Doa yang Spesifik Untuk Mobil Baru

Doa yang Spesifik Untuk Mobil Baru. Dot Beams adalah seorang karyawan di sebuah perusahaan. Selalu, rasa kikuknya timbul ketika masuk pelataran parkir tempatnya kerja. Beberapa temannya langsung menoleh. Ini akibat suara berisik dan mengganggu yang ditimbulkan oleh suara dari station wagonnya. Dot Beams tidak bisa berbuat-apa untuk mengatasi suara yang ditimbulkan mobilnya itu dimulai beberapa hari terakhir sebelumnya. Dia tak paham mesin mobil juga tidak adanya dana untuk membawanya ke bengkel. Dia sedang dalam keadaan minus.

Doa yang Spesifik Untuk Mobil Baru

Pagi itu atasannya memanggil Dot Beams untuk ke ruangannya. Dot Beams heran, mengapa dirinya dipanggil menemui atasannya. Karena dia menghadap atasannya hanya untuk penilaian prestasi tahunan. Sepanjang melangkah menuju ruangan atasannya pikirannya dipenuhi bermacam-macam pertanyaan dan kekhawatiran. Apa dia telah melakukan kesalahan. Apa dirinya sudah melakukan hal yang keliru. Atau…Dia diputus kerja. Sampai akhirnya tiba di ruangan atasannya.

Kekhawatirannya sirna seketika karena atasannya membicarakan hal lain, bukan hal yang dikhawatirkan tadi.

Ternyata dia mendapat kejutan istimewa. Atasannya hendak menyumbangkan sebuah mobil untuk gerejanya. Sebuah station wagon seken namun masih terlihat bagus dan istimewa. Dot Beams merasa mau pingsan.

Baru sepekan Dot Beams mengajar di sebuah kelompok pendampingan Kristiani bagi ibu-ibu tunggal. Tiap pekan Dot Beams meminta mereka agar mengajukan permohonan yang spesifik dalam doa-doa mereka. Apa pun kebutuhan mereka, Dot Beam mengharapkan agar mereka menyampaikan kepada Tuhan secara spesifik. Doa-doa yang telah mereka sampaikan selama bertahun-tahun akhirnya terjawab. Keajaiban terjadi setiap minggu.

Itu semua karena seperti doa Dot Beams malam itu. “Tuhan, aku memerlukan mobil padahal aku tidak mempunyai uang. Aku benar-benar sangat mengandalkan imanku kepadaMu maka aku memohon secara spesifik. Aku memerlukan station wagon dan aku akan senang sekali kalau mobil itu berwarna putih.”

Doa yang Spesifik Untuk Mobil Baru

Jelas doa spesifik yang dilakukan Dot Beams itu menjadikan semua perempuan di kelompok itu tersenyum geli karena baru kali itu mereka mendengar doa yang begitu spesifik. Namun bagi Dot Beams itu sebagai ujian iman.

Baca juga : Dokter XiXi 14 tahun ‘Bohongi’ Pasiennya

Pada pekan berikutnya, seusai jam kerja Dot Beams terkejut ketika dia diajak atasannya menuju pelataran parkir. Atasannya berkata dan menunjuk pada sebuah mobil. “Ini mobil barumu.”

Ya, Tuhan! Sebuah mobil impian depan matanya. Mobil itu adalah station wagon warna putih yang indah. Doa yang Spesifik Untuk Mobil Baru.

Sumber: Buku serial Chicken Soup For The Soul / Doa-Doa yang Terkabul/Doa-Doa yang Spesifik

Oleh: KSmartini Muchdor

Kuwait Bersiap Untuk Merayakan Idul Adha

Kuwait bersiap untuk merayakan Idul Adha. Seneng, ya di Agustus ini ada moment yang luar biasa untuk dirayakan, pertama Idul Adha kemudian disusul perayaan peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-74, tepatnya 17 Agustus 2019. Betapa meriahnya, ya.

Tapi negara lain juga tak kalah sibuknya mempersiapkan untuk merayakan Idul Adha, seperti negara Kuwait.

Orang-orang membeli domba di sebuah pasar di Propinsi Al-Jahra, Kuwait, pada 3 Agustus 2019. Orang Kuwait bersiap untuk merayakan Idul Adha, salah satu Hari Raya terpenting bagi umat Islam, yang akan dimulai pada 11 Agustus tahun ini di Kuwait .

Seorang penjual merawat domba-dombanya di pasar di Propinsi Al-Jahra, Kuwait, pada 3 Agustus 2019.

Penjual bekerja di pasar domba di Propinsi Al-Jahra, Kuwait, pada 3 Agustus 2019.

Penjual memberi makan domba mereka di pasar di Propinsi Al-Jahra, Kuwait, pada 3 Agustus 2019.

Seorang penjual menunjukkan domba-dombanya di pasar di Propinsi  Al-Jahra, Kuwait, pada 3 Agustus 2019.

(Sumber : www.xinhuanet.com /Foto oleh Asad )

Tradisi Idulfitri Unik di Berbagai Belahan Dunia

Sholat Ied

Tradisi Idulfitri unik di berbagai belahan dunia. Ada pepatah mengatakan ‘Lain Ladang Lain Pula Lubuknya’. Masing-masing negara mempunyai budaya dan tradisi yang unik juga berbeda-beda, termasuk dalam cara merayakan Idulfitri. Di Indonesia, seperti yang kita tahu, Idulfitri disambut dengan suka cita.Tradisi umumnya yang dilakukan antara lain mudik, anjangsana ke rumah : saudara, tetangga, teman. Ada lagi cukup kumpul-kumpul saja bersama keluarga terdekat sembari menikmati kue lebaran. Dan yang paling ditunggu adalah menikmati sajian lontong dan ketupat sebagai makanan khas Lebaran. Tentu saja dilengkapi dengan masakan lain seperti rendang, kare ayam, sambal petis dan sambal goreng ati turut meramaikann acara santap makan bersama keluarga tercinta pada hari tersebut.

Halalbihalal masyarakat Indonesia

Itu adalah tradisi Lebaran yang ada di Indonesia, lantas bagaimana, ya tradisi merayakan Idulfitri di negara lain? Simak, ya berikut ini beberapa tradisi unik yang meriahkan Idulfitri di berbagai negara lain.

1. Thailand

Selepas salat Idulfitri di masjid, warga muslim di Thailand Selatan, hanya bersalam-salaman dan tradisi santap bersama di masjid. Namun setelah hari ke-6 setelah puasa Syawal enam hari muncul kemeriahan Idulfitri, kemeriahan Idulfitri yang sesungguhnya. Warga berpesta ketupat dan gulai ayam, bersama anggota keluarga mereka menyantap sajian istimewa ini. O, iya, ketupat di Thailand, berbentuk segi tiga ini dibuat dari ketan.

Tak lupa mereka berziarah kubur sambil membawa ketupat, salat tasbih, santap besar, dan lanjut kemudian bersilaturahmi bersama keluarga di kampung.

2. Arab Saudi

Orang di Arab Saudi biasanya merayakan Idulfitri dengan mengadakan pertunjukkan seni seperti pagelaran tari, pembacaan puisi, teater, parade musik dan berbagai pertunjukkan seni lainnya. Semua ini bertujuan guna kemeriahan hari yang sudah ditunggu-tunggu warga selama setahun. Selain itu, mereka biasanya menghiasi rumah mereka dengan hiasan khas kemeriahan Idulfitri.

Perayaan Lebaran di Arab Saudi dimulai dengan Shalat Ied, lanjut acara makan bersama keluarga. Sehabis itu mereka pergi mengunjungi dan bersilaturahmi pada sanak saudara, serta tetangga. Hidangan khas Lebaran yang tak boleh dilewatkan adalah masakan dengan nama mugalgal, yakni daging domba yang dicampur dengan nasi, ditambah dengan sayuran tradisional. Mau mencoba makanannya?

3. Turki

Di Turki, perayaan Idulfitri disebut juga “Bayram”. Pada perayaan tersebut, masyarakat akan mengenakan busana khas yang dinamakan Bayramlik. Pada waktu itu mereka memberikan salam dengan satu sama lain sebagai ucapan khas Lebaran seperti, “Bayraminiz Kutlu Olsun”, “Bayraminiz Mubarek Olsun” atau “Mutlu Bayramlar”. Ada pun ketiga salam itu maknanya sama, yaitu selamat merayakan Hari Raya Bayram.

Tidak bedanya dengan Indonesia, dimana yang lebih muda akan memberikan hormat kepada yang lebih tua dengan cara mencium tangan atau bersujud di hadapan mereka. Lalu mereka juga akan berkeliling dari rumah ke rumah memberikan salam Bayram dan doa. Sebagai timbal-baliknya, mereka akan diberikan bingkisan berupa permen, coklat, uang koin, atau makanan tradisional Turki seperti Lokum dan Baklava. Saat melakukan shalat Ied di masjid, uniknya hanya kaum pria saja yang akan pergi ke Masjid sedangkan para wanita hanya berdiam di rumah.

baklava
Coklat dan permen selalu ada di perayaan Idulfitri di Turki

4. China

Di China, semarak perayaan Idulfitri yang paling terasa ada di daerah Xinjiang dan Yunnan. Hal itu dikarenakan kedua wilayah ini mayoritasnya beragama Islam. Tradisinya, sehabis shalat Ied, umat muslim di China akan bersilaturahmi lalu disambung acara makan bersama keluarga dan tetangga terdekat.

Seusai acar bersilaturahmi, mereka akan nyekar makam leluhur atau makam tokoh muslim setempat guna berziarah serta membersihkan, sembari membacakan doa kepada leluhur.

Pada perayaan Idulfitri ini, mereka mengenakan baju khas Lebaran, yakni bagi kaum pria mengenakan jas dan kopiah berwarna putih, sedangkan kaum perempuan menggunakan busana hangat dan kerudung. Tambahan, baju koko yang biasa dikenakan kaum pria di Indonesia adalah pakaian muslim berasal dari China.

5. Nigeria

Mayoritas masyarakat di Nigeria beragama Islam dan Kristen. Walaupun berbeda, keduanya saling menghormati akan perbedaan itu dan hidup berdampingan dengan damai. Semua itu dikarenakan sikap toleransi yang tinggi dari masyarakat setempat.

Oleh karena itu, saat perayaan Idulfitri, banyak umat Kristen yang berpartisipasi  membantu dalam acara hari raya Lebaran. Idul Fitri di Nigeria dikenal dengan sebutan “Sallah Kecil”, lantaran hari itu mereka satu sama lain mengucapkan salam, “Barka Da Sallah”. Artinya adalah Salam Sejahtera di Hari Raya.

6. Suriname

Negara ini memiliki ikatan persaudaraan tersendiri dengan Indonesia karena sebagian penduduk asli Suriname adalah orang yang berasal dari suku Jawa, karena zaman penjajahan Belanda dahulu banyak orang suku Jawa yang dikirim ke Suriname untuk menjadi tenaga kasar yang akhirnya menetap di sana.

Ada hal yang unik mengenai Lebaran di Suriname, yakni penanggalan Idul Fitri di negara ini yang dilakukan dengan cara perhitungan sendiri bedasarkan perhitungan ala primbon. Peninggalan sejak ratusan tahun lalu darinenek moyang dari Jawa.

7. India

Saat Idulfitri tiba, masyarakat muslim di India melakukan shalat Ied bersama-sama di masjid yang menjadi pusat berkumpul pada Idulfitri di New Delhi, setelah itu barulah mereka mengobrol seraya menikmati hidangan khas Lebaran daerah tersebut.

Kalau Indonesia makanan khasnya saat perayaan Idulfitri terdiri dari ketupat, opor dan pelengkap lainnya, sedangkan di India memiliki makanan khas yang bernama Siwaiyaan. Siwaiyaan adalah hidangan berbahan utama bihun namun berasa manis yang disajikan dengan susu dan buah-buahan kering. Siwaiyaan merupakan makanan yang wajib ada pada waktu Lebaran.

8. Mesir

Rakyat Mesir saat Idulfitri merayakannya dengan bersilaturahmi. Namun ada bedanya, mereka hanya melakukan silaturahmi dengan keluarga saja, tidak dengan tetangga di sekitar. Mereka akan berkumpul bersama keluarganya di taman sembari menikmati hidangan Lebaran khas Mesir, yaitu Fattah, potongan daging kambing, dioven, semua ditutupi dengan tomat atau saus berbasis cuka.

9. Australia

Masyarakat yang beragama Islam di Australia tergolong minoritas, namun mereka bebas melakukan perayaan Idulfitri tersebut. Banyak perusahaan yang mengizinkan libur kepada karyawannya yang menganut agama Islam guna merayakan hari raya Islam dengan beribadah dan berkumpul dengan keluarganya.

Bahagianya, Lebaran di Australia dimeriahkan dengan festival multi kultur. Festival itu tidak hanya melibatkan umat Muslim, tapi juga umat beragama lain untuk ikut serta memeriahkan acara tersebut. Acara ini terbuka untuk umum, bahkan pejabat sekalipun mau datang ke festival tersebut. Itulah indahnya perbedaan.

10. Jepang

Saat Idulfitri di Jepang, umat muslim di sana merayakan Lebaran setelah shalat Ied. Bagi yang berada di wilayah Tokyo dan sekitarnya, mereka akan beramai-ramai pergi ke Masjid Camii untuk shalat berjamaah. Seusai sholat,  mereka bersilaturahmi dan menikmati makanan lezat yang disediakan panitia masjid. 

11. Rusia

Kemeriahan Idul Fitri di Rusia bagi umat muslim cukup dirayakan di rumah masing-masing selama tiga hari berturut-turut. Setelah shalat Ied, mereka menikmati hidangan makanan khas dengan bahan utama daging kambing ditemani salad dan sup yang akan menambah kenikmatannya. 

12. Amerika Serikat

Di Amerika Serikat meskipun mayoritas penduduknya beragama non-Muslim namun perayaan Idulfitri tetap meriah. Mereka merayakannya penuh kekhusukan dan saling memberi kabar satu sama lain tentang datangnya hari bahagia tersebut melalui internet serta telepon.

Untuk umat Islam di Amerika Serikat, Shalat Ied adalah yang paling penting dalam Idulfitri. Mereka akan berdoa memohon ampun dan mendapatkan nasehat untuk saling memaafkan dan hidup berdamai dengan dengan sesama.

Setelah shalat usai dijalankan, mereka biasanya saling berpelukan dan menyampaikan selamat Idulfitri. Pakaian yang mereka gunakan sangat bervariatif, dan kebanyakan umat muslim yang ada di Amerika Serikat ini adalah warga imigran, jadi mereka mengenakan pakaian khas daerahnya masing-masing.

Mempererat Ikatan Silahturahmi

Tiap negara memiliki tradisi masing-masing untuk merayakan Lebaran. Akan tetapi bila disimak ada kesamaan menyolok dari semua tradisi di atas, yaitu tradisi bersilaturahmi dengan keluarga. Jadi bisa dikatakan bahwa kehangatan bersama anak, saudara yang paling ditekankan pada hari raya Lebaran, di samping beragam makanan khas Lebaran untuk disantap bersama. 

(sumber:cermati.com)

Hari Raya Waisak Dirayakan Dengan Tradisi Unik di Berbagai Negara

Hari Raya Waisak dirayakan dengan tradisi unik di berbagai negara. Hari Raya Waisak  adalah perayaan yang untuk memperingati kelahiran Buddha. Hari Raya ini dirayakan dengan bermacam-macam tradisi yang unik di berbagai negara di dunia, seperti di Indonesia yang dipusatkan di Candi Borobudur, Kota Magelang, Jawa Tengah. Selain itu, perayaan Waisak di Indonesia juga digelar di beberapa wilayah lainnya.

Berkaitan dengan perayaan Hari Raya Waisak, ada 3 tahap penting dalam kehidupan Buddha yang diperingati pada perayaan tersebut, yakni tahap kelahiran, tahap pencerahan, dan kematian. Ketiga tahapan itu biasa disebut sebagai Trisuci Waisak, yang didasarkan pada kalender tradisional yang jatuh pada hari yang sama.

Perayaan ini digelar pada waktu puncak bulan purnama pertama Mei setiap tahunnya. Buddha dilahirkan di Lumbini, suatu  wilayah di kaki Gunung Himalaya yang saat ini masuk dalam kawasan Nepal. Di sanalah awalnya Buddha yang bergelar Pangeran Siddharta Gautama tersebut lahir dan 29 tahun menghabiskan usianya di Lumbini.

Waisak sudah menjadi suatu perayaan yang besar setiap tahunnya. Dimana ditandai adanya macam-macam aktivitas yang dilakukan oleh umat Buddha di berbagai dunia. Perayaan ini akan menjadi sebuah perayaan unik seperti perayaan keagamaan lain, di mana tiap-tiap wilayah akan merayakan dengan istimewa sesuai dengan tradisi yang mereka pegang selama ini.

Ajaran Buddha juga telah menyebar luas di berbagai negara, sehingga umat Buddha bisa ditemui di hampir seluruh dunia. Perayaan Waisak akan dilakukan dengan berbagai kegiatan, di mana akan dilakukan beragam ritual dan tradisi unik dalam merayakan Waisak.

Hal ini dilakukan sebagai peringatan dan untuk mengenang nilai-nilai Buddha. Berikut beberapa perayaan unik hari Raya Waisak di berbagai Negara.

Indonesia

Meski penganut Buddha di Indonesia tak sebanyak penganut agama lainnya, akan tetapi bisa digelar dengan meriah dan unik, secara khusus puncak perayaan Waisak biasanya berpusat di Candi Borobudur, Magelang, Jawa tengah.

Banyak rangkaian acara yang ditampilkan dalam memperingati Trisuci Waisak. Dengan garis besar semua kegiatan itu dikelompokkan 3 bagian, yakni:

  • Prosesi mengambil air berkat dari sumber mata air Jumprit di Kabupaten Temanggung, dan penyalaan obor yang menggunakan sumber api abadi di Mrapen, Kabupaten Grobogan.
  • Ritual “Pindapatta”, yaitu ritual yang diberikan secara khusus kepada masyarakat (umat) untuk berbuat kebaikan, dimana  mereka diberikan kesempatan memberikan dana makanan pada para Bikkhu dan Bikshu.
  • “Samadhi” yang dilakukan pada detik-detik jelang puncak bulan purnama. Dalam Buddha, penghitungan puncak purnama ini dilaksanakan berdasar perhitungan falak, sehingga bisa saja puncak purnama jatuh pada siang hari dan bukan malam hari.

Pada malam puncak perayaan Hari Raya Waisak, berbagai acara akan dilaksanakan di Candi Borobudur, di mana umat Buddha berkumpul dan membawa lilin dan memasukkannya ke dalam lentera. Lentera-lentera ini lalu dilepaskan atau diterbangkan ke udara secara bersama-sama, sehingga akan terlihat sangat indah di langit malam yang gelap.

Pelepasan lentera-lentera tersebut telah menjadi sebuah tradisi perayaan Waisak yang dilakukan oleh umat Buddha di Indonesia. Selain melepaskan lentera ke langit malam, ada juga tradisi melepas burung ke langit bebas. Di mana kegiatan ini dilakukan sebagai perayaan untuk menyambut hari dan keberuntungan baru dalam hidup umat Buddha.

Nepal

Berbondong-bondong umat Buddha di Nepal menuju Lumbini, tempat lahir Buddha guna merayakan Hari Raya Waisak. Momen penting tersebut, mereka pergunakan untuk berbuat kebajikan dengan memberi sumbangan atau berbagi kepada orang-orang yang membutuhkan. Tak lupa mengunjungi wihara-wihara guna memberi penghormatan kepada Buddha. Perayaan utama lainnya adalah berdoa di Monkey Temple. 

Taiwan

Di Taiwan, umat Buddha yang hendak merayakan Hari Raya Waisak dengan cara menuangkan air suci ke patung Buddha. Ini dianggap sebagai lambang dari sebuah awal yang baru di dalam kehidupan. Meskipun ini dikatakan sederhana, tetapi kegiatan ini sarat maknanya dan bentuk rasa syukur.

Korea Selatan

Umat Buddha yang berdomisili di Korea Selatan merayaan Hari Raya Waisak senantiasa ditandai adanya acara menghias candi-candi yang ada di daerah tersebut. Ratusan lentera- cantik berbentuk teratai akan dinyalakan guna menerangi candi saat datangnya malam. Hal ini dilakukan sebagai bentuk tradisi mengenang kelahiran Sang Buddha ke dunia ini.

Singapura

Tradisi perayaan Waisak di Korea Selatan tentu berbeda dengan yang ada di Singapura dan negara ini punya ritual unik. Cara Singapura memperingati Hari Raya Waisak dengan melepas burung dari sangkarnya. Hal ini dianggap sebagai lambang datangnya hari yang baru dan menjadi perayaan nilai-nilai yang diwariskan oleh Buddha bagi umatnya. Tentu saja ini sebuah ritual yang menyenangkan, lantaran akan ada ribuan burung yang diterbangkan pada saat perayaan kelahiran Buddha tersebut berlangsung.

Sri Lanka

Perayaan Waisak di Sri Lanka masyarakatnya menyambut hari raya tersebut dengan warna-warni lampu ceria yang menyemarakkan suasana. Berbeda dengan beberapa negara yang menyalakan dan melepas lentera sebagai perayaan kelahiran Buddha, namun Sri Lanka justru memasang lampu-lampu listrik berwarna-warna di berbagai titik sudut kota. Ini akan nampak sangat unik dan menarik, terutama jika malam tiba.

Kelahiran dan Hari yang Baru

Perayaan Hari Raya Waisak bukan sebuah ritual semata bagi umat Buddha. Perayaan ini bertujuan menjadi sebuah penyambutan, kedatangan hari, dan kelahiran jiwa yang baru. Turut merayakan dan merasakan makna perayaan itu sendiri, bisa memberi kita rasa kebersamaan dan toleransi terhadap saudara-saudara kita yang merayakannya. Selamat Hari Raya Waisak. 

(sumber: Republika.co.id)

Masjid Warna Pink yang Instagramable

Masjid warna pink yang instagramable. Pada umumnya warna masjid yang sering kita lihat adalah warna dominan putih atau hijau. Sepertinya dua warna itu warna pakem untuk tampilan masjid. Apabila ada masjid yang berwarna selain itu merupakan hal unik, semisal masjid berwarna merah muda atau lebih nge-pop disebut pink.

Seperti tampilan masjid berikut ini.

Masjid Raya An-Nur, Bintan

Masjid Raya An-Nur terletak di Desa Kawal, Kecamatan Gunung Kijang, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau. Masjid ini mempunyai tampilan bangunan warna pink dengan jajaran enam kubah.

Masjid Dimaukom , Filipina

Masjid warna pink yang indah ini dikenal dengan nama Masjid Dimaukom, terletak di Maguindanao, Filipina. Masjid menarik perhatian banyak orang sejak diresmikan pada tahun 2014. Warna pink dimaksudkan untuk melambangkan perdamaian dan cinta, menurut mantan pemimpin Masjid itu.

Meskipun Masjid Dimaukom adalah masjid warna pink ini bukan satu-satunya pertama di dunia namun yang pertama di Filipina.

Masjid Nasir ol Mulk di Iran

Shiraz adalah salah satu kota tertua di Iran, dengan budaya seni dan kerajinan tangan yang kaya dan sejarah yang kaya, keduanya dipajang secara spektakuler di Masjid Nasir al-Mulk, salah satu masjid paling indah di Iran.

Dengan kaca patri yang mempesona, ribuan ubin yang bertebar di langit-langit dan permadani Persia yang menutupi lantai, tempat ibadah ini adalah pelangi warna yang indah di segala arah.

Di dalam masjid terdapat halaman terbuka dengan kolam persegi panjang di tengah, dikelilingi oleh bunga. Fasad bangunan ini menampilkan puluhan lengkungan gaya khas arsitektur arab, menambah keindahan pertunjukan cahaya dari kaca patri.

Masjid Nasir al-Mulk dibangun antara tahun 1876 dan 1888, selama dinasti Qajar, yang memerintah Iran dari tahun 1785 sampai 1925. Masjid ini dinamai ‘Masjid Merah Muda’ karena banyaknya ubin berwarna merah muda yang menyelimuti langit-langit. Waktu terbaik untuk mengunjungi masjid adalah di pagi hari, saat matahari memantulkan pola kaca patri ke lantai.

(sumber: Tempo.co)

Sandal Hilang sampai Sepeda Motor di Masjid ini, Siap Diganti

Sandal hilang sampai sepeda motor di Masjid ini, siap diganti. Kejadian hilangan sandal atau tertukar di masjid sering kali kita dengar. Atau kita pernah mengalami sendiri. Bisa saja yang memakai sandal kita adalah orang yang tertarik pada milik kita karena bagus lalu dicobanya dan ia lupa melepaskannya.

Meski telah disediakan tempat pentipan sandal cerita sandal hilang masih saja kita dengar.

Atau yang paling mengenaskan adalah motor kita hilang saat kita tinggal sholat.

Namun ada masjid yang berani menggaransi sandal atau sepeda kita yang hilang, bahkan sepeda motor kita sekalipun. Jamaah yang shalat di masjid ini tak perlu khawatir karena pengurus masjid ini siap mengganti barang kita yang hilang.

Masjid Jogokariyan di Kampung Jogokariyan, Kecamatan Mantrijeron, Yogyakarta yang menjamin kehilangan apabila barang kita hilang saat shalat di masjid tersebut. Pengurus masjid sepakat, apapun yang hilang ketika kita mengikuti aktivitas di masjid Jogokariyan akan mengganti dengan barang atau uang yang jumlahnya sebesar harga barang yang raib itu.

” Sebenarnya kebijakan mengganti barang jemaah yang hilang itu sudah berlangsung sejak 1999, ” ujar Takmir Masjid Jogokariyan, Ahmeda Aulia Nurseta pada Tempo, Minggu 12 Mei 2019. Ia menyeritakan, waktu  itu di tahun 1999, saat takmir masjid masih dipegang sesepuh Jogokariyan, Jazir, ada jemaah mengaku kehilangan sandal di masjid itu saat beribadah.

Jazir yang sekarang ini menjadi Ketua Dewan Syuro Takmir Masjid Jogokariyan punya inisiatif untuk mengganti sandal jamaah tersebut dengan uang pribadinya. Jazir tidak meminta ganti uang dari kas masjid lantaran saat itu uang kas masjid belum banyak dan ia khawatir  nanti justru akan mengurangi uang kas.

Kejadian sandal hilang itu terjadi berulang kali. Andai ada barang yang raib, maka takmir akan bertanggung jawab untuk menggantinya dengan menggunakan uang pribadi.Pada tahun 2000-an, Masjid Jogokariyan makin berkembang dan jumlah jemaahnya bertambah. Alhasil, infaq yang masuk juga semakin bertambah untuk dikelola.

Kebijakan yang telah disepakati takmir masjid yang menggunakan dan pribadi buat mengganti barang yang hilang diubah dengan tidak lagi menggunakan dana pribadi takmir, melainkan dialihkan ke pos tersendiri dari kas masjid. Kebijakan ini mulai diterima jemaah.

Ahmeda Aulia menjelaskan mengganti barang jemaah yang hilang saat beribadah demi memberikan rasa tenang sekaligus bentuk tanggung jawab dalam pelayanan. Uniknya, setelah pengurus Masjid Jogokariyan menerapkan kebiajakan itu, maka laporan barang jemaah yang hilang kian berkurang.

Entah karena kesadaran atau hal lainnya, menurut dia, jemaah Masjid Jogokariyan semakin merasa aman dan tenang menjalankan ibadahnya. Meski begitu, masih ada satu dua kasus kehilangan yang sempat terjadi, dan pengurus masjid bersedia mengganti.

Ahmeda Aulia juga menyontohkan, beberapa tahun yang lalu ada jemaah yang lapor kehilangan sepeda yang diparkir di halaman masjid ini. Menurut jamaah yang harga sepedanya yang hilang itu kisaran Rp 1,5 juta. ” Tapi saat sudah disiapkan dana pengganti dari kas, pihak yang kehilangan sepeda malah menolak dengan alasan sudah mengikhlaskan sepedanya yang hilang, ” kata Ahmeda Aulia.

Selama ini, Ahmeda Aulia melanjutkan, belum ada jamaah yang laporan kehilangan sepeda motor. Andaikan itu terjadi, pengurus Masjid Jogokariyan tetap bersedia mengganti.

Sejumlah kamera CCTV  terpasang di area masjid demi menjaga keamanan terutama di area parkir kendaraan bermotor. ” Para pemuda masjid juga turut berjaga saat ada kegiatan besar, ” kata Ahmeda Aulia.

(sumber: Tempo.co.)