerupuk sebesar becak. Ini hanyalah sebutan saja. Dinamai kerupuk becak karena dijual  secara keliling dengan diangkut becak. Kerupuk becak cukup unik karena tampilannya yang mengundang penasaran.

Di becak tersebut berisi berbagai macam kerupuk yang dibungkus dalam kantong plastik besar lalu diatur-ditumpuk sedemikian rupa sehingga menyerupai gunungan. Inilah tampilan unik jualannya sehingga banyak pembeli yang berdatangan ke lapak keliling milik Yanto.

Kerupuk Becak Unik Keliling di Lumajang

Yanto sudah sepuluh tahun lebih jualan kerupuk keliling. Tempat mangkal utamanya di kantor BNI jalan Alun-alun Timur, Lumajang.

Karena keunikan tampilan jualannya itu banyak yang telah memotretnya. Kata Yanto, “Banyak yang foto dan katanya mau dimasukan facebook.” Lumayan dapat promosi gratis.

Kalau semisal saat itu Yanto tak ada di dekat BNI, mungkin masih di perjalanan dicegat pembeli. Daripada menunggu baiknya hubungi lewat hapenya, yakni : 085204945094.

Kerupuk Becak Unik Keliling di Lumajang

Apa pun macam kerupuknya harganya Rp. 5.000,00 per ¼ kilo. Kerupuk Becak Unik Keliling  di Lumajang.

Penulis : KSmartini Muchdor

Lebih Sering Makan Sayur, Buah-Buahan, Ini alasannya

Lebih Sering Makan Sayur, Buah-Buahan, Ini alasannya. Sita pernah ditanya oleh seseorang, yang sudah dikenalnya: tentang konsumsi sayur. Begini pertanyaannya, “Sampean suka sayur?” Maka Sita jawab, “Saya suka sekali sayur. Saya gak mau kalah sama kambing.” Yang terang, yang bertanya tidak marah, cuma mendelik saja. Hehehe.

Lebih Sering Makan Sayur, Buah-Buahan, Ini alasannya
Lebih Sering Makan Sayur, Buah-Buahan, Ini alasannya

Serius jawaban Sita sebenarnya. Sita suka makan sayuran dan sari laut. Ditambah lagi mengkonsumsi buah-buahan. Lagi pula buah-buahan mudah didapatkannya karena semua itu sudah ada di halaman rumah.

Dikarenakan pula sedari Sita kecil emaknya sering menyuguhkan menu makanan yang cenderung bersayur dan lauk sari laut. Konsumsi daging-dagingan urutan kesekian. Ketika Sita bertanya pada emaknya, kenapa lebih sering mengkonsumsi sayuran, buah-buahan dan sari laut ketimbang daging ayam, kambing atau sapi, Mbaknya yang sulung yang menjawab. “Karena kamu bukan macan.” Sita langsung tepuk jidat, Ya, mbakku.

Lebih Sering Makan Sayur, Buah-Buahan, Ini alasannya
Lebih Sering Makan Sayur, Buah-Buahan, Ini alasannya

Ternyata semua omong-omong diatas ada benernya. Saat itu Sita masih SMP. Kini usianya dua puluh lima tahun dan Sita dapat jawabannya di buku yang ditulis Hiromi Shinya, M.D. yang berjudul The Miracle of Enzyme.

Di salah satu babnya yang membahas kenapa kita mesti sedikit mengkonsumsi daging.   

Dalam buku tersebut dia menjelaskan, makanan seimbang yang ideal terdiri dari 85% makanan nabati dan 15% makanan hewani. Dia menemukan rasio ini dengan melihat jumlah gigi manusia.

Gigi mencerminkan jenis makanan yang dimakan oleh setiap spesies hewan. Dicontohkan gigi pada hewan karnivora semuanya sangat tajam, seperti gigi taring. Gigi taring cocok untuk merobek daging dari tulang mangsanya. Begitu sebaliknya, hewan herbivora mempunyai gigi seperti gigi seri yang tipis, berbentuk kotak dan cocok untuk menggigit tumbuhan. Hewan  herbivora juga mempunyai gigi geraham, untuk menghaluskan tumbuhan yang telah dimakannya.

Menurut Hiromi Shinya, menghitung gigi hewan untuk menentukan makanan yang paling cocok untuk hewan tersebut bukan hal baru. Pada masa lalu, banyak yang menekankan bahwa ada hubungan yang mendalam antara jenis-jenis gigi dan jenis makanan.

Lebih Sering Makan Sayur, Buah-Buahan, Ini alasannya

Manusia memiliki 32 gigi, gigi geraham dan gigi seri, yang pembagiannya sebagai berikut: 2 pasang gigi seri (gigi depan) di atas dan dibawah; 1 pasang gigi taring atas dan bawah;serta 5 gigi geraham di atas dan di bawah. Jadi pada manusia rasionya adalah: 1 gigi taring banding 2 gigi seri banding 5 gigi geraham. Gigi taring untuk menyantap daging dan 2 gigi seri dan ditambah 5 gigi geraham dengan total 7 gigi untuk meyantap makanan nabati.

Bila diterapkan perbandingannya antara tumbuh-tumbuhan dan daging ini , hasilnya adalah rasio 7 banding 1. Dari sini Hiromi Shinya menyarankan agar 85% makanan nabati dan 15% makanan hewani. Atau lebih rinci dia menyarankan : biji-bijian 50%, sayuran dan buah-buahan 35-40%, serta daging 10-15%.  

Ini menarik sekali. Dia memaparkan alasannya begini: Mungkin porsi sayur-sayurannya terlalu besar. Dia lalu menyontohkan simpanse, hewan yang gennya paling mirip dengan gen manusia.  Makanan simpanse ini terdiri dari 95,5% vegetarian. Pembagiannya adalah 50% buah-buahan, 45,6% kacang-kacangan, kentang, umbi-umbian, dan sisa 4,5% dari makanan hewan itu sendiri, yang terdiri dari serangga seperti semut. Mereka bahkan tidak makan ikan.

Dia juga telah memeriksa oragan-organ pencernaan simpanse dengan menngunakan endoskop, tetapi organ-organ pencernaan mereka begitu serupa dengan organ-organ manusia sehingga dengan hanya melihta saja Hiromi Shinya tidak dapat membedakan apakah itu milik manusia atau milik simpanse.  Dan paling mengejutkan Hiromi Shinya.

Adalah betapa bersih ciri-ciri dan karasteristik lambung dan usus mereka.

Tidak seperti manusia, hewan liar akan langsung mati jika mereka jatuh sakit. Secara naluri hewan liar tahu makanan apa yang mendukung hidup dan melindungi hidup mereka.  

Hiromi Shinya percaya bahwa penting bagi kita semua untuk belajar dari alam, dan dengan merendahkan diri, kembali kepada prinsip-prinsip dasar makanan, katanya kemudian.

Hiromi Shinya, telah berpraktek kedokteran selama empat puluh tahun lebih, mengobati para presiden, perdana mentri, bintang film, musisi dan banyak lagi pasien-pasiennya.

Kini Sita paham, kenapa emaknya menyuguhkan makanan buat keluarganya dengan komposisi tersebut di atas, yang tidak jauh beda dengan saran Hiromi Shinya dalam bukunya The Miracle of Enzyme. Lebih Sering Makan Sayur, Buah-Buahan, Ini Alasannya.

Sumber: buku The Miracle of Enzyme.

Oleh: KSmartini Muchdor

Jual Es Dawet Jabung Ponorogo di Kecamatan Lumajang, Kabupaten Lumajang

Jual Es Dawet Jabung Ponorogo di Kecamatan Lumajang, Kabupaten Lumajang. Dawet jabung Ponorogo merupakan salah satu kekayaan kulineran khas Indonesia. Diperkirakan dawet jabung ini sudah ada di jaman Mojopahit.

Jual Es Dawet Jabung Ponorogo di Kecamatan Lumajang, Kabupaten Lumajang

Bukan dari tepung beras seperti umumnya kuliner dawet, dawet Jabung menggunakan tepung garut atau sagu aren. Mungkin ini yang membuat gurihnya menendang lidah.

Jual Es Dawet Jabung Ponorogo di Kecamatan Lumajang, Kabupaten Lumajang

Tampak santan bercampur butiran dawet serta gempol, yakni bulatan sebesar pentol bakso berwarna putih. Unsur utama dawet jabung itu menyatu di ceruk gayung.

Jual Es Dawet Jabung Ponorogo di Kecamatan Lumajang, Kabupaten Lumajang

Untuk pemanisnya menggunakan gula kelapa, inilah menjadi pembeda dengan dawet umumnya yang memakai gula tebu sebagai pemanis.

Eit, dawet jabung Ponorogo lebih afdol pakai es! Apalagi siang yang terik luar biasa di bulan Januari ini. Waktu istirahat siang mampir ke lapak jualan es jabung Ponorogo di Jalan Panjaitan tepatnya depan BJ café, Lumajang.

Jual Es Dawet Jabung Ponorogo di Kecamatan Lumajang, Kabupaten Lumajang

Di meja ada penganan gorengan: weci dan tempe mendoan dan petis hitam yang rasanya nancap banget. Asiiik.

Jual Es Dawet Jabung Ponorogo di Kecamatan Lumajang, Kabupaten Lumajang

Di sisi wadah petis ada tumpukan lepek (pisin) yang peruntukannya sebagai wadah makan gorengan apabila kita makan di lapak tersebut. Biasanya tamu yang datang akan menyicipi gorengan terlebih dahulu sembari menanti es dawet pesanan kita datang tersaji.

Baca juga : Khasiat Jamu Tradisional Indonesia

Lapak ini tidak hanya menyediakan kulineran khas Ponorogo saja, gorengan dan rujak cingur sebagai alternatif pilihan.

Selain es dawetnya, saya juga suka gorengannya, yakni weci. Weci yang ada di lapak ini beda dengan weci umumnya, karena ada kacang yang bertebar di dalamnya. Empuk dan kraus-kraus. Bener! Kalau tidak percaya, yang belum ke lapak ini, datang saja. Buktikan. Hehehe

Teman-teman yang pergi ke Pura Mandhara Giri Semeru Agung di Senduro, atau teman-teman yang hendak pergi ke Pronojiwo melihat air terjun jangan lupa mampir, ya ke lapak Es dawet Jabung Ponorogo di jalan Panjaitan Lumajang.

Jual Es Dawet Jabung Ponorogo di Kecamatan Lumajang, Kabupaten Lumajang
Ketemu Bapak Slamet dan istri. Teman seprofesi. Saya ditaktir juga. Alhamdulillah. Terima kasih.

Juga teman-teman dari luar kota sedang silahturahmi ke saudaranya yang berada di Lumajang, mampir, ya ke lapak ini. Dijamin kuliner budget (hemat).

Jual Es Dawet Jabung Ponorogo di Kecamatan Lumajang, Kabupaten Lumajang

Lapak es dawet jabung Ponorogo tempatnya di pinggir jalan besar dan parkirnya gampang. Serta lapaknya bersih dan nyaman. Makan sepuasnya dan tidak bakalan dompet Anda kempes-pes  kulineran di  sini. Soalnya murah-meriah. Ditambah lagi Bu Arman, nama penjual es dawet jabung Ponorogo ini ramah dan sabar melayani pembelinya. Komplit, kan. Jual Es Dawet Jabung Ponorogo di Kecamatan Lumajang, Kabupaten Lumajang.

Penulis : KSmartini Muchdor

Bakpao Pelangi di Geladak Perak Lumajang

Bakpao Pelangi di Geladak Perak Lumajang. Kalau kita sedang wisata atau berkunjung ke rumah saudara di daerah berhawa dingin efeknya kita jadi cepat lapar dan mencari sesuatu yang hangat-hangat, semacam secangkir coklat panas, teh hangat atau secangkir kopi panas. Atau ditambahi makanan ringan umumnya yang dimininati banyak orang, seperti tahu goreng, pisang kukus atau yang lainnya.

Seperti di daerah jembatan perak Lumajang. Sebelum dan sesudah jembatan banyak warung-warung menjajakan aneka sajian makanan, minuman dan cemilan. Tak terkecuali cemilan kukusan, seperti bapao.

Bakpao ini mencuri perhatian pengguna jalan yang melintas di jembatan perak. Bisa jadi bakpao ini menarik orang yang berkunjung di jembatan perak karena warna-warni yang membalur bakpao tersebut. Ada ungu, hijau, pink dan putih, warna aslinya.

Harganya murah yakni per buah Rp. 2.000,00. Varian rasanya banyak, ada kacang, kacang ijo, stroberi, ayam. Nama bakpao ini Bakpao Masya, yang bisa Anda temui di jembatan perak Lumajang setiap Minggu jam 9 pagi waktu setempat. Kalau mau pesan ada nomor hapenya yang tercetak di bodi mobil. Bakpao Pelangi di Geladak Perak Lumajang.

Author: KSmartini Muchdor

Roti Keras dan Padat Khas Indonesia Ini Masuk Daftar 50 Roti Terbaik Dunia

Roti keras dan padat khas Indonesia ini masuk daftar 50 roti terbaik dunia.  Sebagian besar kita tentu tidak mengetahui kalau tanggal 16 Oktober adalah Hari Roti Sedunia, yang diperingati setiap tahunnya. Meskipun saat itu, tanggal 16 Oktober, Hari Roti Sedunia bagi kita tidak nge-fek (berefek) karena tidak semua orang suka roti.

Serta, meski roti bukan makanan pokok masyarakat kita tapi ada nama roti khas buatan Indonesia masuk dalam daftar 50 roti terbaik dunia versi CNN, yakni roti gambang atau di Semarang lebih dikenal dengan roti ganjel rel. Roti gambang ini masuk daftar 50 terbaik dunia karena telah dikurasi oleh oleh chef pastry yang juga seorang penulis perjalanan dan kuliner, bernama Jen Rose Smith.

Karena roti gambang ini mempunyai cita rasa khas lokal dalam resep olahannya seperti gula aren, kayu manis dan taburan wijen sebagai toping maka roti gambang ini masuk daftar 50 roti terbaik dunia.

Meski teksturnya keras dan padat namun sensasi aroma coklat dan kayu manis yang menohok hidung saat kita nikmati akan melupakan kerasnya tekstur roti tersebut. Mungkin akhirnya oleh masyarakat  di Semarang dinamai roti ganjel rel. Sangking keras dan padatnya, ya.

Bagi Anda yang bermasalah dengan gigi karena tidak kuat mengunyah yang keras tapi masih ingin menikmati roti ganjel rel ini bisa dicelupkan ke minuman kopi atau teh terlebih dahulu agar kerasnya berkurang. 

Jangan lupa, ahli pastry bilang roti ini bagus untuk pencernaan. Dua potong saja sudah cukup membuat kita kenyang. Roti keras dan padat khas Indonesia ini masuk daftar 50 roti terbaik dunia.

Sumber:  www.food.detik.com

Cerita Dibalik Pislen Lumajang

Cerita dibalik pislen Lumajang . Mampir di lapak Vieka adalah dari ketidaksengajaan. Lapak yang berukuran kira-kira 3 m x 2,5 m dan beratap asbes itu sesungguhnya sebagai tempat bertanya tentang siapa pemilik mobil jeep unik yang tak jauh dari lapak Vieka, karena saat itu pemilik yang akan saya temui sedang tidak ada di lapaknya.  

Karena ada tulisan pislen di gerobak jualannya membuat saya jadi penasaran maka pembicaraan tentang produk Vieka pun berlanjut dan cukup lama. Jadinya ngobras (ngobrol santai, ngobrol suweh). Hehehe.

Pemilik lapak Vieka adalah Yani, seorang wanita yang ramah dan lugas saat menjelaskan usahanya dan apa saja jualannya. Sembari menggoreng pesanan saya, Yani menyeritakan awal ia berjualan produk yang kini tersaji di lapak yang beralamat di jalan Ahmad Yani, depan persis gedung SMA Negeri 1 Lumajang.

Produk pertama yang Yani buat adalah pislen, singkatan dari pisang onlen (online). Atau bisa dibilang pislen ini adalah pisang goreng yang dijual online. Meksipun Yani juga menjualnya secara offline, yakni pada sebuah lapak tak jauh dari stadion Semeru Lumajang.

Pislen ini terlahir dari ide membuat penganan untuk anaknya yang mempunyai masalah kesehatan yang menyita perhatiannya. Masalah kesehatan anaknya yang masih sekolah dasar itu  akibat dari jajanan ‘sembarangan’. Saran dari dokter yang menangani kesehatan anaknya itu, agar Yani membuat penganan sendiri untuk anaknya, dan mengurangi jajanan sembarangan. Terlebih karena anak perempuannya itu suka gorengan maka mendadak muncullah ide untuk membuat pisang goreng yang khas. Anak perempuannya menyukai hasil olahannya itu. Dan perlahan-lahan kesehatan anaknya mulai membaik.

Dari situlah ide hasil olahan pisang gorengnya untuk dibisniskan. Yani mulai menjual pisang goreng khasnya itu  awalnya ia tawarkan lewat status serta share di group WA-nya (081081235074740). Serta lewat akun facebook, yakni  Yani Vieka@facebook.com. Dionlinekan, onlen istilahnya. Akhirnya pisang goreng olahannya diberi nama pislen.

Karena keluhan pelanggan yang beli pislennya yang mesti masuk gang menuju rumahnya maka Yani buka lapak di depan gedung sekolah SMA Negeri 1 Lumajang.  Dan sudah enam bulan lebih Yani menempati lapaknya tersebut. Oya, dalam menjalankan usahanya ini Yani dibantu  suaminya.

Tidak hanya hanya pislen yang lahir dari kreasinya, menyusul kemudian tahu walek yang punya rasa kekhasan tersendiri. Lanjut kemudian produk olahannya yang lain adalah nanglen (nangka onlen),  naslen (nanas onlen), rujak erok-erok, es lilin varian buah asli. Ada satu lagi, bakso sebesar kelereng juga hasil olahannya.

Saat saya berbincang-bincang dengan Yani, saya pesan pislen dan tahu walek, belum semua produknya saya coba, mungkin lain kali. Setelah menikmatinya di rumah, saya cenderung menyukai tahu waleknya. Saya sangat suka tahu waleknya karena ada sayurnya, bumbunya imbang dan tidak eneg. Juga, kekenyalan tahu waleknya yang pas.

Dari dua produk olahan Vieka yang saya beli, produk Vieka milik Yani adalah produk yang bagus, higienis.

Saya punya kecenderungan yang jelek bila makan sesuatu yang ada unsur kimia yang berlebih dalam suatu produk makanan olahan, ada efek langsung yang saya rasakan. Semisal bila ada zat pengawet yang berlebih dalam makanan, tidak sampai 24 jam tenggorokan saya sakit untuk menelan. Begitu pula bila ada kandungan MSG atau zat penguat rasa yang banyak efeknya setelah makan rasanya, maaf,  mau muntah karena eneg dan rongga mulut terasa kering bawaannya haus saja.

Setelah saya nikmati dua produk makanan olahan Yani dan tidak berdampak seperti yang saya ceritakan tersebut  bisa dibilang produk olahan Yani aman dan baik untuk kesehatan. Higienis.

Terlebih lagi dari cerita Yani, pelanggannya adalah orang-orang dari kalangan berprofesi di bidang kesehatan juga. Tentu Yani sangat menjaga kualitas produk makanan olahannya.

Jadi, tunggu apalagi, hubungi WA Yani buat pesan produk olahannya. Jangan sampai kehabisan, lho! Cerita dibalik pislen Lumajang.

Penulis :  KSmartini Muchdor