Bagaimana Cara Membuat Warna-Warna Lampu Reklame (neon sign)? Apakah Hanya Kacanya yang Diwarnai?

Bagaimana cara membuat warna-warna lampu reklame (neon sign). Apakah hanya kacanya yang diwarnai? Bukan. Warna-warni itu berasal dan atom-atom yang berpendar akibat rangsangan arus listrik. Kejadiannya hampir sama dengan pembuatan warna-warni dalam kembang api. Rangsanglah atom-atom dengan energi, maka mereka dengan cepat akan melepaskan kembali energi berlebih itu melalui pancaran cahaya dengan warna khas masing-masing.

Ada beberapa perbedaan antara kembang api dan papan lampu reklame. Pada lampu reklame, atom-atom berada dalam wujud gas di dalam tabung-tabung kaca yang membentuk huruf atau gambar. Melalui letupan, atom-atom gas di situ dirangsang oleh arus listrik tegangan tinggi melalui tabung dan ujung satu ke ujung lainnya. Jika gas itu kebetulan neon, warna cahayanya yang khas adalah merah jingga.

Gas lain memberikan warna cahaya berbeda ketika dirangsang oleh arus listrik. Sebagai contoh :

1.  Helium : membuat cahaya merah jambu keunguan,
2.  Argon membuat warna ungu kebiruan,
3.  Kripton membuat warna ungu pucat,
4.  Xenon membuat warna hijau kebiruan.

Warna-warna lain dibuat melalui pencampuran gas-gas atau pelapisan bagian dalam tabung menggunakan bahan padat yang berpendar dan menghasilkan warna sendiri-sendiri.
Susahnya, walaupun gas yang dimasukkan ke dalam tabung lampu reklame sekarang bermacam-macam, sulit mengubah kebiasaan orang menyebutnya “lampu neon” atau “neon sign.”
Lampu reklame “neon” warna biru tidak berisi gas neon sama sekali.

Simak video berikut…

(Ditulis ulang dari buku karya Robert L. Wolke berjudul “What Einstein Didn’t Know”)


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *