Aplikasi Ijah, Bantu Peneliti Jamu untuk Proses Cepat Formulasikan Jamu

Aplikasi ijah, bantu peneliti jamu untuk proses cepat formulasikan jamu. Sebuah aplikasi bernama Ijah Analytik dibuat oleh Dr. Wisnu Ananta, staf pengajar dan peneliti dari Departemen Ilmu Komputer, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Institut Pertanian Bogor (IPB), yaitu aplikasi pencarian dan prediksi hubungan tanaman herbal dan penyakit. Dimana aplikasi ini membantu meringankan peneliti jamu untuk mengetahui kandungan senyawa aktif  yang ada pada suatu tanaman herbal, sehingga memperpendek waktu proses formulasi produk jamu.

Dr. Wisnu memaparkan temuan ini, “Network Pharmacology dapat memangkas  langkah screening pemilihan senyawa bakal jamu menjadi lebih singkat. Keterlibatan komputasi dalam perancangan jamu menjadi faktor yang dirasa sangat penting. Aplikasi ini sudah banyak diakses oleh pengguna internet di beberapa negara. Aplikasi ini memberikan kemudahan bagi pengguna dalam menjalankan aplikasi ini dibanding dengan aplikasi lain yang telah ada. ‘Machine learning’ menjadi rujukan metode pengembangan aplikasi tersebut. Aplikasi Ijah telah mendapat penghargaan inovasi dan memiliki hak cipta. Aplikasih Ijah dikembangkan sejak 2013 dengan bekerjasama dengan 27 personil yang terdiri dari dosen dan mahasiswa,” Karya cipta ini dipaparkan Dr. Wisnu dalam Workshop Bioinformatika, Network Pharmacology, yang diselenggarakan di Taman Kencana Bogor pada Pusat Studi Biofarmaka Tropika.

Selain Dr. Wisnu, pada workshop tersebut pakar jamu dari Departemen Kimia IPB, Rudi Heryanto, M.Si., turut menyampaikan hasil risetnya yang berjudul Pendekatan Pengembangan Produk Jamu berbasis pada Konsep Multi Komponen-Multi Target dan Sinergisitas. Paparan tersebut membahas  tentang sifat holistik jamu yang memiliki banyak senyawa yang akan membentuk protein yang ditargetkan, sehingga fungsi dan metabolisme tubuh yang mengkonsumsi jamu tersebut semakin membaik.

“Melalui pemanfaatan komputasi dengan pendekatan teori graph, dapat dihasilkan model yang memfilter senyawa-senyawa yang paling sesuai dan potensial untuk pengobatan atau pencegahan penyakit tertentu,” jelasnya.

Paparan Rudi Heryanto tersebut didukung oleh penjelasan dari Dr. Annisa, S.Kom., M.Kom. yaitu dosen Departemen Ilmu Komputer lulusan Hiroshima University Jepang, yang merincikan bahwa graph mining bisa dimanfaatkan untuk mereduksi jaringan yang dibentuk dari antar-hubungan protein-protein menjadi beberapa subgrap yang mempunyai kepadatan tinggi, di mana di subgraf itu diperkirakan mengandung protein-protein esensial yang berhubungan dengan penyakit tertentu.

Protein-protein esensial inilah yang menjadi informasi burguna untuk menemukan formula senyawa aktif pada tanaman obat yang tepat, yang diperoleh dari analisis k-partite graph tanaman-senyawa-protein-penyakit.

Terakhir, workshop ditutup dengan materi mengenai pengolahan data metabolomik menggunakan R oleh Dr. Sony Hartono Wijaya, dosen Ilmu Komputer IPB.

Peserta yang berasal dari kalangan akademisi dan peneiliti dari beberapa perguruan tinggi dan pusat penelitian di Pulau Jawa dan Kalimantan ini merasa antusias mengikuti acara workshop dari awal sampai akhir. Mereka berharap interaksi dan komunikasi usai workshop tetap dilakukan untuk menginisiasi kerja sama penelitian. (YDI/Zul)

Tentang Aplikasi Ijah

Aplikasi karya cipta IPB ini dapat diakses di http://ijah.apps.cs.ipb.ac.id/.

Ketika menyoba aplikasi ijah, luar biasa canggih aplikasi ini. Menampilkan info grapik yang sangat  bermanfaat. Dari satu bahan jamu saja akan ditampilkan kandungan apa saja yang terdapat dalam bahan itu. Juga memberi  alamat link ke sebuah website untuk menambah informasi bahan tersebut.Sungguh bermanfaat aplikasi ijah, bantu peneliti jamu untuk proses cepat formulasikan jamu.

Contoh: Kunyit. Aplikasi akan menampilkan seperti di bawah ini

Sumber: goodnewsfromindonesia.com

Baca juga … Amitabh Bachchan Memanggil “Teman Tersayang”

Baca juga… Bahaya Memberikan Perhiasan pada Bayi

Baca juga… Tidak Hanya Menemukan Tutup Botol, Dokter Menemukan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *