Bubur Harisa Cirebon Tradisi Ala Keluarga Islam Bayasut Saat Ramadhan

Bubur Harisa Cirebon. Rasanya semua orang pernah makan bubur, atau bahkan bubur itu adalah makanan favoritnya. Di Indonesia banyak macam buburnya dan mempunyai khas tersendiri di tiap daerah. Namun ada bubur yang hanya dapat dijumpai pada saat Ramadhan.

Nama bubur itu adalah bubur Harisa. Bubur yang diolah oleh Muhammad Islam Bayasut atau yang lebih akrab disapa Abah Muh (67 tahun), seorang penduduk keturunan Arab di Jalan Pekarungan, Kota Cirebon. Abah Muh selalu memasak bubur Harisa untuk dibagikan kepada warga saban hari waktu menjelang berbuka selama Ramadhan, gratis.       

Bagi-bagi gratis bubur Harisa Cirebon sendiri sudah dilakukan sejak 1918, yakni oleh kakeknya Syech Muhammad Islam Bayasut. Abah Muh sendiri adalah generasi ketiga sebagai pembuat bubur Harisa. 
“Bubur Harisa ini ada sejak kakek saya untuk membuatkan makan bagi para musafir. Karena dulu banyak musafir yang singgah ke Cirebon,” kata Abah Muh.

Awal dari pemberian bubur Harisa Cirebon ini bermula dari rasa prihatin Syech Muhammad Islam Bayasut ketika melihat banyak para musafir yang singgah di kota Cirebon kala bulan Ramadhan, sering diantara mereka kelaparan karena kehabisan uang.

Nama Harisa berarti menjaga, yang bermakna menjaga orang-orang dari kelaparan. Bubur Harisa biasanya dihidangkan bersama kurma dan kopi jahe.

Abah Muh membuat bubur Harisa setelah Dzuhur. Disiapkan macam bahan-bahan untuk membuat bubur yang diantaranya membutuhkan 5 kg beras sebagai bahan utama yang dicampur daging kambing dan bumbu rempah-rempah khas sajian Arab.

Adapun cara dan tahapan pembuatannya, yaitu masak air sampai mendidih, lalu masukan beras, menyusul daging kambing dan rempah-rempah setelah itu aduk-aduk hingga rata. Butuh waktu 2-3 jam sampai bubur matang dan siap untuk dibagikan.

Usai sholat ashar bubur Harisa Cirebon tersebut siap dibagi-bagikan kepada warga yang sudah mengantri di kediaman Abah Muh. Tak lupa Abah Muh menyiapkan juga untuk dikirim ke masjid yang berada di depan kediaman Abah Muh untuk acara buka puasa bersama.

(sumber: RMOLJabar)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *