Baluk yang Menggapai Awan, Rumah Adat Suku Dayak Bidayuh Kalimantan

Baluk yang Menggapai Awan, Rumah Adat Suku Dayak Bidayuh Kalimantan. Bentuk rumah-rumah adat suku di Indonesia begitu kaya sentuhan seni dan tak mengabaikan situasi lokasi rumah yang didirikan. Atau disesuaikan dengan alam di sekitar.

Seperti rumah adat Suku Dayak Bidayuh, sebuah bangunan bentuknya unik yakni berbentuk bulat dengan posisi yang cukup tinggi dari tanah kira-kira 10 meter dengan tiang kayu penopang kira-kira sebanyak 20 buah. Rumah adat suku Dayak Bidayuh ini berbeda dari rumah adat suku-suku Dayak lainnya di Kalimantan Barat.

Di Kampung Sebujit, desa Hli Buie, Kecamatan Kecamatan Siding, Kabupaten Bengkayang rumah adat Baluk masih asli.

Bila masuk rumah Baluk yang tinggi menjulang itu kita mesti menggunakan tangga yang terbuat dari kayu belian dan sebagai pegangan tangga terbuat dari bambu. Sedangkan depan pintu masuk ada patung yang berdiri terdapat 2 buah patung berdiri saling berhadapan yang terbuat dari kayu belian. Patung ini merupakan patung nenek moyang suku Dayak Bidayuh

Sedangkan dalam rumah Baluk tersebut tersimpan macam benda-benda pusaka dan barang-barang untuk keperluan ritual Nibakng (Nyobeng). Beberapa alat musik tradisional diletakkan di Rumah Baluk seperti aguakng, gutakng, sanakng, dan sibakng. pusaka dan juga tengkorak manusia peninggalan leluhur.

Rumah Baluk digunakan sebagai tempat pelaksanaan ritual adat Nibakng (Nyobeng).

Sebagai Ketua Adat Suku Dayak Bidayuh Amin berharap agar peran aktif seluruh masyarakat Sebujit tetap mencintai, mempertahankan budaya Nibakng (Nyobeng). Festival Nyobeng sendiri masuk dalam nominasi kategori Atraksi Budaya Terpopuler Anugerah Pesona Indonesia 2019.

(sumber: genpi.com)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *