Bagaimana Warna Mempengaruhi Otak Anak dan Diri Sendiri? (3)

Bagaimana warna mempengaruhi otak anak dan diri sendiri. Bergantung pada kondisi mereka, warna dapat menimbulkan efek positif atau negatif. Setiap warna yang digunakan untuk sebuah ruangan dengan harapan menciptakan efek positif.  Namun apabila warna menjadi subjek rangsangan yang berlebihan dapat menyebabkan perubahan pola pernapasan, denyut nadi, tekanan darah dan ketegangan otot. Di sisi lain, rangsangan yang terlalu sedikit dapat menyebabkan kecemasan, sulit tidur, reaksi emosional yang berlebihan, kehilangan konsentrasi dan gugup.

Sebagai contoh, lingkungan yang sepenuhnya putih menyebabkan kurangnya aktivitas dan ini, bertentangan dengan harapan, tidak menyebabkan efek seimbang atau netral.

Studi ilmiah menunjukkan bahwa warna tidak hanya mempengaruhi lapisan luar otak tetapi juga seluruh sistem saraf pusat. Menurut EEG (Elektroensefalogram) dan sistem pengukuran denyut nadi, pria dan wanita bereaksi berbeda terhadap warna. Telah diamati bahwa denyut nadi anak yang hiperaktif menjadi tenang di ruangan yang dicat biru atau merah muda.

Ketika warna ditransmisikan dari mata ke otak, otak melepaskan hormon yang memengaruhi emosi, kejernihan pikiran, dan tingkat energi. Efek psikologis negatif dan positif dari warna dapat diamati pada manusia berdasarkan kombinasi yang digunakan. Sementara bayi merasa tidak nyaman di ruangan yang sebagian besar berwarna kuning, mereka dapat merasa damai dan tenang di ruangan yang dicat dengan kombinasi warna biru, hijau dan kuning.

(sumber: renk etkisi)

Baca ini juga…. Pengaruh Warna Pada Pertumbuhan Pscikologi Anak Usia Dini (1)

Baca ini juga…. Bagaimana Warna Mempengaruhi Anak-anak (2)

Baca ini juga …. Kenali Sifat dan Pengaruh Warna pada Diri Kita (4)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *