Pria Penyayang Binatang Menandakan Mau Berkomitmen Jangka Panjang

Pria penyayang binatang menandakan mau berkomitmen jangka panjang. Ini dipaparkan dalam sebuah riset bila wanita menyukai pria yang sayang pada binatang peliharaan, kucing. Karena kucing menjembatani interaksi sosial antar manusia. Lantas pemilik kucing menunjukkan kemampuan dalam mengasuh dan memelihara. Hal ini memperlihatkan sikap bahwa pemilik tersebut mau berkomitmen. Terutama berkomitmen dalam jangka panjang.

Bagi wanita komitmen jangka panjang adalah hal yang ditunggu-tunggu. Mudah pindah ke lain hati atau ganta-ganti pasangan tentu tidak menjadi rujukan. Sebagian perempuan melakukan itu karena sakit hati atau kecewa dengan kondisi hubungan, meski ia sesungguhnya mau untuk bertahan. Jelas saja, kalau laki-laki penyayang binatang menarik di mata wanita.

(sumber: yomamen.com)

Baca ini juga ya…..>Karakter Calon Ayah Ideal di Mata Wanita Adalah Selera Humor yang Baik

Karakter Calon Ayah Ideal di Mata Wanita Adalah Selera Humor yang Baik

Karakter calon ayah ideal di mata wanita adalah selera humor yang baik. Wanita mencari pasangan hidup tidak hanya sekedar agar kondisinya tidak hambar. namun ia memikirkan untuk jangka panjang. Contohnya, apakah pria cocok menjadi calon pesangannya yang tepat. Berkaitan dengan calon ayah ideal, ternyata wanita menilai tidak hanya dari sikap dan pola pikir pasangan, namun dari selera humor.

Pendapat masyarakat mengatakan, saat wanita ditanya apa yang ia suka pada pasangannya, mereka pasti mengatakan, “Ia membuat saya tertawa”. Secara ilmiah juga sudah membuktikan terkait alasan ini, selera humor baik akan senantiasa menarik secara seksual karena menunjukkan kecerdasan, kehangatan kreativitas sampai calon ayah ideal.

Dapat dikatakan juga jika sifat baik menurun dari selera humor. Wanita juga terpikir andai ia menikah dengan seorang yang memiliki selera humor baik, maka sifat anaknya pun mewarisi sifat yang baik pula.

(sumber: yomamen)

Menjalin Hubungan Agar Merasakan Kasih (4)

Menjalin Hubungan Agar Merasakan Kasih. Kita memetik manfaat dan satu sama lain secara emosional. Kita bukanlah sistim yang tertutup, yang mengatur dirinya sendiri, melainkan sistim-sistim terbuka yang diatur, didisiplinkan, didorong, ditegor, didukung dan disahkan oleh masukan emosional yang kita peroleh dari sesama kita. Dari waktu ke waktu, kita berjumpa dengan seseorang yang mempengaruhi emosi kita serta ritme tubuh vital kita dengan sedemikian menyenangkannya sehingga kita menyebutnya kasih. Entah itu lewat hahasa tubuh, gerak-gerik, ekspresi wajah, nada suara atau kata-kata semata, sesama kita menjadikan masa sulit kita lebih tertanggungkan, rnenjadikan masa senang kita lebih manis. Kita gunakan masukan emosional dari sesama manusia seperti halnya kita menggunakan udara yang kita hirup dan makanan yang kita makan. Membuang hubungan emosional dan fisik (rangkulan dan senyuman itu sangat besar pengaruhnya), maka kita akan cepat layu dan mati sama seperti halnya seandainya kita tidak diberikan makan. Itulah sebabnya kita banyak mendengar kisah tentang anak-anak di yatim piatu yang tumbuh lemah dan pesakitan terlepas dan makanan serta pakaian yang cukup. Orang penderita autisme mungkin menghasratkan kontak emosional dan fisik tetapi kehilangan kekuatan karena terhambat oleh kurangnya keterampilan sosial mereka. Dan betapa sering Anda dengar tentang pasangan dalam pernikahan yang telah berlangsung 50 tahun) yang, walaupun secara medis masih sehat, ternyata meninggal beberapa bulan atau bahkan beberapa minggu setelah pasangannya meninggal? Makanan dan tempat tinggal tidaklah cukup. Kita juga membutuhkan satu sama lain, dan

(ditulis ulang : Karya Nicholas Boothman)

Baca ini ….> Tujuan Menjalin Hubungan (1)

Baca ini ….> Menjalin Hubungan Agar Berusia Panjang  (2)

Baca ini ….> Menjalin Hubungan Meraih Kerjasama dan Merasa Aman (3)

Menjalin Hubungan Meraih Kerjasama dan Merasa Aman (3)

Menjalian Hubungan Meraih Kerjasama dan Merasa Aman. Sesama Anda juga dapat membantu Anda mengurus kebutuhan kebutuhan Anda serta hasrat-hasrat Anda. Apa pun yang Anda inginkan .

Dalam kehidupan ini— asmara, pekerjaan impian, tiket menonton konser– kemungkinannya sangat besar bahwa Anda akan membutuhkan bantuan seseorang untuk mendapatkannya. Kalau orang menyukai Anda, mereka akan cenderung memberi Anda waktu serta upaya mereka. Dan semakin baik kualitas simpati yang Anda raih dan mereka, semakin tinggilah tingkat kerjasama mereka.

Begitu juga menjalin hubungan baik bagi masyarakat. Toh komunitas adalah puncak dan segala hubungan: kepercayaan umum, prestasi, nilai-nilai, minat serta geografi. Indonesia bukanlah dibangun dalam satu han, dan Inggris pun tidak. Tiga ribu tahun yang lalu, apa yang sekarang kita sebut Indonesia, bangsa Indo-Eropa menjalin hubungan untuk berburu, untuk mempertahankan kelangsungan hidup, dan untuk saling mengurus satu sama lain pada umumnya.

Kita mempunyai kebutuhan dasar fisik akan sesama; ada manfaat bcrsama dalam suatu komunitas, maka kita pun saling memperhatikan itu sama lain. Komunitas yang baik hubungannya membeni anggota-anggotanya kekuatan dan keamanan. Ketika kita merasa kuat dan aman, kita hisa mengerahkan enerji kita untuk berevolusi, secara sosial, secara kchudayaan, dan secara spiritual.

(ditulis ulang : Karya Nicholas Boothman)

Baca ini …..>Tujuan Menjalin Hubungan (1)

Baca ini …..>Menjalin Hubungan Agar Berusia Panjang  (2)

Simak ini juga, tapi jangan tegang, ya…>Greta

Menjalin Hubungan Agar Berusia Panjang (2)

Menjalin Hubungan Agar Berusia Panjang. Menjalin hubungan adalah yang paling pandai diperbuat otak kita. Ia menerima informasi dan indera kita dan memprosesnya dengan membuat asosiasi-asosiasi. Otak kita senang belajar dan asosiasi-asosiasi ini. Bertumbuh dan berkembang ketika menjalin hubungan.
Manusia pun demikian. Adalah suatu fakta ilmiah bahwa orang yang menjalin hubungan itu berusia lebih panjang. Dalam karya mereka, Keep Your Brain Alive, Lawrence Katz dan Manning Rubin mengutip studi studi yang diadakan oleh McArthur Foundation dan International Longevity Center di New York serta di University of Southern California. Studi-studi mi menunjukkan bahwa orang-orang yang tetap aktif secara sosial dan fisik mempunyai usia lebih panjang  ini tidaklah berarti bahwa bergaul dengan kelompok yang itu-itu juga dan naik sepeda. Melainkan ke lüar mendapatkan teman-teman baru

Ketika Anda menjalin hubungan di dunia luar, Anda menjalin hubungan di dunia dalam — di pikiran Anda. inii membuat Anda awet muda serta tajam. Edward M. Hallowell, dalam bukunya yang sangat baik, Connect, mengutip Alameda County Study yang diadakan pada tahun 1979 oleh Dr. Lisa Berkman dan Harvard School of Health Sciences. Dr. Berkman serta timnya dengan seksama menelaah 7,000 orang, berusia 35 hingga 65, selama kurun waktu sembilan tahun. Studi mereka menyimpulkan bahwa orang yang kurang bersosialisasi serta kurang ikatan komunitas itu hampir tiga kali lebih mungkin mati karena penyakit medis daripada mereka-mereka yang menjalin banyak hubungan luas. Dan semuanya ini tidaklah tergantung kepada status sosial ekonomi.

(ditulis ulang : Karya Nicholas Boothman)

Baca juga….> Tujuan Menjalin Hubungan (1)

Lanjut yang sensasional? Klik di sini…>Kenakan Busana Pengantin dalam Video di Instagram, Lucinta Luna Nikah?

Tujuan Menjalin Hubungan (1)

Tujuan Menjalin Hubungan.Menjalin hubungan dengan sesama membawakan imbalan yang tiada terhingga. Dan entah itu melamar pekerjaan, memenangkan promosi, meraih penjualan, menyenangkan pasangan baru, memukau hadirin atau lulus inspeksi calon mertua, kalau orang menyukai Anda, karpet penyambutannya pun digelar dan hubungannya pun terjalin.

Sesama Anda adalah sumber daya Anda yang terbesar. Merekalah yang melahirkan Anda; merekalah yang memberi makan Anda, memberi Anda pakaian, memberi Anda uang, membuat Anda tertawa dan menangis; merekalah yang menghibur Anda, menyembuhkan Anda, menginvestasikan uang Anda, merawat mobil Anda dan memakamkan Anda. Kita tidak mungkin hidup tanpa mereka. Kita bahkan tidak mungkin mati tanpa mereka.
Menjalin hubungan adalah yang diperbuat nenek moyang kita ribuan tahun yang lalu ketika mereka berkumpul mengelilingi api unggun, menikmati steik daging hewan yang luar biasa besarnya atau membuat pakaian mutakhir dan kulit hewan. Itulah yang kita perbuat ketika kita membuat selimut tambal bersama-sama, mengadakan turnamen golf, mengadakan konferensi, mengadakan penjualan di halaman; itulah yang melandasi ritual kebudayaan kita mulai dan yang serius hingga yang sepele, mulai dan pernikahan dan pemakaman hingga pertemuan komunitas serta lomba tujuhbelasan.
Bahkan artis serta pujangga yang paling antisosial pun, yang mengh abiskan waktu berbulan-bulan melukis di studio atau yang merancang tempat tidur di luar kamar tidurnya, biasanya berharap agar melalui hasil karya itu mereka ujung-ujungnya berhubungan dengan publik. Dan hubungan terletak pada jantung dan ketiga pilar peradaban demokratis kita: pemerintahan, agama, serta media massa, seperti, televise dan internet.

Mengingat Anda dapat mendiskusikan drama korea atau motor  dengan orang-orang dari ujung timur kota Anda hingga ke seluruh dunia, haruslah diakui bahwa media massa atau juga media sosial itu mampu membantu manusia di seluruh dunia saling berhubungan.
Ribuan orang mempengaruhi segala aspek kehidupan kita, orang tua dan lingkungan kita, sahabat juga pelanggan , mentor dan lainnya. Setiap harinya, disengaja maupun tidak, kita menjalin tak terhitung banyaknya hubungan dengan orang-orang di seluruh dunia.

Manfaat Menjalin Hubungan
Pertumbuhan dan evolusi pribadi kita (serta evolusi masyarakat) terjadi sebagai akibat dan menjalin hubungan dengan sesama manusia, entah sebagai sekelompok pejuang muda yang berangkat memburu atau sebagai sekelompok rekan sekerja yang berangkat ke kafe setempat sepulang kerja di han Jumat. Sebagai suatu spesies, kita secara naluriah terdorong untuk berkumpul dan membentuk kelompok teman, asosiasi dan komunitas. Tanpa mereka, kita tidak mungkin eksis.

(ditulis ulang : Karya Nicholas Boothman)

Ingin nangis kalau baca ini….> Kasih Ibu Sepanjang Jalan Pilihan Legislatif