Peringatan Hari Kemerdekaan Negara-Negara Asia Di Bulan Agustus

Peringatan Hari Kemerdekaan negara-negara Asia di bulan Agustus. Sebentar lagi kita merayakan Hari Kemerdekaan negara kita, Indonesia, yang ke-74 tepatnya tanggal 17 Agustus 2019. Sudah pasti semarak 17-an siap digelar, mulai pasang umbul-umbul, bendera merah putih baik di tiap-tiap  rumah warga hingga gedung-gedung pemerintahan dan korporat. Ditambah lagi lampion-lampion unik  serta lampu hias siap kita saksikan di setiap sudut kota kita dan kota lain di Indonesia.

Peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia

Dalam peringatan Hari Kemerdekaan negara kita, patut kita banggakan bahwa Indonesia adalah negara paling unik, meriahnya meluber dan paling kaya sajian gelaran Hari Kemerdekaan. Dari acara ceremonial resmi hingga hiburan, tasyakuran dan lomba-lomba umumnya yang biasa kita jumpai tiap gelaran peringatan Hari Kemerdekaan di bulan Agustus.

Dan yang paling ditunggu rakyat Indonesia adalah lomba-lomba yang unik. Rasanya kalau tak ada lomba 17-an rasanya tak lengkap.

Peringatan Hari Kemerdekaan India

India merayakan hari kemerdekaannya lebih awal 2 hari dari Indonesia, tepat pada tanggal 15 Agustus. Untuk tahun ini perayaan Hari Kemerdekaan India yang ke-72. Di hari peringatan kemerdekaannya itu India menggelar upacara pengibaran bendera, setelah itu menampilkan parade militer dan budaya India.

Sebelum gelaran Hari Kemerdekaan warga India menerbangkan layang-layang yang dimaknai sebagai simbol kebebasan. Alhasil saat peringatan Hari Kemerdekaan tiba ribuan warna-warni layang-layang mengudara mempercantik langit India    

Peringatan Hari Kemerdekaan Pakistan

Pakistan merayakan  Hari Kemerdekaan pada tanggal  14 Agustus. Sama dengan perayaan Hari Kemerdekaan negara-negara lainnya di dunia, acara-acara dan perayaan-perayaan umum pada tanggal tersebut, yakni  meliputi upacara pengibaran bendera, pawai, acara kebudayaan dan menyanyikan lagu-lagu patriotik.

Perayaan acara Hari Kemerdekaan utama dilakukan di Islamabad, dimana pengibaran bendera nasional dilaksanakan di gedung Presidensial dan Parlemen. Peringatan Hari Kemerdekaan negara-negara Asia di bulan Agustus

(sumber : www.liputan6.com)

Apasiya, Sesuatu yang Dipikiran Tidak Sama Dengan Penulisannya

Apasiya, sesuatu yang dipikiran tidak sama dengan penulisannya. Terkadang apa yang kita pikirkan lalu dituliskan, yang kita anggap benar,  ternyata bisa beda apa yang ditangkap pembaca. Maksudnya benar tapi hasilnya meleset. Seperti yang tersaji dalam foto berikut.

Maksud orang yang mengkonsep, bahwa bila masuk gang tersebut dengan membawa kendaraan harap kendaraannya dituntun, tidak boleh dikendarai.

Namun bagi yang membaca yang ‘centil’ bisa jadi anjuran itu berarti, bahwa yang akan masuk gang tersebut yang menggunakan kendaraan yang melayang begitu masuk gang tersebut harus turun. Karena pembaca yang centil ini akan tetap ngeyel pada pendiriannya, bahwa tulisan itu salah. Kalau motor atau sepeda pancal sudah menjejak tanah mosok disuruh turun lagi?

Hal ini sudah terjadi bertahun-tahun dan bisa dibilang salah kaprah, salah yang umum dan wajar-wajar saja. Dan sering kita lihat bila kita masuk sebuah gang. Toh tidak ada yang protes.

Jadi bagaimana anjuran yang benar penulisannya?

Nah, ini lebih jelas anjurannya.

Apasiya, sesuatu yang dipikiran tidak sama dengan penulisannya.

Penulis : KSmartini Muchdor

Memburu Viewer dan Subscriber Dengan Mengabaikan Etika dan Melukai Perasaan, Youtuber Pablo Benua dan Kimi Hime Berakhir Dramatis

Memburu viewer dan subscriber dengan mengabaikan etika dan melukai perasaan, youtuber Pablo Benua dan Kimi Hime berakhir dramatis. Dua kasus yang heboh dan viral terjadi di bulan Juli 2019 bagi dunia per-youtube-an, kasus Pablo Benua dan Kimi Hime. Permasalahan sama, yakni masalah ‘tubuh’ dan etika. Namun ada bedanya tipis, dimana satunya kontroversial karena membahas bagian ‘dalam tubuh’ dan satunya kontroversial karena bagian ‘luar tubuh’.

Youtube memang gratis. Kita tidak dikenakan biaya untuk buka akun untuk konten kita. Mau bikin konten edukasi, konten sains, konten hiburan, konten film, konten game, konten anak-anak, konten promosi juga boleh, terserah kita. Dan lagi di Youtube tidak ada standar aturan tentang penampilan atau etika personal bila kita tampil di dalamnya, seperti yang diberlakukan pada media televisi yang berijin.

Meski pada Youtube aturan tidak seketat pada media televisi kita tidak boleh melupakan namanya tata krama. Begitu kita tampil atau ekspos sesuatu di media sosial artinya kita dianggap sudah paham aturan dan etika yang ada, karena kita telah masuk ruang publik.

Masuk ruang publik seharusnya kita tahu sopan santun, tata krama. Begitu kita bertingklah seenaknya, ditambah membuat kontroversial dengan cara melukai perasaan orang atau kontroversial dengan mengabaikan tata krama di sekitarnya ya ‘hukum alam’ akhirnya datang pada kita.

Kasus Pablo Benua dengan istrinya berakhir menyedihkan gara-gara bincang-bincang ‘nyampah’yang akhirnya kebablasan. Mereka membincangkan hal-hal yang negatif tentu saja berefek negatif.

Sejak kasus viral Pablo Benua dan Galih Ginanjar, mendadak kasus-kasus ‘hitam’ Pablo terangkat semua. Bertambahlah viral.  

Begitu juga dengan Kimi Hime, yang sebenarnya dia paham betul apa yang diperbuat di video yang diunggah di kanal youtubenya. Sewaktu kena peringatan keras dari pemerintah, baru kemudian nangis-nangis. Dan itu pun dia masih menyangkal.

Mengejar viewer dan subscriber banyak hak semua pengguna akun youtube, tapi jangan lupakan namanya tata krama dan dengan cara yang baik pula. Memburu viewer dan subscriber dengan mengabaikan etika dan melukai perasaan, youtuber Pablo Benua dan Kimi Hime berakhir dramatis.

Penulis : KSmartini Muchdor

Sumber: Kanal Youtube Rei Utami dan Pablo Benua, Kanal Youtube Kimi Hime

Penjual Umbul-Umbul Musiman di Lumajang

Penjual umbul-umbul musiman di Lumajang. Mang Nandang bukan asli orang Lumajang, ia orang Garut, Jawa Barat. Sudah lebih dari lima kali agustusan ia jualan umbul-umbul di Lumajang, aslinya ia sebagai pedagang siomay.

Kenapa ia jualan umbul-umbul sampai jauh?

“Di Garut dan Bandung sudah banyak sekali orang jualan umbul-umbul. Persaingannya ketat. Harga jual umbul-umbul di sini selisih sedikit dengan harga jual di Jawa Barat sana. Masih ada untunglah, setelah dikurangi untuk kebutuhan sehari-hari di sini.”

Mang Nandang mangkal jualannya di Jalan Panjaitan depan perumahan Bumi Jatayu Lumajang. Mau pesan umbul-umbul bisa hubungi nomor hapenya, ya…082264362270. Penjual umbul-umbul musiman di Lumajang.

Penulis: KSmartini Muchdor

Penjual Umbul-Umbul Agustusan di Lumajang

Penjual umbul-umbul agustusan di Lumajang. Bulan Agustus bagi bangsa Indonesia bulan yang penuh kemeriahan dan selebrasi. Kemeriahan lomba-lomba khas 17-an yang unik dan merakyat yang selalu ditunggu-tunggu. Selebrasi memperingati atas kemerdekaan Indonesia lepas dari penjajahan bangsa asing pada tahun 17 Agustus 1945 penuh kebanggaan dan syukur.

Khas bulan Agustus tiba ketika rumah-rumah  atau perkantoran terpasang umbul-umbul dan berbagai pernak-pernik hiasan agustus-an yang terlihat dimana-mana.

Namun ada yang ‘mencuri’ start untuk menggelar  pernak-pernik khas agustus-an meski bulan Agustus belum tiba, yakni para penjual umbul-umbul. Mereka bertebar di sisi-sisi jalan utama memajang dagangan dengan penuh semangat dan harapan. Tentunya semangat pantang menyerah… seperti semangat empat-lima. Hehehe.

Ada pun harga-harga umbul-umbul yang mereka tawarkan kisaran sebagai berikut:

Harga bendera kisaran Rp. 25.000-Rp. 35.000, tergantung ukuran
Harga umbul-umbul kisaran Rp. 50.00,00

Berikut lokasi-lokasi mereka memajang jualan mereka, yakni umbul-umbul 17-an. Penjual umbul-umbul agustusan di Lumajang.

Penjual umbul-umbul dan bendera di Jalan panjaitan depan perumahan Bumi Jatayu
Penjual umbul-umbul dan bendera di Jalan Brigjend. Katamso depan lapak ayam goreng Sabbana
Penjual umbul-umbul dan bendera di Jalan Pierre Tendean depan Akper (Akademi Keperawatan)
Penjual umbul-umbul dan bendera di Jalan Ahamd Yani depan Bank Pasar
Penjual umbul-umbul dan bendera di Jalan Ahamd Yani depan Kantor Perdagangan
Penjual umbul-umbul dan bendera di Jalan Soekarno-Hatta depan Perumahan Sukodono Permai
Penjual umbul-umbul dan bendera di Jalan Slamet Riyadi- dekat Kantor Proyek Semeru
Penjual umbul-umbul dan bendera di Jalan Slamet Riyadi utara Bazaar Mall
Penjual umbul-umbul dan bendera di Jalan Slamet Riyadi depan Pasar Klojen
Penjual umbul-umbul dan bendera di Jalan Imam Bonjol depan gedung smp
Penjual umbul-umbul dan bendera di Jalan Jend. Panjaitan depan Kantor BPN
Penjual umbul-umbul dan bendera di Jalan Mayjend. Sukertiyo depan rumah Haji Sing
Penjual umbul-umbul dan bendera di Jalan Suwandak Timur depan toko keripik Jati Arum

Penulis : KSmartini Muchdor