Berhadiah Kambing Di Festival Mercon Bumbung Benowo Park

Berhadiah kambing di festival mercon bumbung Benowo Park. Pengelola tempat wisata Benowo Park, Desa Penggarit, Kecamatan Taman, Pemalang menggelar festival meriam bambu atau di Penggarit lebih dikenal dengan sebutan mercon bumbung.

Ada istilah nguri-uri yang artinya menjaga tradisi sekaligus untuk memeriahkan saat menanti berbuka puasa. Imam Wibowo, Kepala Desa Penggarit, mengatakan festival itu guna melestarikan tradisi mercon bumbung yang hanya ada di bulan Ramadan. Kegiatan tersebut digelar untuk memeriahkan bulan Ramadhan sekaligus menunggu waktu berbuka puasa.

Di festival ini, panitia menyiapkan meriam bumbung dari bambu petung yang berdiameter sampai 15 sentimeter, sebanyak belasan meriam bambu lengkap dengan api penyulut dan amunisi.

 ” Meriam bumbung disediakan oleh panitia, peserta berpasangan di mana satu orang bertindak sebagai penyulut, satu lainnya sebagai pemasang amunisi, ”  kata Imam.

Untuk amunisi memakai bola tenis dengan tujuan tidak menimbulkan bahaya. Ada pun yang membuat suasana meriah adalah suara meriam yang keras dan menggelegar. Efeknya, semakin sore Benowo Park semakin ramai pengunjung.

Pemilihan pemenang dalam gelaran ini adalah peserta yang mampu menembakkan bola tenis paling jauh. Sebagai hadiahnya panitia menyediakan seekor kambing dan beberapa hasil bumi dari Desa Penggarit.

Tidak hanya Festival meriam bambu yang memeriahkan sore itu, sebuah pentas seni dan pasar kuliner tradisional turut meramaikan festival di desa Penggarit tersebut. Untuk bisa ke lokasi pengunjung ditarik tiket masuk Rp 3.000/orang itu belum termasuk parkir.

(sumber: Suara merdeka news)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *