Madu Gila Nepal

Madu gila Nepal. Madul gila ini adanya di negara Nepal, tepatnya di pegunungan Annapurna. Terletak di sebuah desa bernama Gurung. Madu yang dihasilkan dari lebah apis dorsata ini tersembunyi di bawah kerak-kerak pinggir tebing.

Pada musim semi, suku Gurung berburu madu gila yang ada di pegunungan Annapura dan ini adalah tradisi dari leluhur yang dilakukan turun-temurun. Untuk mendapatkan madu gila ini para pemburu madu mendaki bukit setinggi 30 kilometer dan tergantung 100 meter dari bibir tebing untuk menjangkau sarang lebah madu tersebut. Mereka harus menuruni tebing-tebing curam menggunakan tangga buatan dari bambu serta menggunakan pakaian pelindung agar terhindar dari sengatan lebah yang bisa bengkak.

Butuh dua orang untuk bergantung di tangga bambu, satunya untuk melepaskan sarang madu gila dan satunya menadah madu gila yang dijatuhkan.

Disebut sebagai madu gila karena madu ini mengandung zat langka yang disebut grayanotoksin yang asalnya dari bunga rhododendron yang dikenal mengandung efek memabukkan. Ada yang menyebutnya sebagai racun mematikan, ada yang menyebutnya sebagai afrodisiak, obat-obatan yang ampuh, dan bahkan bisa juga penyebab halusinasi. Bagi yang meminum madu ini tidak boleh lebih dari setengah sendok makan.

Madu gila Nepal ini sebutan lain dari mad honey itu  laku dijual seharga US$ 492 atau setara dengan Rp 6,8 juta per kilogram.

Sumber: @youtube/vice Indonesia

Sumber gambar : @youtube/vice Indonesia

Bulog Buka Toko Online Untuk Jual Beras dan Bahan Pangan

Bulog buka toko online untuk jual beras dan bahan pangan. Bulog memasarkan berbagai bahan pangan seperti beras hingga mie instan pada aplikasi toko yang diberi nama PangananDotcom yang telah diperkenalkan pada HUT Bulog, 25 Oktober lalu. Bulog juga merambah e-commerce yakni Shoppe, Tokopedia, Bukalapak dan Blanja.

Selain untuk bertujuan meningkatkan penjualan juga untuk mempersingkat jalur distribusi bahan pangan dari tengkulak, juga pangkas permainan harga oleh mafia. 

Budi Waseso, Direktur Utama Bulog, menjelaskan pada Katadata.com, bahwa Bulog di toko onlinenya tersebut tak hanya menjual produk beras dari merek dari bulog sendiri, tetapi sebagian ada pula merek produsen lain. Budi Waseso mengatakan menjual secara digital ini lebih mudah bagi masyarakat untuk memperoleh kebutuhan bahan pokok tanpa antri. “Masyarakat tinggal pesan secara online dan pengiriman dilakukan langsung ke rumah pembeli,” ujarnya di Jakarta, Jumat (1/11).

Dalam upaya pengembangan bisnis, Bulog bakal meluncurkan 50 jenis produk beras berkualitas yang akan disalurkan secara komersil ke masyarakat. Beras tersebut nantinya akan dipasarkan ke toko retail.

Terobosan tersebut diharapkan mampu menyediakan pangan pokok berkualitas dengan harga terjangkau untuk seluruh masyarakat. Bulog buka toko online untuk jual beras dan bahan pangan.

sumber: www.katadata.co.id

sumber gambar: tangkapan layar

Tanaman Porang, Gatal Disentuh Namun Diminati Pasar Dunia

Tanaman porang, gatal disentuh namun diminati pasar dunia. Porang, bukan nama orang, yang sebenarnya adalah nama tanaman umbi-umbian yang lagi trending lantaran kisah sukses petani yang membudidayakan tanaman tersebut. Kisahnya popular karena petani ini sebelumnya seorang pemulung lalu menjadi petani tanaman porang. Berkat tanaman porang ini petani tersebut, Paidi, menjadi miliader.

Umbi-umbian porang ini sangat dibutuhkan pasar luar negeri, yakni Jepang, Taiwan, Korea dan beberapa negara Eropa. Sayangnya, penyedia umbi porang di Indonesia masih terbatas.

Tanaman porang adalah tanaman asli Indonesia. Oleh masyarakat sudah dikenal sejak lama dan dimanfaatkan. Sifat tanaman porang adalah toleran terhadap naungan. Di beberapa daerah, tanaman ini dikenal dengan nama iles-iles, iles kuning, acung atau acoan. Porang mudah  tumbuh pada jenis tanah apa saja di ketinggian 0 sampai 700 mdpl.

Porang dirajang tipis-tipis seperti keripik  lalu dijadikan tepung sebelum dikirim ke luar negeri. Ada beberapa tempat pengolahan tepung porang sekarang ini, seperti di Pasuruan, Madiun, Wonogiri, Bandung serta Maros.

Manfaat porang ini banyak digunakan untuk bahan baku kosmetik, tepung, penjernih air, selain juga untuk pembuatan lem dan jelli. Umbi porang banyak mengandung glucomannan berbentuk tepung. Glucomannan merupakan serat alami yang larut dalam air biasa digunakan sebagai aditif makanan sebagai emulsifier dan pengental, bahkan dapat digunakan sebagai bahan pembuatan lem ramah lingkungan dan pembuatan komponen pesawat terbang.

Dengan cara bercocok tanam baru, bisa dipanen 70 ton porang di lahan satu hektar. Padahal sebelumnya, satu hektar hanya menghasilkan sembilan ton. Selain itu masa panen porang yang awalnya 3 tahun dipangkas menjadi enam bulan.

Berminat? Segera budidaya porang karena peluang sangat besar dan petani penyedia porang masih sedikit. Dan, jangan lupa, kenali porang terlebih dahulu mana porang yang tepat untuk dibudidayakan. Tanaman porang, gatal disentuh namun diminati pasar dunia.

sumber: www.kompas.com

sumber gambar: tangkapan layar @youtube

Penjual Umbul-Umbul Musiman di Lumajang

Penjual umbul-umbul musiman di Lumajang. Mang Nandang bukan asli orang Lumajang, ia orang Garut, Jawa Barat. Sudah lebih dari lima kali agustusan ia jualan umbul-umbul di Lumajang, aslinya ia sebagai pedagang siomay.

Kenapa ia jualan umbul-umbul sampai jauh?

“Di Garut dan Bandung sudah banyak sekali orang jualan umbul-umbul. Persaingannya ketat. Harga jual umbul-umbul di sini selisih sedikit dengan harga jual di Jawa Barat sana. Masih ada untunglah, setelah dikurangi untuk kebutuhan sehari-hari di sini.”

Mang Nandang mangkal jualannya di Jalan Panjaitan depan perumahan Bumi Jatayu Lumajang. Mau pesan umbul-umbul bisa hubungi nomor hapenya, ya…082264362270. Penjual umbul-umbul musiman di Lumajang.

Penulis: KSmartini Muchdor

Penjual Umbul-Umbul Agustusan di Lumajang

Penjual umbul-umbul agustusan di Lumajang. Bulan Agustus bagi bangsa Indonesia bulan yang penuh kemeriahan dan selebrasi. Kemeriahan lomba-lomba khas 17-an yang unik dan merakyat yang selalu ditunggu-tunggu. Selebrasi memperingati atas kemerdekaan Indonesia lepas dari penjajahan bangsa asing pada tahun 17 Agustus 1945 penuh kebanggaan dan syukur.

Khas bulan Agustus tiba ketika rumah-rumah  atau perkantoran terpasang umbul-umbul dan berbagai pernak-pernik hiasan agustus-an yang terlihat dimana-mana.

Namun ada yang ‘mencuri’ start untuk menggelar  pernak-pernik khas agustus-an meski bulan Agustus belum tiba, yakni para penjual umbul-umbul. Mereka bertebar di sisi-sisi jalan utama memajang dagangan dengan penuh semangat dan harapan. Tentunya semangat pantang menyerah… seperti semangat empat-lima. Hehehe.

Ada pun harga-harga umbul-umbul yang mereka tawarkan kisaran sebagai berikut:

Harga bendera kisaran Rp. 25.000-Rp. 35.000, tergantung ukuran
Harga umbul-umbul kisaran Rp. 50.00,00

Berikut lokasi-lokasi mereka memajang jualan mereka, yakni umbul-umbul 17-an. Penjual umbul-umbul agustusan di Lumajang.

Penjual umbul-umbul dan bendera di Jalan panjaitan depan perumahan Bumi Jatayu
Penjual umbul-umbul dan bendera di Jalan Brigjend. Katamso depan lapak ayam goreng Sabbana
Penjual umbul-umbul dan bendera di Jalan Pierre Tendean depan Akper (Akademi Keperawatan)
Penjual umbul-umbul dan bendera di Jalan Ahamd Yani depan Bank Pasar
Penjual umbul-umbul dan bendera di Jalan Ahamd Yani depan Kantor Perdagangan
Penjual umbul-umbul dan bendera di Jalan Soekarno-Hatta depan Perumahan Sukodono Permai
Penjual umbul-umbul dan bendera di Jalan Slamet Riyadi- dekat Kantor Proyek Semeru
Penjual umbul-umbul dan bendera di Jalan Slamet Riyadi utara Bazaar Mall
Penjual umbul-umbul dan bendera di Jalan Slamet Riyadi depan Pasar Klojen
Penjual umbul-umbul dan bendera di Jalan Imam Bonjol depan gedung smp
Penjual umbul-umbul dan bendera di Jalan Jend. Panjaitan depan Kantor BPN
Penjual umbul-umbul dan bendera di Jalan Mayjend. Sukertiyo depan rumah Haji Sing
Penjual umbul-umbul dan bendera di Jalan Suwandak Timur depan toko keripik Jati Arum

Penulis : KSmartini Muchdor