Penjual Kerak Telur Lumajang Ini Bisa Dijadikan Contoh Bagaimana Berjualan Dengan Disiplin Protokol Kesehatan Cegah Covid-19

Penjual Kerak Telur Lumajang Ini Bisa Dijadikan Contoh Bagaimana Berjualan Dengan Disiplin Protokol Kesehatan Cegah Covid-19

Penjual Kerak Telur Lumajang Ini Bisa Dijadikan Contoh Bagaimana Berjualan Dengan Disiplin Protokol Kesehatan Cegah Covid-19. Kerak telur merupakan makanan khas Betawi yang melegenda. Makanan ini  hanya bisa kita temui pas ada bazaar, pameran dan acara khusus lainnya.

“Iya, itu dulu, sebelum merebaknya corona. Sekarang pameran dan bazaar ditiadakan saya akan jualan kerak terus di sini. Sebelum corona saya memang sering diundang dalam acara semacam pameran atau bazaar yang diadakan oleh pemerintah. Keliling Jawa Timur.” Ipuk Dani menerangkan di sela-sela mengolah kerak telurnya di lokasi jualannya tepatnya di Jalan Raya PB Sudirman, pertigaan Jelita, Lumajang.

Penjual Kerak Telur Lumajang Ini Bisa Dijadikan Contoh Bagaimana Berjualan Dengan Disiplin Protokol Kesehatan Cegah Covid-19

Dia mulai jualan di Jalan Raya pas bulan Ramadhan, dan jam jualannya jelang buka puasa, jam 16.00 wib. Tapi sekarang, Ramadhan usai, dia jualan setelah magrib , jam 18.00 wib.

Varian kerak telurnya ada 2 macam:

Kerak telur ayam yang harga jualnya  Rp, 15.000,00 per porsi

Kerak telur bebek yang harga jualnya Rp, 20.000,00 per porsi

Penjual Kerak Telur Lumajang Ini Bisa Dijadikan Contoh Bagaimana Berjualan Dengan Disiplin Protokol Kesehatan Cegah Covid-19

Bahan utama dari kerak telur ini adalah beras ketan dan telur. Telurnya bisa telur ayam atau bebek, tergantung selera. Bahan tambahan lainnya : merica, dan garam. Demikian pula sebagai topingnya adalah serundeng giling, bawang goreng, kelapa gongseng yang diberi kunyit, ebi (udang kecil yang dikeringkan). Mantap!

Sayang sekali, waktu saya tanya no WA-nya berapa, dia bilang, “Smartphone saya hilang. Dalam waktu dekat saya urus ke grapari.” Ya, Bapak, itu penting untuk bisnis Bapak.

Yang membuat terkesan adalah :⁣
1. Bakulannya tertata rapi dan bersih

2. Dia memakai masker

3. Sebelum mengolah dia menyemprotkan handsanitizer ke keduabelah tangannya.⁣


Ini sebuah cara untuk menyakinkan pembeli bahwa makanan yang disajikan adalah bersih dan sehat. Dia disiplin pada protokol kesehatan cegah meluasnya pandemik corona.⁣
Dan, ini juga salah satu cara untuk merebut hati calon konsumen agar menjadi konsumen yang loyal. Order terus.
Bisa jadi penjual kerak telor ini dijadikan contoh bagaimana dia mengolah produk jualannya di masa pandemik covid-19.⁣

Baca juga: Tradisi Unik Omed-Omedan Di Sesetan Bali, Sering Disebut Festival Ciuman

Penjual Kerak Telur Lumajang Ini Bisa Dijadikan Contoh Bagaimana Berjualan Dengan Disiplin Protokol Kesehatan Cegah Covid-19

Cuma ada yang kurang sreg bagi saya, sebaiknya Bapak agar mundur titik lokasi bakulannya. Agar aman dan terhindar dari hal-hal yang tak terduga. Bapak kan kepala keluarga. Mundur sedikit, mundur cantik! Penjual Kerak Telur Lumajang Ini Bisa Dijadikan Contoh Bagaimana Berjualan Dengan Disiplin Protokol Kesehatan Cegah Covid-19.

Ditulis: KSmartini Muchdor

Di German, Ada Tisu dan Masker Bisa Dimakan

Di German, Ada Tisu dan Masker Bisa Dimakan. Bener, nih? Ada tisu dan masker di German bisa dimakan?

Di German, Ada Tisu dan Masker Bisa Dimakan

Iya, bisa! Ini gegara ide bisnis dari sebuah toko roti di Dortmund di wilayah Rhine-Westphalia Utara Jerman. Tim Kortuem, pemilik toko roti, punya ide bisnis membuat roti berbentuk gulungan tisu toilet dan kue masker. Ini diilhami atas kelangkaan tisu dan masker di pasaran akibat kepanikan dan kecemasan akan virus corona yang banyak menelan korban dan akhirnya orang-orang memborong sembako dan APB (Alat Pelindung Diri).

Di German, Ada Tisu dan Masker Bisa Dimakan

Di luar dugaan Tim Kortuem, roti dan kue uniknya tersebut cepat populer dan dalam sehari saja laku terjual 200 buah.

Baca juga: Tangkal Ketakutan Pandemik dengan Makan Burger Corona ala Koki Hoang Tung Dari Hanoi

Roti tisu toilet gulung sebenarnya dari resep roti marmer yang dibentuk tisu gulungan lalu dilapis fondant putih.

Di German, Ada Tisu dan Masker Bisa Dimakan
Di German, Ada Tisu dan Masker Bisa Dimakan
Di German, Ada Tisu dan Masker Bisa Dimakan

Tidak hanya roti mirip tisu toilet gulung saja yang dibuat di toko Schuerener Backparadies, biskuit unik berupa emoji wajah bermasker juga ditawarkan.

Di German, Ada Tisu dan Masker Bisa Dimakan

Tim Kortuem mengatakan pada Reuters Television, kue-kue uniknya yang berbau momen virus corona itu membantu menjaga kelangsungan bisnis selama masa sulit akibat pandemik. Pelanggannya tergila-gila dengan roti dan kue uniknya tersebut dan menambah kegembiraan di masa-masa pandemik. Di German, Ada Tisu dan Masker Bisa Dimakan.

Sumber: Rueters television

Penulis: KSmartini Muchdor

Telur Paskah Unik Dari Coklat Bentuk Virus Corona Kreasi Koki Pastry Prancis

Telur Paskah Unik Dari Coklat Bentuk Virus Corona Kreasi Koki Pastry Prancis

Telur Paskah Unik Dari Coklat Bentuk Virus Corona Kreasi Koki Pastry Prancis. Merebaknya pandemik virus corona yang mencekam ternyata tidak hanya berdampak kesedihan selalu namun ditangan seorang yang kreatif dan pandai melihat peluang virus corona tak lagi sebuah momok yang menakutkan, virus corona bisa jadi ide bisnis.

Telur Paskah Unik Dari Coklat Bentuk Virus Corona Kreasi Koki Pastry Prancis
Telur Paskah Unik Dari Coklat Bentuk Virus Corona Kreasi Koki Pastry Prancis

Seperti yang dilakukan oleh koki pastry dan pembuat cokelat di Prancis, Jean-Francois Pre. Dia membuat telur Paskah bentuk mikrokospik virus corona. Telur Paskah disaput warna hitam dihiasi almond merah sebagai mahkota khas virus corona.

Telur Paskah Unik Dari Coklat Bentuk Virus Corona Kreasi Koki Pastry Prancis
Telur Paskah Unik Dari Coklat Bentuk Virus Corona Kreasi Koki Pastry Prancis
Telur Paskah Unik Dari Coklat Bentuk Virus Corona Kreasi Koki Pastry Prancis
Telur Paskah Unik Dari Coklat Bentuk Virus Corona Kreasi Koki Pastry Prancis

Pre pada surat kabar Le Telegramme mengatakan, ide unik membuat telur Paskah berbentuk virus corona hanya sebuah humor untuk mengurangi kebosanan mendengar berita tentang virus corona. Toko rotinya yang terletak di Landivisiau selalu padat dengan pesanan telur Paskah replika virus corona itu. Telur Paskah Unik Dari Coklat Bentuk Virus Corona Kreasi Koki Pastry Prancis.

Sumber: south china morning post@youtube

Penulis: KSmartini Mucdor

Tangkal Ketakutan Pandemik dengan Makan Burger Corona ala Koki Hoang Tung Dari Hanoi

Tangkal Ketakutan Pandemik dengan Makan Burger Corona ala Koki Hoang Tung Dari Hanoi. Diantara suasana tegang dan genting akibat pandemik covid-19 ada orang sempat berkreasi membuat sesuatu yang berkenaan dengan virus corona.

Tangkal Ketakutan Pandemik dengan Makan Burger Corona ala Koki Hoang Tung Dari Hanoi
Tangkal Ketakutan Pandemik dengan Makan Burger Corona ala Koki Hoang Tung Dari Hanoi
Koki Hoang Tung dengan burger corona hasil kreasinya

Adalah Koki Hoang Tung seorang koki di Pizza Home di Hanoi, Vietnam telah menciptakan burger unik bertema virus corona. Membuat burger dengan tampilan mikroskopik virus corona. Koki Huang bercerita, dia mengidamkan membuat burger dengan mahkota kecil dan berwarna teh hijau. Dengan tujuan mengurangi rasa takut akan virus corona tersebut.

Tangkal Ketakutan Pandemik dengan Makan Burger Corona ala Koki Hoang Tung Dari Hanoi
Cairan pewarna burger corona dari bahan alami
Tangkal Ketakutan Pandemik dengan Makan Burger Corona ala Koki Hoang Tung Dari Hanoi
memasang mahkota corona

Baca juga : Los Angeles Mengadakan Festival Roti ke-5

Seperti yang dikatakan pada Reuters, Koki Hoang Tung punya lelucon, jika kita takut sesuatu kita mesti memakannya. “Rasa takut yang mencekam pada virus corona akan berkurang setelah makan burger berbentuk virus corona.”  Cara unik koki Huang Tung untuk menyebarkan dan menularkan kebahagiaan pada orang lain selama pandemik covid-19.

Tangkal Ketakutan Pandemik dengan Makan Burger Corona ala Koki Hoang Tung Dari Hanoi
burger corona tengah dibakar dalam oven
Tangkal Ketakutan Pandemik dengan Makan Burger Corona ala Koki Hoang Tung Dari Hanoi
Burger Corona yang viral tersebut

Toko burger takeaway tersebut cukup mengesankan karena berhasil menjual 50 buah burger bentuk virus corona tiap hari di tengah sejumlah bisnis lain terpaksa tutup akibat pandemik. Tangkal Ketakutan Pandemik dengan Makan Burger Corona ala Koki Hoang Tung Dari Hanoi.

Sumber: Reuters

Gambar: Tangkapan layar channel Codigo@youtube.com

Penulis: KSmartini Muchdor

Kerupuk Becak Unik Keliling di Lumajang

Kerupuk Becak Unik Keliling  di Lumajang. Semua pasti suka kerupuk, segala usia dan segala kalangan. Dari anak seumuran paud hingga seumuran kakek-nenek. Macam-macam pula kerupuknya. Ada kerupuk dengan bahan dasar utama udang, ikan, tepung dengan varian rasa, juga ada yang dari kulit sapi yang disebut rambak.

Kerupuk Becak Unik Keliling di Lumajang

Apa pun jenisnya dan namanya kerupuk bisa kita temukan di mana saja dengan muda dan harganya terjangkau banget.

Semisal dengan kerupuk yang satu ini dinamai kerupuk becak. Ini bukan kerupuk sebesar becak. Ini hanyalah sebutan saja. Dinamai kerupuk becak karena dijual  secara keliling dengan diangkut becak. Kerupuk becak cukup unik karena tampilannya yang mengundang penasaran.

Di becak tersebut berisi berbagai macam kerupuk yang dibungkus dalam kantong plastik besar lalu diatur-ditumpuk sedemikian rupa sehingga menyerupai gunungan. Inilah tampilan unik jualannya sehingga banyak pembeli yang berdatangan ke lapak keliling milik Yanto.

Kerupuk Becak Unik Keliling di Lumajang

Yanto sudah sepuluh tahun lebih jualan kerupuk keliling. Tempat mangkal utamanya di kantor BNI jalan Alun-alun Timur, Lumajang.

Karena keunikan tampilan jualannya itu banyak yang telah memotretnya. Kata Yanto, “Banyak yang foto dan katanya mau dimasukan facebook.” Lumayan dapat promosi gratis.

Kalau semisal saat itu Yanto tak ada di dekat BNI, mungkin masih di perjalanan dicegat pembeli. Daripada menunggu baiknya hubungi lewat hapenya, yakni : 085204945094.

Kerupuk Becak Unik Keliling di Lumajang

Apa pun macam kerupuknya harganya Rp. 5.000,00 per ¼ kilo. Kerupuk Becak Unik Keliling  di Lumajang.

Penulis : KSmartini Muchdor

Lebih Sering Makan Sayur, Buah-Buahan, Ini alasannya

Lebih Sering Makan Sayur, Buah-Buahan, Ini alasannya. Sita pernah ditanya oleh seseorang, yang sudah dikenalnya: tentang konsumsi sayur. Begini pertanyaannya, “Sampean suka sayur?” Maka Sita jawab, “Saya suka sekali sayur. Saya gak mau kalah sama kambing.” Yang terang, yang bertanya tidak marah, cuma mendelik saja. Hehehe.

Lebih Sering Makan Sayur, Buah-Buahan, Ini alasannya
Lebih Sering Makan Sayur, Buah-Buahan, Ini alasannya

Serius jawaban Sita sebenarnya. Sita suka makan sayuran dan sari laut. Ditambah lagi mengkonsumsi buah-buahan. Lagi pula buah-buahan mudah didapatkannya karena semua itu sudah ada di halaman rumah.

Dikarenakan pula sedari Sita kecil emaknya sering menyuguhkan menu makanan yang cenderung bersayur dan lauk sari laut. Konsumsi daging-dagingan urutan kesekian. Ketika Sita bertanya pada emaknya, kenapa lebih sering mengkonsumsi sayuran, buah-buahan dan sari laut ketimbang daging ayam, kambing atau sapi, Mbaknya yang sulung yang menjawab. “Karena kamu bukan macan.” Sita langsung tepuk jidat, Ya, mbakku.

Lebih Sering Makan Sayur, Buah-Buahan, Ini alasannya
Lebih Sering Makan Sayur, Buah-Buahan, Ini alasannya

Ternyata semua omong-omong diatas ada benernya. Saat itu Sita masih SMP. Kini usianya dua puluh lima tahun dan Sita dapat jawabannya di buku yang ditulis Hiromi Shinya, M.D. yang berjudul The Miracle of Enzyme.

Di salah satu babnya yang membahas kenapa kita mesti sedikit mengkonsumsi daging.   

Dalam buku tersebut dia menjelaskan, makanan seimbang yang ideal terdiri dari 85% makanan nabati dan 15% makanan hewani. Dia menemukan rasio ini dengan melihat jumlah gigi manusia.

Gigi mencerminkan jenis makanan yang dimakan oleh setiap spesies hewan. Dicontohkan gigi pada hewan karnivora semuanya sangat tajam, seperti gigi taring. Gigi taring cocok untuk merobek daging dari tulang mangsanya. Begitu sebaliknya, hewan herbivora mempunyai gigi seperti gigi seri yang tipis, berbentuk kotak dan cocok untuk menggigit tumbuhan. Hewan  herbivora juga mempunyai gigi geraham, untuk menghaluskan tumbuhan yang telah dimakannya.

Menurut Hiromi Shinya, menghitung gigi hewan untuk menentukan makanan yang paling cocok untuk hewan tersebut bukan hal baru. Pada masa lalu, banyak yang menekankan bahwa ada hubungan yang mendalam antara jenis-jenis gigi dan jenis makanan.

Lebih Sering Makan Sayur, Buah-Buahan, Ini alasannya

Manusia memiliki 32 gigi, gigi geraham dan gigi seri, yang pembagiannya sebagai berikut: 2 pasang gigi seri (gigi depan) di atas dan dibawah; 1 pasang gigi taring atas dan bawah;serta 5 gigi geraham di atas dan di bawah. Jadi pada manusia rasionya adalah: 1 gigi taring banding 2 gigi seri banding 5 gigi geraham. Gigi taring untuk menyantap daging dan 2 gigi seri dan ditambah 5 gigi geraham dengan total 7 gigi untuk meyantap makanan nabati.

Bila diterapkan perbandingannya antara tumbuh-tumbuhan dan daging ini , hasilnya adalah rasio 7 banding 1. Dari sini Hiromi Shinya menyarankan agar 85% makanan nabati dan 15% makanan hewani. Atau lebih rinci dia menyarankan : biji-bijian 50%, sayuran dan buah-buahan 35-40%, serta daging 10-15%.  

Ini menarik sekali. Dia memaparkan alasannya begini: Mungkin porsi sayur-sayurannya terlalu besar. Dia lalu menyontohkan simpanse, hewan yang gennya paling mirip dengan gen manusia.  Makanan simpanse ini terdiri dari 95,5% vegetarian. Pembagiannya adalah 50% buah-buahan, 45,6% kacang-kacangan, kentang, umbi-umbian, dan sisa 4,5% dari makanan hewan itu sendiri, yang terdiri dari serangga seperti semut. Mereka bahkan tidak makan ikan.

Dia juga telah memeriksa oragan-organ pencernaan simpanse dengan menngunakan endoskop, tetapi organ-organ pencernaan mereka begitu serupa dengan organ-organ manusia sehingga dengan hanya melihta saja Hiromi Shinya tidak dapat membedakan apakah itu milik manusia atau milik simpanse.  Dan paling mengejutkan Hiromi Shinya.

Adalah betapa bersih ciri-ciri dan karasteristik lambung dan usus mereka.

Tidak seperti manusia, hewan liar akan langsung mati jika mereka jatuh sakit. Secara naluri hewan liar tahu makanan apa yang mendukung hidup dan melindungi hidup mereka.  

Hiromi Shinya percaya bahwa penting bagi kita semua untuk belajar dari alam, dan dengan merendahkan diri, kembali kepada prinsip-prinsip dasar makanan, katanya kemudian.

Hiromi Shinya, telah berpraktek kedokteran selama empat puluh tahun lebih, mengobati para presiden, perdana mentri, bintang film, musisi dan banyak lagi pasien-pasiennya.

Kini Sita paham, kenapa emaknya menyuguhkan makanan buat keluarganya dengan komposisi tersebut di atas, yang tidak jauh beda dengan saran Hiromi Shinya dalam bukunya The Miracle of Enzyme. Lebih Sering Makan Sayur, Buah-Buahan, Ini Alasannya.

Sumber: buku The Miracle of Enzyme.

Oleh: KSmartini Muchdor