Taman Alun-Alun Kota Lumajang, Beda Jam Beda Pengunjungnya

Taman Alun-Alun Kota Lumajang, Beda Jam Beda Pengunjungnya. Pengunjung taman alun-alun kota Lumajang beragam, dari anak bawah lima tahun, anak remaja hingga aki-nini.

Begitu juga tujuan mereka datang ke taman alun-alun kota Lumajang, berbeda-beda. Ada yang datang ke taman alun-alun untuk rekreasi. Ada yang ke taman alun-alun hanya sekedar duduk sambil ngobras (ngobrol santai) dengan teman lama, ada juga sejoli romantis-romantisan sama pujaan hati seperti film India. Hihihi.

Oiya, tradisi jaman milenial kalau ada pemandangan bagus pasti berfoto-foto ria. Jangan khawatir setiap sudut, setiap spot mana saja di taman alun-alun kota Lumajang bagus untuk dijepret. Eh, difoto, ding.

Taman alun-alun cocok buat olah raga. Ada fasilitas yang disediakan untuk kebugaran. Semisal taman terapi yang berada di sebelah selatan depan kantor BRI, areal gym sebelah selatan sisi barat, pas depan kediaman Bupati Lumajang. Bagi yang suka jalan sehat lebih memilih mengitari bundaran taman alun-alun sekuat kemampuan.

Tak hanya untuk santai dan kebugaran, di taman alun-alun kota Lumajang ada areal bermain seperti zona Playground tepat depan SD Ditotrunan dan depan kediaman wakil Bupati Lumajang.

Seperti magnit, taman alun-alun kota Lumajang yang mempunyai luas 6,025 hektar ini tiap hari banyak pengunjungnya. Tak pernah sepi. Dan pengunjungnya bisa dibedakan dari waktunya. Semisal saat itu jam 05.00 wib, bisa ditebak pengunjungnya dominan orang-orang berusia empat puluh keatas dan masih aktif dalam profesinya. Dan mereka lebih condong jalan sehat dan lari-lari kecil.

Tak ketinggalan pula, kelompok senam biasanya tiap pagi dan sore yang dominan para ibu-ibu.Tentu ada musik pengiringnya biar menambah semangat dan keriangan.

Bila yang menyukai bersepeda pancal mereka akan mengitari bundaran taman alun-alun sepuasnya.

Ketika jam menunjukkan pukul 6.30 berkurang para pengunjung berusia kepala empat. Mereka segera kembali ke rumah masing-masing untuk memulai aktifitas profesinya. Bagi yang tidak diburu jadwal rutinitas kerja masih lanjut.   

Keramaian pagi sekitar pukul 07.30 mulai muncul ketika sekelompok anak SD masuk areal taman alun-alun. Tidak hanya dari satu SD saja namun bisa lebih dan menjadikan taman alun-alun lebih hidup dan riang dengan kedatangan tamu-tamu kecil dengan tingkah yang menggemaskan.

Saat matahari sinarnya mulai garang-garangnya pengunjung taman alun-alun kota mulai menipis. Pengunjung cenderung memenuhi bangku-bangku taman yang disediakan di sisi taman alun-alun kota. Berteduh sejenak sembari menikmati sejuknya hembusan angin mengusir sejenak penat.

Bila sore menjelang keramaian menyeruak lagi. Kegiatan di taman alun-alun kota tak beda dengan saat pagi hari namun lebih ramai. Pengunjung segala umur memenuhi di segala sudut dan areal taman alun-alun kota. 

Begitu juga saat car free day dan car free night segala usia dan lapisan masyarakat lebur menjadi satu dalam kegembiraan liburan akhir pekan.

Di hari-hari tertentu ada kalanya taman alun-alun kota Lumajang dimanfaatkan sebagai kegiatan lomba, pameran dan pentas seni dan musik. Juga untuk momen-momen tertentu pula areal taman alun-alun kota digunakan sebagai tempat upacara. Taman Alun-Alun Kota Lumajang, Beda Jam Beda Pengunjungnya.

Author : KSmartini Muchdor

Tanaman Porang, Gatal Disentuh Namun Diminati Pasar Dunia

Tanaman porang, gatal disentuh namun diminati pasar dunia. Porang, bukan nama orang, yang sebenarnya adalah nama tanaman umbi-umbian yang lagi trending lantaran kisah sukses petani yang membudidayakan tanaman tersebut. Kisahnya popular karena petani ini sebelumnya seorang pemulung lalu menjadi petani tanaman porang. Berkat tanaman porang ini petani tersebut, Paidi, menjadi miliader.

Umbi-umbian porang ini sangat dibutuhkan pasar luar negeri, yakni Jepang, Taiwan, Korea dan beberapa negara Eropa. Sayangnya, penyedia umbi porang di Indonesia masih terbatas.

Tanaman porang adalah tanaman asli Indonesia. Oleh masyarakat sudah dikenal sejak lama dan dimanfaatkan. Sifat tanaman porang adalah toleran terhadap naungan. Di beberapa daerah, tanaman ini dikenal dengan nama iles-iles, iles kuning, acung atau acoan. Porang mudah  tumbuh pada jenis tanah apa saja di ketinggian 0 sampai 700 mdpl.

Porang dirajang tipis-tipis seperti keripik  lalu dijadikan tepung sebelum dikirim ke luar negeri. Ada beberapa tempat pengolahan tepung porang sekarang ini, seperti di Pasuruan, Madiun, Wonogiri, Bandung serta Maros.

Manfaat porang ini banyak digunakan untuk bahan baku kosmetik, tepung, penjernih air, selain juga untuk pembuatan lem dan jelli. Umbi porang banyak mengandung glucomannan berbentuk tepung. Glucomannan merupakan serat alami yang larut dalam air biasa digunakan sebagai aditif makanan sebagai emulsifier dan pengental, bahkan dapat digunakan sebagai bahan pembuatan lem ramah lingkungan dan pembuatan komponen pesawat terbang.

Dengan cara bercocok tanam baru, bisa dipanen 70 ton porang di lahan satu hektar. Padahal sebelumnya, satu hektar hanya menghasilkan sembilan ton. Selain itu masa panen porang yang awalnya 3 tahun dipangkas menjadi enam bulan.

Berminat? Segera budidaya porang karena peluang sangat besar dan petani penyedia porang masih sedikit. Dan, jangan lupa, kenali porang terlebih dahulu mana porang yang tepat untuk dibudidayakan. Tanaman porang, gatal disentuh namun diminati pasar dunia.

sumber: www.kompas.com

sumber gambar: tangkapan layar @youtube

Tradisi Unik Omed-Omedan Di Sesetan Bali, Sering Disebut Festival Ciuman

Tradisi unik omed-omedan di Sesetan Bali, sering disebut festival ciuman. Bali kaya budaya dan tradisinya. Seperti salah satu tradisi uniknya yakni tradisi omed-omedan yang disebut sebagai festival ciuman ramai-ramai.

Setelah Hari Raya Nyepi tradisi omed-omedan diadakan,  yakni pada hari ngembak geni guna menyambut tahun baru Saka. Tradisi ini sudah ada sejak tahun 1900-an dan hanya bisa ditemukan di Banjar Sesetan. Dan tradisi ini telah berlangsung lama dan dilestarikan secara turun temurun.

Pernah pada 1970-an ditiadakan, namun mendadak di pelataran Pura terjadi perkelahian dua ekor babi. Mereka berdarah-darah dan terluka, lalu menghilang begitu saja. Hal tersebut dianggap sebagai pertanda buruk bagi semua warga Banjar.

Omed-omedan adalah bahasa Bali yang artinya tarik-menarik, karena para pesertanya melakukan aksi tarik menarik selama berlangsungnya festival ini.

Acara diawali dengan persembahyangan bersama untuk memohon keselamatan, dilanjut pementasan tarian barong bangkal (barong berkepala babi) sampai penarinya kesurupan, ini tanda bahwa acara mendapat izin dari Ida Bathara yang bersemayam di Pura Banjar.

Warga yang mengikuti omed-omedan berumur 17 sampai dengan 30 tahun akan dikelompokkan menjadi kelompok perempuan dan kelompok laki-laki. Lalu seluruh peserta harus mengikuti ibadah sembahyang dulu di pura. Peserta upacara ini terdiri dari 30 pria dan 30 wanita.

Setelah sembahyang, barulah kedua kelompok tadi berdiri berhadap-hadapan di pelataran pura. Dengan dipandu oleh pecalang (polisi adat), setiap kelompok akan memilih seorang wakil untuk diangkat dan diarak di barisan depan. Keduanya terpisah jarak sekitar 100 meter.

Setelah diberi aba-aba kemudian kedua kelompok  segera saling berlari ke arah lawannya. Masing-masing mendorong seorang remaja yang diberi kesempatan pertama untuk saling bertemu, berangkulan, untuk kemudian ditarik secepat mungkin hingga terlepas. Ada kalanya dua orang tersebut saling beradu pipi dan terlihat seperti ciuman bibir. Selain saling berpelukan dan tarik-tarikan, para peserta juga akan disiram air selama festival omed-omedan ini. Upacara ini dilakukan hingga jam 17.00 waktu setempat. Tradisi unik omed-omedan di Sesetan Bali, sering disebut festival ciuman.

Sumber: www.suara.com

Sumber gambar: tangkapan layar @youtube/suluhbali.co

Di Surabaya Bendera Merah Putih Hiasi Tugu Pahlawan

Di Surabaya Bendera Merah Putih Hiasi Tugu Pahlawan. Kota Pahlawan Surabaya menggelar kegiatan Upacara Sumpah Merah Putih yang diadakan di Tugu Pahlawan, tanggal 26 Oktober 2019, dengan membentangkan bendera Merah Putih sepanjang 2 ribu meter. Acara tersebut adalah bagian Peringatan Hari Sumpah Pemuda.

Foto diambil dari drone Upacara Sumpah Merah Putih yang diadakan di Tugu Pahlawan, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu

Tri Rismaharini (kelima kiri), Wali Kota Surabaya, turut serta membentangkan bendera Merah Putih bersama pelajar saat Upacara Sumpah Merah Putih

Bendera Merah Putih sepanjang 2.000 meter tersebut dibentangkan pada saat Upacara Sumpah Merah Putih

Para pelajar turut serta dalam kegiatan tersebut. Uniknya acara ini, para pelajar yang turut membentangkan bendera Merah Putih sepanjang 2.000 meter tersebut juga mengenakan pakaian tradisional.

Untuk menumbuhkan nilai-nilai nasionalisme, persatuan dan kesatuan di kalangan generasi muda dan  menggugah terus semangat kepahlawanan itu tujuan digelar kegiatan tersebut.Di Surabaya Bendera Merah Putih Hiasi Tugu Pahlawan

sumber : www.news.detik.com

Lomba Mengikat Kepiting Bulu China

Pada 11 Oktober 2019 lalu, penduduk  Desa Wupu, Kecamatan Zhili, Huzhou, Provinsi Zhejiang Cina Timur mengadakan Lomba mengikat kepiting bulu China sebagai penanda musim panen kepiting bulu tiba.

Desa Wupu memiliki lebih dari 80 hektar tambak kepiting bulu air tawar dengan nilai output tahunan sekitar 1,97 juta dolar AS. Sebelum dijual ke pasar kepiting bulu Cina yang dibudidaya di sini diikat terlebih dahulu. Lomba Mengikat Kepiting Bulu China.

sumber: www.xinhuanet.com

sumber gambar:  Xinhua/Xu Yu

Bakpao Pelangi di Geladak Perak Lumajang

Bakpao Pelangi di Geladak Perak Lumajang. Kalau kita sedang wisata atau berkunjung ke rumah saudara di daerah berhawa dingin efeknya kita jadi cepat lapar dan mencari sesuatu yang hangat-hangat, semacam secangkir coklat panas, teh hangat atau secangkir kopi panas. Atau ditambahi makanan ringan umumnya yang dimininati banyak orang, seperti tahu goreng, pisang kukus atau yang lainnya.

Seperti di daerah jembatan perak Lumajang. Sebelum dan sesudah jembatan banyak warung-warung menjajakan aneka sajian makanan, minuman dan cemilan. Tak terkecuali cemilan kukusan, seperti bapao.

Bakpao ini mencuri perhatian pengguna jalan yang melintas di jembatan perak. Bisa jadi bakpao ini menarik orang yang berkunjung di jembatan perak karena warna-warni yang membalur bakpao tersebut. Ada ungu, hijau, pink dan putih, warna aslinya.

Harganya murah yakni per buah Rp. 2.000,00. Varian rasanya banyak, ada kacang, kacang ijo, stroberi, ayam. Nama bakpao ini Bakpao Masya, yang bisa Anda temui di jembatan perak Lumajang setiap Minggu jam 9 pagi waktu setempat. Kalau mau pesan ada nomor hapenya yang tercetak di bodi mobil. Bakpao Pelangi di Geladak Perak Lumajang.

Author: KSmartini Muchdor